Dewa-Dewi Inspirasi Setanis
Semasa nabi Musa as masih hidup, bani Israil telah mulai membuat tiruan dari berhala-berhala yang mereka lihat di Mesir dan menyembahnya. Setelah Musa wafat, makin sedikit yang menghalangi mereka dari penyelewengan lebih jauh ke kedurhakaan. Tentu saja, hal ini tidak terjadi pada semua orang Yahudi, tetapi sebagian mereka memang mengekstrak paganisme bangsa Mesir. Tentu saja, mereka meneruskan doktrin-doktrin kependetaan Mesir (para ahli sihir Fir'aun), yang menjadi asas bagi kepercayaan kaum itu, dan merosak keimanan mereka sendiri dengan memasukkan doktrin-doktrin ini ke dalamnya.bahkan keberdaan para satanist ini hadir bersama setelah penciptaan adam oleh allah swt di mana iblis/setan melakukan pembangkaan terhadap perintah allah swt, akar akar kesesatan yg ditanamkan iblis dan setan itu tidak pernah hilang, dimana
The Twelve Olimpians ini adalah:
Zeus adalah pemimpin para dewa, penguasa Olimpus, dewa iklim, dan cuaca.
Hera, istri Zeus, adalah dewi pelindung pernikahan, pengorbanan, dan kesetiaan.
Poseidon adalah dewa laut.
Ares adalah dewa perang dan pembantaian.
Hermes adalah dewa penunjuk jalan, pelindung para petualang, penggembala, dan penghibur. Ia juga utusan dewa Zeus.
Hefestus adalah dewa api, tukang kayu, penempa besi, dan pengrajin senjata.
Aphrodite adalah dewi cinta, seks, dan keindahan fisik.
Athena adalah dewi kebijaksanaan, perang, keindahan jiwa, seni, dan pendidikan.
Apollo adalah dewa cahaya, musik, tarian, obat-obatan, dan pelindung para pemanah.
Artemis adalah dewi pelindung hewan, perburuan, kesuburan, dan kesucian.
Demeter adalah dewi bunga, tumbuh-tumbuhan, makanan, argraris ,dan pelindung bahtera perkawinan.
Hestia adalah dewi pelindung rumah, keluarga, dan perapian.
naudzubillahimindzalik
Fremasonry dibalik Ksatria Templar
Pernah menontong film “Kingdom of Heaven”? film perebutan kota Jerusalem karya sutradara film Gladiator, Ridley Scott?. “Kingdom of Heaven” bercerita mengenai suasana Jerusalem pada masa Perang Salib di abad ke-12, dimana Raja Jerusalem saat itu, King Baldwin (Edward Norton), memilih untuk menjalin dan mempertahankan perjanjian damai dengan pihak kerajaan Islam yang dipimpin oleh “Saladin” (sebutan orang Barat terhadap Salahuddin Al-Ayyubi. Pejuang legendaris Islam).
Alkisah, karena melihat sejarah buram berbagai korban yang ditimbulkan oleh akibat Perang Salib itulah, King Baldwin (dari pihak Kristen) ingin mengadakan perjanjian damai dengan pihak Islam (yang diwakili Salahuddin Al-Ayyubi).
Perjanjian damai yang diinginkan Baldwin adalah terciptanya Jerusalem sebagai suatu kerajaan surgawi yang tentram dan makmur, tanpa peperangan dan kebencian, yang dia istilahkan dengan, “A kingdom of concious, peace instead of war, love instead of hate”.
Sayangnya, rencana perjanjian indah itu ternoda oleh ambisi dan kerakusan oleh segolongan kecil orang dari kubu pasukan Kristen. Golongan ini dikepalai oleh Guy de Lusignan (Marton Csokas), suami dari adik raja, sekaligus calon raja Jerusalem.
Ia, lebih memilih melakukan konfrontrasi dengan pasukan Islam secara terang-terangan. Guy de Lusignan lah (dalam cerita film tersebut) yang digambarkan sebagai sosok pemimpin pasukan ksatria Templar (Knights Templar).
Disaat pihak raja Kristen dan Islam sedang mencari jalan damai, justru para Kesatria Templar-lah, yang melakukan pembantaian sekelompok masyarakat Islam dengan sangat keji, termasuk adik dari Panglima Islam kala itu, yakni Salahuddin Al-Ayyubi. Begitu kejinya, sampai-sampai utusan yang dikirim Salahuddin untuk meminta jasad adiknya, justru Guy membunuh sang kurir dari Saracen (sebutan untuk kaum Muslim) dengan memotong kepalanya.
Ksatria Templar adalah sebuah ordo militer Kristen terbesar dan paling kuat. Dia lahir sebagai dengan sebutan ‘Para Perwira Miskin Kristus dan Bait Salomo’, yang berpusat di Yerusalem. Ksatria Templar dibentuk pada 1118, setelah Perang Salib Pertama 1096 dibawah pimpinan Paus Urban II.. Tadinya, ia hanya bertugas membantu Kerajaan Yerusalem melindungi kerajaannya, dan untuk melindungi keamanan para peziarah Eropa yang ingin pergi ke Yerusalem. Para Ksatria Templar, ibarat pasukan khusus yang hanya tunduk pada perintah kepausan.
Dalam perkembangannya, Kaum Templar begitu cepat berkembang. Bahkan menjadi penggerak utama dalam politik internasional di masa Perang Salib. Karena itu, Kepausan memberinya tugas istimewa (lihat Omne Datum Optimum) dengan mengijinkan mereka mengumpulkan pajak dan menerima sumbangan, yang sebagian hasil yang dikumpulkan saat Perang Salib dari kaum Muslim.
Kepercayaan yang luar biasa pada para Ksatria Templar menyebabkan ordo ini semakin menggurita, terutama dalam hal keuangan. Tak heran pundi-pundi uang disimpan di kantor-kantor cabang dan gereja-gereja mereka. Begitu besarnya uang yang dimiliki, sampai-sampai, sutradara Holywood pernah membuat film berjudul, “National Treasure”, yang berceita tentang legenda harta karun para Ksatria Templar. Konon, harta karun ini sangat besar, bahkan mungkin paling besar dalam sejarah manusia, dan tersembunyi di sebuah tempat di Amerika
Karena berjibunnya uang itu, tahun 1135 ordo ini memulai kegiatan baru berupa pinjam-meminjamkan uang kepada para peziarah Spanyol yang ingin berkunjung ke Tanah suci. Kelak kegiatannya ini k Mereka pula yang pertama kali menyelenggarakan sistem cek dan kredit, menyerupai yang ada pada sebuah bank. Menurut penulis Inggris, Michael Baigent dan Richard Leigh, mereka membangun semacam kapitalisme abad pertengahan, dan merintis jalan menuju perbankan modern dengan transaksi mereka yang kita kenal dengan istilah perbankan dan dunia riba.
Mereka pula yang pertama kali menyelenggarakan sistem cek dan kredit, menyerupai yang ada pada sebuah bank. Menurut penulis Inggris, Michael Baigent dan Richard Leigh, mereka membangun semacam kapitalisme abad pertengahan, dan merintis jalan menuju perbankan modern dengan transaksi mereka yang berbasis bunga.
Cikal-bakal Freemason
Sayangnya, di saat kekuatan dan kekayaanya semakin menggurita, ketamakannya dan kedoknya mulai terkuak. Para Templar, secara diam-diam justru hanya memanfaatkan gereja meski perilakunya jauh keluar dari iman Katolik.
Diantara penyimpangannya adalah; mereka melakukan ritual-ritual setan yang tak pernah diajarkan dalam Katolik. Para Templar, yang awalnya bersemboyan ‘Para Perwira Miskin Kristus” sesungguhnya adalah orang-orang superkaya. Para Templar menyebut dirinya “tentara miskin”, tetapi dalam waktu singkat mereka menjadi sangat makmur.
Sebagian kaum Templar mengaku mereka melakukan tindakan-tindakan homoseksual, dan bahwa mereka menyembah kepala manusia dan sebuah agama misteri yang dikenal sebagai Bafomet.
Para Templar juga melakukan ritual yang dianggap keluar dari iman Katolik karena meludahi Salib tiga kali, serta mencium bokong orang lain.
Tahun 1307, Raja Prancis Philip le Bel dan Paus Clement V memutuskan untuk menangkap dan membubarkan anggota-anggota ordo ini. Clevement V bahkan mengeluarkan keputusan kepausan dengan nama Vox in Excelso (suara dari langit). Sejak itu, para pemimpin Templar, yang dijuluki “pemimpin Besar (Grand Master)”, mulai dari yang terpenting dari mereka, Jacques de Molay, dihukum mati pada tahun 1314 atas perintah Gereja dan Raja. Kebanyakan mereka dijebloskan ke dalam penjara, namun sebagaian melarikan diri ke tempat yang aman.
Salah satunya mereka berlindung di satu-satunya kerajaan di Eropa yang tidak mengakui kekuasaan Gereja Katolik di abad keempat belas, yaitu Skotlandia. Di sana, mereka menyusun kekuatan kembali di bawah perlindungan Raja Skotlandia, Robert the Bruce. Mereka juga melakukan penyamaran dan melanjutkan gerakan rahasia mereka dalam bentuk gilda (serikat sekerja) di Kepulauan Inggris abad pertengahan lalu mereka menguasainya.
Mereka juga memilih Negara Swiss sebagai tempat pelarian dan penyusunan kembali kekuatannya. Pendeknya, para Templar tidak tertumpas, sebaliknya filsafat serta berbagai kepercayaan dan upacara mereka tetap berlangsung di balik samaran Freemasonry, yang kelak masih ada hubungannya dengan Yahudi dan Zionisme.
Sebuah buku yang ditulis oleh dua orang Mason, Christopher Knight dan Robert Lomas, yang berjudul the Hiram Key pernah mengungkapkan beberapa fakta penting tentang akar-akar gerakan Freemasonry. Menurut mereka, jelas sekali bahwa Masonry adalah kesinambungan dari para Templar.
Adalah penting bagi anda membaca buku yang tak kalah serunya dengan cerita dalam film ini. Ordo Templar, membuktikan pada kita semua bahwa teori konspirasi memang ada. Para Templar juga membuktikan bagaimana ada ‘negara dalam negara"
Sejarah ILLuminati
![]() |
![]() |
Awal Kelahiran Kabbalah
Kabbalah atau Qibil dalam bahasa Ibrani
awalnya adalah istilah yang netral, yang secara harfiah memiliki arti sebagai
‘lisan’. Namun belakangan, ketika kaum Yahudi menggunakan istilah ini untuk
menyembunyikan dan memelihara kepercayaan mistis-esoteris kelompok mereka, maka
istilah ini menjadi sangat politis.
Encarta Encyclopedia (2005)
menuliskan bahwa istilah Kabbalah berasal dari bahasa Ibrani yang memiliki
pengertian luas sebagai ilmu kebatinan Yahudi atau Judaism dalam bentuk dan rupa
yang amat beragam dan hanya dimengerti oleh sedikit orang.
Kabbalah ini
Kabbalah ini sarat dengan berbagai filsafat esoteris dan ritual penyembahan serta pemujaan berhala, bahkan penyembahan iblis, yang telah ada jauh sebelum Taurat-Musa dan telah menyebar luas bersama Judaisme, yang seluruhnya berurat-berakar pada praktek-praktek kebatinan serta penyembahan dewa-dewi di zaman Mesir Kuno.
Hal tersebut diutarakan pakar sejarah Yahudi Fabre d’Olivet. “Kabbalah merupakan suatu tradisi yang dipelajari oleh sebagian pemimpin Bani Israil di Mesir Kuno, dan diteruskan sebagai tradisi dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi, ” jelas d’Olivet. Banyak kalangan percaya, Kabbalah adalah induk dari segala induk ilmu sihir yang ada di dunia hingga hari ini.
Peneliti Kabalah Barat, Olivia Prince dan Lynn Picknet, yang kemudian menulis The Templar Revelation, menyatakan bahwa pembawa ajaran ini salah satunya adalah kedatangan sepasukan ksatria Yohanit dari Calabria, Belgia, ke sebuah wilayah yang dikuasai Mathilda de Tuscany dan Godfroi de Boullion. Ksatria-ksatria Yohanit ini tidak lama tinggal di Perancis. Mereka pergi dan
meninggalkan Peter si Pertapa (Peter The Hermit) yang kemudian menjadi “murabbi” bagi Godfroi de Bouillon. Peter ini kemudian menyusup ke Vatikan dan menjadi provokator bagi Paus Urbanus II yang kemudian mengobarkan perang salib guna merebut Yerusalem dari kekuasaan umat Islam. Dalam serangan Tentara Salib pertama di tahun 1099, baik Peter maupun Godfroi menjadi panglima bagi pasukannya masing-masing. Di hari kejatuhan Yerusalem, Godfroi mendirikan Ordo Biarawan Sion dan 20 tahun kemudian membentuk ordo militer Knights Templar, yang kemudian pada 1307 di Skotlandia mengganti namanya menjadi Freemasonry. Terusir Dari Yerusalem Tahun 1188 Salahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Yerusalem dan mengusir pasukan
Salib dari seluruh wilayah Palestina. Semua tentara Salib kembali ke Eropa. Walau tidak ada catatan tertulis, sebagian besar Ksatria Templar dan Ordo Sion diyakini sejumlah peneliti-antara lain Picknett dan Prince—memilih Perancis Selatan sebagai rumah baru mereka. Seperti yang telah disinggung di atas, di wilayah ini telah berdiri banyak gereja yang didedikasikan kepada Santo Yohanes dan Maria Magdalena. Gereja-gereja ini tidak menginduk kepada Vatikan, tetapi memiliki kultur dan keyakinannya sendiri yang secara mendasar bertentangan dengan Tahta Suci Vatikan. Mereka juga dikenal sebagai Kaum Yohanit. Salah satu keyakinan kaum Yohanit adalah gereja warisan Yesus itu sendiri. Vatikan meyakini bahwa Yesus mewariskan gerejanya kepada Santo Petrus yang kemudian menjadikan Tahta Suci Vatikan—sebuah pusat kerajaan Roma Paganistis—sebagai pusat religi bagi umat Kristen dunia. Namun klaim Vatikan ini ditolak oleh kaum Yohanit yang meyakini Yesus tidak mewariskan gerejanya kepada Santo Petrus, melainkan kepada Maria Magdalena, seorang perempuan yang setia mengikuti Yesus hingga diperisterinya dalam satu pesta perkawinan di Qana, sebuah wilayah yang kini masuk dalam wilayah Lebanon. Kaum Yohanit juga tidak menganggap Yesus sebagai Tuhan, melainkan Rasul biasa yang hanya meneruskan ajaran Tuhan yang tidak tampak. Dan di akhir zaman, Sang Messiah (The Christ) yang akan turun ke bumi bukanlah Yesus, melainkan Yohannes The Christ. Ini menurut keyakinan kaum Yohanit asli. Hanya saja, kaum yang semula Unitarian ini menjadi tercampur-aduk dengan ajaran paganis-mistis Kabbalah. Sesungguhnya ini suatu perpaduan yang aneh. Namun benar-benar terjadi. Harun Yahya dan pengkaji masalah Kabbalah meyakini, awal pembelokkan ajaran Unitarian menjadi Kabbalis terjadi ketika Samiri—salah seorang tokoh Broterhood of the Snake—menipu Bani Israil ketika mereka ditinggalkan Musa saat Musa pergi ke Bukit Thursina.
Samiri membuat sebuah patung sapi betina yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa mengeluarkan suara ketika angin bertiup mengenainya. Patung sapi itu pun disembah Bani Israil dan mengacuhkan Nabi Musa a. S. Bermillenium tahun berjalan, ajaran Kabbalah berkembang dan merasuk ke dalam Yudaisme dan juga Taurat. Para pendeta Kabbalis bahkan membuat ayat-ayat palsu yang membuat Talmud—sebuah kitab yang awalnya sebagai penafsir Taurat dianggap lebih suci ketimbang Taurat. Dan sebagian besar kaum Yahudi pun menjadi kaum yang mendewakan Talmud. Mereka menjadi kaum yang begitu gandrung dengan Kabbalah dan merasa menjadi bangsa terpilih dengan adanya Kabbalah yang diwariskan secara turun-temurun dengan lisan. Dan ketika mereka berkumpul di Perancis Selatan di abad ke-12 inilah, ajaran Kabbalah dibukukan. Ini terjadi di Aix en Provence. Rennes Le Chateau www.rennes-le-chateau.tv Salah satu desa terpenting di Perancis Selatan yang memiliki banyak petilasan Kabbalah bernama Rennes le Chateau. Nama Pastor Berenger Sauniere tidak bisa dipisahkan dari nama Rennes le Chateau ini.
Tidak terlalu sulit jika suatu waktu Anda ingin berkunjung ke desa ini. Sejak histeria novel The Da Vinci Code, di Paris dan juga di beberapa negara Eropa dan juga Amerika, sejumlah biro perjalanan wisata telah memasukkan nama desa ini menjadi satu tujuan wisata unggulan. Tak heran jika desa ini yang sebelumnya sepi, kini menjadi sebuah desa yang begitu ramai dipenuhi turis.
Jika Anda ingin bepergian sendiri, maka terbanglah ke Bandara Charles de Gaulle di
Di lembah ini Anda akan menjumpai Kastil Kathari yang terkenal dalam peristiwa Perang Salib Albigensian (Pembantaian yang dilakukan pasukan Paus terhadap orang-orang Kristen Kathar di Albi), lalu menyusuri jalan yang diapit pegunungan Pyrennes, dan tibalah di sebuah dataran tinggi, maka sampailah Anda di Rennes Le Château. Perjalanan dari Paris ke desa ini bagaikan sebuah perjalanan sejarah, napak tilas dari sejarah Eropa di abad pertengahan. Semua kisah dan misteri berawal dari desa ini, namun entah mengapa, Dan Brown sama sekali tidak menyinggung nama desa ini secuil pun dalam novel The Da Vinci Code.
Source:
Harunyahya.com
Swaramuslim.net
Beberapa Lambang Hexagram,Paganisme
“Bintang Daawud” yang berbentuk Hexagram ini sebenarnya merupakan simbol yang digunakan oleh para Tukang Sihir, penghitung bintang di langit dan para “astronom” kuno yang berasal dari kebudayaan paganisme antara lain di Mesir, Babylonia ataupun kebudayaan-kebudayaan kuno lainnya.
Bahkan sangat disayangkan Bintang Hexagram ini sekarang digunakan pula sebagai logo dari Universitas Islam Negeri (UIN) Gunung Djati Bandung. Allahul musta’aan.
Berikut ini adalah berbagai bukti bahwa simbol Hexagram tersebut sudah ada, bahkan jauh sebelum masa Nabi Daawuud عليه السلام.
1. Simbol bintang Hexagram pada Hindu:





























