Post

Perbedaan Ajaran Yesus dan Ajaran Krsten

AJARAN YESUS:
AJARAN KRISTEN:
 1. Yesus adalah utusan Tuhan (Yesus tidak meminta dirinya untuk disembah dan dipuja).
1. Yesus adalah Tuhan sesuai pernyataan Paulus. 
 
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10:5-6)

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24)

Aku (Yesus) tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yohanes 11:42)

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3) 

Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba
tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya....Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20)

Kamu telah mendengar, bahwa Aku (Yesus) telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa
lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28)
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6) 


Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9) 

NB:
Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit dari antara orang mati, maka ia akan diselamatkan.

Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus lebih dipromosikan sebagai Tuhan dibandingkan dengan Tuhan Allah/Bapa. Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan Allah/Bapa sebagai Tuhan Yang Esa.


 



2. Yesus tidak membatalkan hukum Taurat. 
 
2.Kristen mengutuk hukum Taurat sesuai pernyataan Paulus.
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18)

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19)

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:20) 
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16) 

NB:
Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya (Matius 5:19).










 
3. Penggenapan (nasakh) Yesus terhadap beberapa hukum Taurat. 
3. Kristen membangkang penggenapan (nasakh) Yesus dan menggantinya dengan ajaran baru dari Paulus.
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. (Matius 5:29)

Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. (Matius 5:30)

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, (Matius 5:34) 
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. (Roma 10:4) 
NB:
Kristen sama sekali menolak hukum cungkil mata dan potong tangan sebagaimana diperintahkan Yesus (Matius 5:29-30).




 
4. Yesus disunat pada usia delapan hari sesuai perintah Tuhan. 
4. Kristen tidak mewajibkan sunat sesuai pernyataan Paulus. 
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; (Kejadian 17:10)

haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:11)

Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12)

Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. (Kejadian 17:13)

Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku." (Kejadian 17:14)

Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. (Kejadian 21:4) 
 
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6) 

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19) 
NB:
Sunat adalah manifestasi perjanjian yang kekal antara Allah dengan Abraham dan keturunannya, yang tidak bisa dibantah oleh siapapun!


















 
5. Tidak ada dosa waris dalam ajaran Yesus.
 
5. Kristen mengajarkan adanya dosa warisan dari Adam sesuai pernyataan Paulus.
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20) 

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12) 






 
6. Yesus memerintahkan banyak berwudlu apabila sedang berpuasa dan mengajarkan sujud serta berdoa ketika sedang sujud. 6. Kristen mengajarkan bernyanyi di gereja sesuai perintah Paulus. 
 
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, (Matius 6:17) 

Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39) 

Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan--seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. (Keluaran 40:31-32)      

Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. (Bilangan 20:6) 

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: (Kejadian 17:2-3)
 
dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19) 

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. (Kolose 3:16) 
NB:
Menyanyi di gereja bukanlah ajaran Yesus, tetapi ajaran Paulus (Efesus 5:19).









 
7. Yesus melarang hidup mewah di dunia. 
 
7. Tidak ada larangan hidup mewah dalam ajaran Kristen sesuai pernyataan Paulus. 
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20)  "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan." (Efesus 4:28) 
 
8. Yesus meninggal dunia dibungkus kain kafan.
 
8. Umat Kristen meninggal dunia diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati. 
Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, (Matius 27:59)

Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40) 
Misalnya, meninggalnya Paus Yohanes Paulus II, penyanyi Broery Marantika, dan mantan Menko Ekuin Radius Prawiro. Ketiganya diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati sebelum dikubur. 


 
9. Yesus tidak membatalkan hukum rajam.  9. Tidak ada hukum rajam dalam ajaran Kristen. 
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu (Yesus) tentang hal itu?" (Yohanes 8:5)

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yohanes 8:7) 
Ajaran Kristen menolak hukum rajam, karena ia adalah bagian dari hukum Taurat. Lihat kembali pernyataan Paulus dalam Galatia 2:16 (butir 2 di atas). 
NB:
Kristen sama sekali menolak hukum rajam kepada para pelaku zinah, yang tentu saja ini bertentangan dengan perintah Yesus kepada umatnya (Yohanes 8:7).
10. Yesus tidak membuat agama baru. 
 
10. Kristen adalah agama baru yang lahir pada masa Paulus (setelah masa Yesus).
Lihat kembali pernyataan Yesus dalam Matius 5:17-20 (Butir 2 di atas).

 
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26)


Post

12 ayat Tambahan di dalam Surat Markus 16


Kebobrakan Alkitab
Surat Markus Dengan 1lusin ayat tambahan
Menjadi Gambaran serta bukti yang nyata bagi kita bahwa apa yang di kabarkan dalam Al-Qur'an Dalam Surat Al-Baqarah Ayat79:
"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan"
bukti kebobrokan alkitab,tidak tanggung-tanggung para pengarang injil melakukan Penambahan 12 ayat teahir pada surat Markus 16:
16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
16:2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
16:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
16:4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. 16:5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut,
16:6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
16:7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
16:8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.
16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
16:10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. 16:11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
16:12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. 16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. 16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Bukti Penambahan 12 Ayat Terahir Surat Markus anda bisa melihat didua manuskrip paling tua, yaitu Codex Siniaticus dan Codex Vaticanus
Klik Codex Siniaticus
Klik Codex Vaticanus
Bandingkan dengan Alkitab Online atau Alkitab Online Indonesia Robert W Frank, Roy W. Hoover dan The Jesus Seminar dalam The Five Gospels, The Search for Autentic Words of Jesus sama sekali tidak memuat 12 ayat terakhir ini
Jay E. Adams dalam The Christian Counselor’s New Testament, Membuang Habis 12 ayat ini. setelah ayat 8 dia hanya memberi no 9-20 dengan footnote 1 yang berbunyi:
“these verse are ommited by the better MSS. an alternative shoter ending is found in some” Sumber: https://cristology.wordpress.com/


Post

Kemustahilan Hari Tuhan Di dalam Alkitab(Bible)


Hari Tuhan
Didalam Alkitab di gambarkan sm dengan hari mahluk ciptaanNYA
ketika kita membaca kata "hari" baik dalam Al-Qur'an maupun Alkitab, khususnya yang berkaitan dengan "hari" di sisi Tuhan /Allah SWT , Tentang keberadaaNya(UJUD). Tentu zat yg mempunyai Sifat kodrad- iradad(Kuasa kehendak)Tidak bisa disetarakan dengan Makluk ciptaannya yg tidak lebih hanya sebesar bakteri,ion disisiNYA Namun demikian, dalam uraian singkat di bawah ini kita akan menemukan sebuah konsep "hari" di sisi Tuhan yang amat penting dan prinsipil yang menunjukkan kelogisan dan kemustahilan sebuah catatan kitab suci.
Hari DiDalam AL-QUR'AN
Kita tidak menemukan kejanggalan dalam Al-Qur'an mengenai konsep "hari" di sisi Tuhan. Secara tegas, dua kali Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'anulkarim menyangkut "hari" di sisi-NYA:
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. [QS.Al-Hajj.22:47].
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. [QS. As Sajdah32:5]
Menurut dua ayat Al-Qur'an di atas, satu "hari" di sisi Allah adalah seperti seribu tahun menurut perhitungan manusia. Ringkasnya, menurut Al-Qur'an, konsep "hari" di sisi Allah SWT berbeda dengan konsep "hari" menurut perhitungan manusia dimana satu "hari" lamanya hanya 12 jam saja. Dan ini cukup logis mengingat Allah tidak bertempat tinggal di bumi, tetapi di atas 'Arasy (QS. Ar Ra'd13:2), (QS. Thaahaa 20:5), sehingga tidak perlu "hari"-Nya dihitung berdasarkan terbit-terbenamnya matahari seperti manusia menghitung lamanya hari. Matahari, hanyalah salah satu bintang dari milyaran bahkan trilyunan bintang yang diciptakan-Nya.
HARI TUHAN DALAM ALKITAB
Sebelum menguraikan lebih lanjut mengenai konsep "hari" di sisi Tuhan menurut Alkitab, maka ayat-ayat Alkitab yang berkenaan dengan "hari" Tuhan disuguhkan di bawah ini:
  Kitab Keluaran:
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
(Harap baca juga Kitab Keluaran 31:12-18).
Menurut catatan Alkitab dalam Kitab Keluaran 20:11 di atas, dinyatakan bahwa "enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi dan segala isinya dan Tuhan berhenti bekerja pada hari ketujuh". Karena itulah "Tuhan memberkati hari Sabat (Sabtu) dan menguduskannya".
Tak bisa dibantah lagi, menurut Kitab Keluaran di atas, Tuhan menciptakan langit dan bumi dan segala isinya selama enam "hari" yang lamanya sama persis seperti "hari" menurut perhitungan manusia, yakni 12 jam Sungguh Menggelikan. Dijelaskan dalam ayat-ayat Kitab Keluaran di atas, bahwa "Tuhan berhenti pada hari ketujuh", yakni pada hari Sabat atau hari Sabtu. Sehingga, "enam hari penciptaan langit dan bumi dan segala isinya" adalah Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat.
Jadi, sekali lagi, konsep "hari" di sisi Tuhan menurut Alkitab adalah sama dengan konsep "hari" menurut perhitungan manusia, yakni selama 12 jam saja.
KEMUSTAHILAN HARI TUHAN DALAM ALKITAB
Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, bahwa satu "hari" di sisi Tuhan menurut Alkitab adalah sama dengan satu "hari" menurut perhitungan manusia, maka ayat-ayat Alkitab di bawah ini yang menunjukkan kemustahilan "hari" Tuhan harus disuguhkan berikut ini:
Kitab Kejadian:
1:3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
1:14. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
2:1. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Sebagaimana kita ketahui, bahwa manusia menghitung lamanya "hari" berdasarkan terbit dan terbenamnya matahari terhadap bumi. Terbit dan terbenamnya matahari ini, tidak lain disebabkan oleh perputaran bumi pada porosnya (rotasi) terhadap matahari, sehingga terjadilah apa yang disebut siang dan malam.
Sehubungan dengan hal tersebut, catatan Alkitab dalam Kitab Kejadian di atas menunjukkan kemustahilan "hari" Tuhan dalam Alkitab,yang keberadaan Allah Swt di setarakan dengan kehidupan manusia
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa satu "hari" di sisi Tuhan dalam Alkitab adalah sama dengan satu "hari" menurut perhitungan manusia, maka Kejadian 1:3-5 menunjukkan kemustahilan "hari" Tuhan. Menurut Kejadian 1:5, Tuhan menciptakan siang dan malam pada "hari" pertama, yakni Minggu. Padahal, menurut Kejadian 1:16, matahari, yang menjadi penyebab terjadinya siang dan malam, baru diciptakan pada "hari" keempat atau Rabu. Lebih jauh, bagaimanakah Alkitab menetapkan "hari" pertama (Minggu), kedua (Senin), dan ketiga (Selasa) pada tahapan penciptaan langit dan bumi, sementara matahari baru diciptakan pada "hari" keempat (Rabu)?
Lebih jauh lagi, Tuhan tidak bertempat tinggal di bumi, tetapi di suatu tempat yang tidak dapat dijangkau oleh manusia. Kita bisa membayangkan, betapa luasnya jagat raya ini, ada milyaran bahkan trilyunan bintang atau "matahari" di jagat raya ini. Bagaimana mungkin satu "hari" di sisi Tuhan sama dengan 12 jam seperti perhitungan manusia? Memangnya Tuhan bertempat tinggal di bumi sampai hari kiamat? Menurut banyak ayat dalam Alkitab (al. Matius 5:16), Tuhan bertempat tinggal di sorga. Pertanyaannya, apakah di sorga ada matahari sehingga lamanya "hari" Tuhan sama dengan lamanya "hari" manusia di bumi?
Dengan demikian, maka konsep "hari" Tuhan yang semula dianggap remeh oleh para pembaca Alkitab, sekarang menemukan identitasnya, yaitu bahwa Alkitab sama sekali bukan firman Allah, tetapi merupakan karangan manusia yang masih sangat terbatas wawasannya pada waktu itu khususnya menyangkut ilmu ruang angkasa. Akankah kita beriman pada kemustahilan catatan Alkitab seperti ini?
Catatan:
12 jam adalah perkiraan lamanya waktu dalam sehari di bumi, yang perhitungannya diambil dari zone waktu sepanjang garis katulistiwa.
Hari sabatpun ada dalam Al-Qur’an[Qs Al Baqarah 65 -66 , An Nisa 47, 154 , Al A’raf 163 , An Nahl 124 ]Namun kita Tidak membahas tentang hari sabat /sabtu ,Pembengkangan Bani Israel serta Azab Allah Swt kepada mereka


Post

Kemustahilan Incest Dalam Alkitab


Incest
Kemustahilan Incest Dlm Alkitab
INCEST DALAM AL-QUR'AN
Catatan Al-Qur'an mengenai persoalan incest anak-anak Adam dijelaskan secara umum dan sangat singkat. Mengingat hal ini, ada baiknya kita uraikan persoalan incest tersebut dimulai dari proses kejadian awal manusia (Adam dan Hawa) hingga incest anak-anak mereka:
Pertama, Allah menciptakan Adam dari tanah (QS. Ali'Imran3:59) (QS. Al Hijr 15:28), (QS. Ar Rahmaan 55:14),(QS. Ash Shaaffaat 37:11),(QS. Al Hijr 15:29), (QS. As Sajdah 32:7,32:9).
Kedua, Allah menciptakan Hawa dari diri Adam (QS.An-Nisaa 4:1), (QS. Az Zumar
39:6).
 Ketiga, Adam dan Hawa berinces sebagai suami-istri yang memperkembangbiakkan manusia, laki-laki dan perempuan. Diantara mereka saling berincest sehingga bertambah banyak seperti sekarang ini.
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.." (QS. An Nisaa 4:1)
INCEST DALAM ALKITAB
Sebelum membahas persoalan incest dalam Alkitab, terlebih dahulu perhatikan dan cermati baik-baik ayat-ayat Kitab Kejadian berikut ini:
4:1. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
4:2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
  4:8. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
4:16. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. 4:17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
4:25. Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya."
5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
5:6. Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.
Dari ayat-ayat Kitab Kejadian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
• Nama anak-anak Adam berturut-turut adalah: Kain (laki-laki), Habel (laki-laki), dan Set (laki-laki). •Umur Adam 130 tahun ketika memperanakkan Set (laki-laki). •Umur Adam 235 tahun ketika Set memperanakkan Enos. • Setelah umur Adam 800 tahun, ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Kemustahilan Catatan Alkitab Tentang Incest
Berdasarkan kesimpulan di atas, tanpa bisa dibantah lagi, terdapat dua kemustahilan catatan Alkitab berkaitan dengan incest anak-anak Adam, yaitu:
Pertama, kemustahilan incest Set yang memperanakkan Enos.
Sebagaimana disimpulkan di atas, ketika umur Adam 235 tahun, Set memperanakkan Enos, padahal Adam belum memperanakkan anak perempuan hingga umur 800 tahun. Lalu, dengan siapa Set berincest sehingga memperanakkan Enos? Tentu, ini sebuah kemustahilan catatan Alkitab.
Kedua, kemustahilan incest Kain yang memperanakkan Henokh.
Sebagaimana dijelaskan Alkitab, Adam baru memperanakkan anak perempuan ketika ia berumur 800 tahun. Adam memperanakkan putra ketiganya, Set, ketika ia berumur 130 tahun. Dengan demikian, maka Adam memeperanakkan putra pertamanya, Kain, jauh sebelum umur Adam mencapai 130 tahun.
Jika diasumsikan umur Adam 120 tahun ketika mempertanakkan Kain, dan anak perempuan pertama Adam berumur 20 tahun ketika diambil istri oleh Kain, maka umur Kain ketika berincest dengan istrinya adalah 700 tahun. Sebuah catatan yang tidak masuk akal! Seorang laki-laki normal harus menunggu waktu selama 700 tahun untuk berincest dengan pasangannya.
Lebih jauh, Alkitab mencatat bahwa Kain pergi dan menetap di tanah Nod dan beranak-cucu di sana hingga mendirikan sebuah kota yang bernama Henokh. Dari mana Kain mendapatkan istrinya? Bukankah manusia pertama menurut Alkitab adalah Adam?
Dengan demikian, jelaslah bahwa ayat-ayat Alkitab di atas sama sekali bukan firman Tuhan, karena mengandung catatan kemustahilan yang sangat fatal. Ayat-ayat di atas, tampaknya lebih merupakan penjabaran dari firman Tuhan yang sebenarnya yang telah dicorengkan secara ngawur oleh tangan-tangan jahil Bani Israel dalam Kitab Kejadian.
Pantaskah manusia beriman pada kemustahilan firman Tuhan dalam Alkitab?
Catatan:
Kejadian 5:1-5 adalah berasal dari Sumber P, ayat-ayat selanjutnya sampai dengan Kejadian 5:32 menggunakan Sumber E. Akibatnya, redaksinya menjadi kacau balau dan menimbulkan kontradiksi yang sangat fatal.


Post

Sindrom Kira-Kira Didalam Alkitab


SINDROM KIRA_KIRA
Penyusun -penyusun Alkitab Yg penuh dengan Kebohongan
Para Pengarang Injil Berusaha Meyakinkan para Jemaatnya seolah olah Ayat yg mereka karang Berasal dari wahyu/Firman,Menggunakan Kata-kata"Kira-Kira" menggambarkan ketidak keterkaitan para Pengarang terhadap rentang waktu pengwahyuan Alkitab(bible)kepada Isa.as dengan diri pengarang.
Tuhan ragu-ragu dalam ispirasi wahyu-Nya, sehingga memakai kata dugaan "kira-kira"sungguh hal yang engga bisa di terima oleh akal sehat manusia Maha Segala Maha yg tidak terbatas serta tidak ada sesuatu apapun yg sebanding dengan ALLAH SWT,berfirman dengan kata keraguan yg di gabrakan oleh parah pengarang Alkitab:
Kira-kira jam 3 malam (Matius 14:25, Markus 6:48),
kira-kira jam 3 (Matius 27:46),
Kira-kira jam 3 petang (Kisah Para Rasul 10:3),
Kira-kira jam 4 (Yohanes 1:39), Kira-kira jam 5 petang (Matius 20:6),
Kira-kira jam 5 (Matius 20:9), Kira-kira jam 9 (Kisah Para Rasul 23:23),
Kira-kira jam 9 pagi (Matius 20:3), Kira-kira jam 12 (Lukas 23:44, Yohanes 19:14),
 Kira-kira pukul 12 (Matius 20:5, Yohanes 4:6, Kisah Para Rasul 10:9),
Kira-kira 2 jam (Kisah Para Rasul 19:34),
Kira-kira 3 jam (Kisah Para Rasul 5:7).
Kira-kira 12 orang (Kisah Para Rasul 19:7),
Kira-kira 20 orang (I Samuel 14:14),
Kira-kira 400 orang (I Samuel 25:13, I Raja-raja 22:6, Kisah Para Rasul 5:36),
kira-kira 600 orang (I Samuel 14:2; 23:13).
Kira-kira 1000 orang (Yudas 9:49),
kira-kira dua atau tiga ribu orang (Yosua 7:3),
kira-kira 3000 orang (Yosua 7:4, Yudas 16:27),
kira-kira 3000 jiwa (Kisah Para Rasul 2:41),
kira-kira 4000 orang (I Samuel 4:2, Markus 8:9),
kira-kira 5000 orang (Yosua 8:12),
kira-kira 5000 laki-laki (Matius 14:21, Lukas 9:14, Yohanes 6:10, Kisah Para Rasul 4:4).
Kira-kira 10.000 orang (Yudas 3:9),
kira-kira lima belas ribu orang (Yudas 8:10),
kira-kira 40.000 orang (Yosua 4:13).
Kira-kira 8 hari (Lukas 9:28),
kira-kira 10 hari (I Samuel 25:38),
Kira-kira 3 bulan (Kejadian 38:24, Lukas 1:56),
kira-kira 12 tahun (Lukas 8:42),
kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23),
kira-kira 100 tahun (Roma 4:19),
kira-kira 450 tahun (Kisah Para Rasul 13:20).
Kira-kira 50 kaki (Yohanes 19:39),
kira-kira 200 hasta (Yohanes 21:8),
kira-kira 2000 ekor babi (Markus 5:13),
kira-kira 2 mil (Yohanes 11:18).
ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Kitab itu (Al-Quran) tidak ada keraguan dari padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.(QS. Al-Baqarah(2) : 2


Post

Distorsi Surat Matius 1


Distorsi Matius:1
Pengarang Metius Berusaha membuat silsilah Palsu Tentang Mesias agar Jatuh Ke sosok Yesus lewat bapak Tirinya Yusuf
Ada banyak distorsi yang telah dilakukan oleh pengarang "Injil" Matius (selanjutnya disebut Matius) khususnya yang berkaitan dengan gagasan pemenuhan nubuat akan datangnya sang Juru Selamat. Ditemukan lebih dari 25 (dua puluh lima) distorsi yang berkaitan dengan hal tersebut. Mungkin sekali gagasan Matius dilatarbelakangi oleh ramalan akan datangnya seorang Nabi yang seperti Musa, semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Ulangan berikut ini:
 18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
  18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
 18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims & New Century Version).
 Untuk memenuhi ramalan tersebut dan gagasan-gasanyanya, Matius, yang telah menjadikan Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai salah satu sumber inspirasi karangannya, berusaha meyakinkan pembaca dengan melakukan banyak distorsi dalam tulisannya, yaitu: DISTORSI MATIUS 1: Yesus anak Daud anak Abraham.
 Dalam seluruh literatur manapun di dunia ini yang berkaitan dengan Yesus atau Isa Al-Masih, semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya, telah sepakat bahwa Yesus lahir dari seorang perawan suci bernama Maria. Akan tetapi demi memenuhi gagasannya, Matius menafikkan garis keturunan Yesus melalui bapak tirinya, Yusuf, suami Maria. Ini sesuatu yang menggelikan, bagaimana mungkin seseorang yang bukan darah dagingnya "dipaksa" mengikuti garis keturunan Yusuf demi menyambung tali keturunan dari Daud hingga Abraham.!!   Berikut ini "silsilah Yesus" menurut Matius:
 1:1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
 1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
 1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
 1:4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
 1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
 1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
 1:7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
 1:8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
 1:9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
 1:10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, 1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
 1:12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
 1:13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
 1:14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, v
1:15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
 1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
 1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. Perhatikan Matius 1:17, Matius mengulang-mengulang menekankan 3 rangkaian yang masing-masing terdiri atas 14 keturunan. Jika dijumlah nama-nama tersebut, jumlahnya adalah 41 keturunan, yang seharusnya 42 keturunan jika mengacu pada Matius 1:17 (salah satu rangkaian tersebut berjumlah 13 keturunan). Dari sini saja Matius sudah keliru menuangkan gagasannya. Mengapa Matius membuat-buat 3 rangkaian yang masing-masing  berjumlah 14 keturunan? Jawabannya mudah saja, yaitu sandi numerologis pada huruf2 bahasa Ibrani pada abad pertama Masehi. Sandi numerologisnya terletak pada kata "DAWUD" atau "DAVID". Mengingat huruf Ibrani tidak mengenal vokal, yang ada hanyalah konsonan, maka kata "DAVID" tersebut dalam teks Ibraninya adalah "DVD". Dari sini dapatlah dipecahkan yaitu bahwa huruf "D" adalah huruf ke-4 dalam urutan abjad Ibrani, sedangkan huruf "V" adalah huruf ke-6, sehingga kata "DVD" berarti 4 + 6 + 4 = 14. Jadi, angka 14 inilah yang menjadi inspirasi dan gagasan Matius untuk penyebutan "14 keturunan" dalam Matius 1:17 di atas. Padahal, sebagaimana dapat dibaca, Perjanjian Lama menyebutkan bahwa keturunan Daud yang menjadi raja adalah: (1) Salomo, (2) Rehabeam, (3) Abia, (4) Asa, (5) Yosafat, (6) Yoram, (7) Ahazia, (8) Yoas, (9) Amazia, (10) Azarya (Uzia), (11) Yotam, (12) Ahas, (13) Hizkia, (14) Manasye, (15) Amon, (16) Yosia, (17) Yoyakim, dan (18) Yekhonya. Jadi, ada 18 keturunan sebelum pembuangan orang-orang Yehuda ke Babel. Namun demikian, demi memenuhi gagasannya sebagaimana dijelaskan di atas, pengarang Matius menghilangkan 4 nama: (7) Ahazia, (8) Yoas, (9) Amazia, dan (17) Yoyakim agar berjumlah "14 keturunan", sehingga sesuai dengan gagasannya ketika mengarangnya. Inilah bias/distorsi Matius yang pertama dalam "injil"-nya. Jelas sekali, pengarang Matius ingin menciptakan pandangan bahwa oleh karena keyakinan umat Yahudi tentang "mesias" yang diidam-damkankan kedatangannya itu akan datang dari keturunan Daud, maka Matius membuat daftar "silsilah Yesus" dengan "memaksakan" garis keturunan Yesus melalui bapak tirinya, Yusuf, untuk menyambung tali keturunan hingga Daud. Secara vulgar, Matius membuat "injil"-nya dengan permulaan ayat yang menyatakan bahwa Yesus anak Daud (ayat 1 di atas).
Catatan:

Pengarang Injil Matius Tidak lain berusaha Membuat nubuat Kedetangan "Mesias"
Tersebut Kepada Yesus /Isa as Padahal Nubuat Mesias Yg di janjikan Sebenarnya
Tergambar Pada Sosok Baginda Nabi Junjungan Semesta Alam MUHAMMAD
SALLAHUALAYHIWASSALAM,Semoga Kesejahteraan Selaluh Terlimpakan kepada
beliau,Keluarga,sahabat dan semua Kaum Muslimin.


Post

Distorsi Surat Ibrani


Distorsi Surat Ibrani
Perhatikan KataPada Hari ini
Firman Roh Kudus (Kepada ???)
Penulis Surat kepada Orang Ibrani (disingkat: Surat Ibrani) menyatakan bahwa Yesus lebih mulia dibandingkan dengan Musa, sama seperti ahli bangunan yang lebih dihormati dibandingkan dengan rumah yang dibangunnya, karena Yesus adalah Anak yang mengepalai rumah sedangkan umat-Nya adalah rumah-Nya. Ayat-ayat selanjutnya dikutip di bawah ini.
Surat kepada Orang Ibrani:
3:7. Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya (Yesus),
3:8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,
3:9 di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.
3:10 Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
3:11 sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."
  Penulis Surat Ibrani membuat cerita khayal seolah-olah ayat-ayat di atas merupakan firman Roh Kudus tentang Yesus (Ibrani 3:7). Orang Kristen awam akan cepat menerima tulisan di atas sebagai sebuah pernyataan tentang kemanunggalan Yesus dan Roh Kudus, dimana Yesus dan Roh Kudus secara bersama-sama dinyatakan dalam ayat-ayat Surat Ibrani di atas. Ayat-ayat Surat Ibrani di atas sesungguhnya merupakan ayat-ayat Kitab Mazmur yang dikutip lengkap di bawah ini:
Kitab Mazmur:
95:1. Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.
 95:2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
 95:3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah.
 95:4 Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya.
 95:5 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. 95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
 95:7. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya (Allah)!
 95:8 Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,
95:9 pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.
95:10 Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku: "Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku."
95:11 Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."
Sungguh, telah terjadi sebuah distorsi pesan yang demikian menggelikan! Dengan mengambil bagian akhir dari Mazmur 95:7 dan menggabungkannya dengan Mazmur 95:8-11, tampak seolah-olah ayat-ayat tersebut merupakan firman Roh Kudus tentang Yesus. Padahal, ayat-ayat Mazmur yang dikutip penulis Surat Ibrani sebenarnya berbicara tentang firman Allah kepada Nabi/Raja Daud yang juga merupakan salah seorang rasul Allah kepada umat Israel, yang konon menerima wahyu dalam bentuk Kitab Mazmur.
Perhatikan kalimat "Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya", ia sama sekali bukanlah firman Roh Kudus, tetapi merupakan kata-kata dari penulis Kitab Mazmur, dan ia adalah bagian akhir dari Mazmur 95:1-7 yang mengajak umat Israel untuk menyembah hanya kepada Allah saja


Post

Distorsi Kisah Para Rasul


Distorsi Kisah Para Rasul
Obyek Daut Coba Digantikan dengan Obyek Yesus
Pidato Kemunafikan PETRUS
Konon, pada suatu ketika, Petrus berdiri di antara kira-kira seratus dua puluh orang dan berkata:
"Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." (Kisah Para Rasul 1:16-17).
Petrus mengklaim bahwa pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Yesus merupakan pemenuhan atas nubuat Perjanjian Lama yang konon telah disampaikan Roh Kudus melalui lisan Daud. Kemudian, Petrus pun merujuk potongan ayat Perjanjian Lama yang diduga telah disabdakan oleh Daud:
  "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. (Kisah Para Rasul 1:20).
Ayat-ayat Perjanjian Lama yang dikutip Petrus di atas berasal dari Kitab Mazmur berikut ini:
Biarlah perkemahan mereka menjadi sunyi, dan biarlah kemah-kemah mereka tidak ada penghuninya. (Mazmur 69:26). Biarlah umurnya berkurang, biarlah jabatannya diambil orang lain. (Mazmur 109:8).
Sepintas lalu kutipan Petrus di atas cukup akurat. Namun, jika dicermati, terdapat bias yang jelas, dimana frasa "perkemahan mereka" dalam Mazmur diubah menjadi "perkemahannya" dalam pidato Petrus. Perubahan kata ganti ini dimaksudkan Petrus agar seolah-olah ayat-ayat Mazmur tersebut bernubuat tentang Yudas, padahal, ayat-ayat tersebut sama sekali bukanlah ayat nubuat, tetapi merupakan potongan dari kumpulan ayat-ayat Mazmur yang berisi tentang luapan emosional pribadi Daud kepada Tuhan terhadap orang-orang yang menyakitinya. Tidak ada hal yang cukup spesifik dari ayat-ayat Mazmur tersebut untuk diterapkan kepada Yudas!
Pada kesempatan terpisah, di depan kesebelas rasul dan orang-orang Israel, Petrus menjelaskan bahwa penyaliban Yesus oleh tangan-tangan durhaka merupakan maksud dan rencana Allah, yang kemudian oleh Allah Yesus dibangkitkan kembali dengan melepaskannya dari sengsara maut, karena menurut Petrus tidak mungkin Yesus tetap berada dalam kuasa maut itu. Peristiwa ini, menurut Petrus, merupakan pemenuhan nubuat Perjanjian Lama:
Sebab Daud berkata tentang Dia (Yesus): Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. (Kisah Para Rasul 2:25-28)
Ayat-ayat yang dikutip Petrus di atas berasal dari Kitab Mazmur berikut:
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. (Mazmur 16:8-11)
Kutipan Petrus dari Mazmur di atas cukup sempurna. Namun demikian, ayat-ayat Mazmur tersebut, lagi-lagi, bukanlah ayat nubuat tentang akan datangnya seseorang yang akan mengalami "penderitaan sementara" di dalam kubur, terlebih secara spesifik menunjuk kepada Yesus. Tetapi, ayat-ayat Mazmur di atas sebenarnya merupakan pujian pribadi Daud kepada Tuhan, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Yesus.
Lebih jauh, para penerjemah Alkitab berusaha memaksakan frasa "Orang Kudus-Mu" untuk dipaksakan menunjuk kepada Yesus dengan mengganti inisial "o dan k" (huruf kecil) menjadi "O dan K" (huruf besar-"Orang Kudus-Mu"). Padahal, "orang kudus" yang dimaksud dalam Mazmur di atas menunjuk kepada pribadi Daud sendiri. Lebih jauh lagi, gelar "orang kudus" dalam Mazmur juga melekat kepada orang-orang lain, para sahabat Daud, sebagaimana tersebut dalam ayat Mazmur sebelumnya:
Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku. (Mazmur 16:3)
Jadi, tidak ada sesuatu hal apapun yang cukup spesifik dari Mazmur di atas untuk diterapkan kepada Yesus!
Selanjutnya, Petrus pun masih berkata tentang Daud:
Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. (Kisah Para Rasul 2:30-32)
Petrus mengklaim bahwa seorang dari keturunan Daud yang akan menduduki takhtanya adalah Yesus. Meski Petrus tidak menyebut nama secara langsung, akan tetapi ini bisa secara jelas diidentifikasi dari frasa "kebangkitan Mesias" yang tentu saja maksudnya adalah Yesus. Di sini, Petrus tidak merujuk apapun dari Perjanjian Lama, namun, kita bisa meneliti ayat-ayat Perjanjian Lama tentang kebenaran ucapan Petrus di atas, berikut ini:
TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: "Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu." (Mazmur 132:11-12)
Apabila umurmu (Daud) sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. (2 Samuel 7:12-14)
Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini (2 Samuel 12:24)
Lalu raja Daud menjawab, katanya: "Panggillah Batsyeba." Perempuan itu masuk menghadap raja dan berdiri di depannya. Lalu raja bersumpah dan berkata: "Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan, pada hari ini aku akan melaksanakan apa yang kujanjikan kepadamu demi TUHAN, Allah Israel, dengan sumpah ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku menggantikan aku." (1 Raja-Raja 1:28-30)
Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN. (1 Raja-Raja 6:1)
Lalu raja (Salomo) melanjutkan "Ketika Daud, ayahku bermaksud mendirikan rumah untuk nama TUHAN, Allah Israel, berfirmanlah TUHAN kepadanya: Engkau bermaksud mendirikan rumah untuk nama-Ku, dan maksudmu itu memanglah baik; hanya, bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah itu, melainkan anak kandungmu yang akan lahir kelak, dialah yang akan mendirikan rumah itu untuk nama-Ku. Jadi TUHAN telah menepati janji yang diucapkan-Nya; aku (Salomo) telah bangkit menggantikan Daud, ayahku, dan telah duduk di atas takhta kerajaan Israel.. (1 Raja-Raja 8:17-20)
Dari kutipan ayat-ayat Perjanjian Lama di atas, cukup jelas, bahwa keturunan Daud yang akan menggantikan dan menduduki takhtanya adalah anak kandungnya sendiri, dari istri Batsyeba, yang bernama Salomo, bukan Yesus!
Lebih menggelikan lagi, sebagaimana dikutip di atas, ketika Petrus berkata:
Karena itu ia (Daud) telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia (Daud) mengatakan, bahwa Dia (Yesus) tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. (Kisah Para Rasul 2:31)
Ucapan Petrus tersebut sebenarnya merupakan kutipan ayat yang telah dibiaskan dari Kitab Mazmur berikut:
sebab Engkau tidak menyerahkan aku (Daud) ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu (Daud) melihat kebinasaan. (Mazmur 16:10)
Betapa biasnya perkataan Petrus ini, padahal, sekali lagi, ayat Mazmur tersebut berbicara tentang pribadi Daud sendiri, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Yesus. Benar-benar menggelikan!
Kemudian, Petrus meneruskan pidatonya, bahwa sesudah Yesus ditinggikan oleh tangan kanan Allah ke surga dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan, maka dicurahkan-Nya di depan hadirin. Peristiwa ini, menurut Petrus, merupakan pemenuhan nubuat Perjanjian Lama:
Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (Kisah Para Rasul 2:34:36)
Petrus mengutip ayat-ayat Perjanjian Lama tersebut dari Kitab Mazmur berikut ini:
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu! Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun. TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek." (Mazmur 110:1-4)
Kutipan yang cukup akurat, namun lagi-lagi terjadi bias yang terlalu dipaksakan. Bahwa kata "tuanku" dalam Mazmur di atas sebenarnya menunjuk kepada Daud, karena Mazmur ini jelas sekali ditulis oleh orang lain yang ingin bercerita tentang Daud. Sebagaimana diketahui, Daud adalah seorang nabi, tokoh besar, raja, dan mesias bagi bangsa Israel .(1 Samuel 16:12-13; 2 Samuel 5:1-5; Mazmur 2:2) Jadi, tidaklah heran jika Tuhan berfirman kepada Daud. Akan tetapi, oleh Petrus, para pengarang injil kanonik, dan para penerjemah Alkitab, telah dibiaskan seolah-olah "tuanku" tersebut menunjuk kepada Yesus, sehingga seolah-olah Tuhan berfirman kepada Yesus, hal ini jelas terlihat dengan adanya perubahan inisial "t" (huruf kecil-"tuanku") dalam Mazmur menjadi "T" (huruf besar-"Tuanku") dalam Kisah Para Rasul. Lihat juga perubahan inisial pada kata "musuh-musuhmu" dan "kakimu" dalam Mazmur menjadi "musuh-musuh-Mu" dan "kaki-Mu" dalam Kisah Para Rasul.
Kita tidak tahu persis siapa sebenarnya tokoh yang bernama Petrus ini, yang pasti, Kitab Kisah Para Rasul ini memuat pidato seseorang yang ternyata isi pidatonya tidak bisa diterima kebenarannya, terbukti dari kata-katanya telah membiaskan ayat


Post

Distorsi Surat Yohanes


Distorsi Surat Yohanes
Tentang Yesus naik keledai
Yesus Naik Keledai 
Konon, ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem, mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!" Ayat selanjutnya dikutip di bawah ini:
Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis: "Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai." (Yohanes 12:14-15)
  Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia. (Yohanes 12:16)
Dijelaskan Yohanes dalam kutipan di atas, bahwa naiknya Yesus di atas seekor keledai merupakan pemenuhan atas nubuat Perjanjian Lama. Benarkah demikian? Berbeda dengan Matius yang menyuguhkan dua ekor keledai dalam narasinya, Yohanes tampaknya lebih menguasai gaya bahasa paralelisme Ibrani sehingga ia tidak perlu menciptakan dua ekor keledai dalam narasinya, karena ayat sebenarnya dalam Kitab Zakharia hanya berbicara mengenai seekor keledai. Berikut teks asli dari Zakharia:
9:9. Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai betina, seekor keledai jantan, seekor anak keledai.
9:10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.
Sebagaimana diketahui, paralelisme Ibrani bisa dipahami sebagai pengulangan gagasan yang sama dalam kata-kata yang berbeda, dan sebagai satu keseimbangan dari pelbagai gagasan, dimana pemikiran dalam satu baris ditinggikan, dibandingkan, atau ditekankan dengan pemikiran yang paralel dalam baris selanjutnya. Dengan demikian, maka frasa "seekor keledai jantan, seekor anak keledai" merupakan paralelisme Ibrani untuk penyebutan awal "seekor keledai betina" (Harvey DW [1971]; Kee HC [1971]; Fenton JC [1973]).
Namun demikian, apakah kutipan Zakharia di atas cukup sepesifik untuk diterapkan kepada Yesus yang konon menunggang seekor keledai ketika memasuki Yerusalem? Kita bisa membayangkan ada ribuan orang yang telah memasuki Yerusalem dengan menunggang seekor keledai, dan tidak ada alasan untuk menerapkan keterangan Zakharia tersebut hanya untuk Yesus seorang!
Lebih jauh, ayat selanjutnya dalam Zakharia 9:10 di atas sama sekali tidak cocok diterapkan kepada Yesus, oleh karena Yesus selalu dianiaya oleh bangsa Israel hingga ia harus bersembunyi dari satu tempat ke tempat lainnya. Singkatnya, Yesus tidak pernah memapankan kekuasaan dalam bentuk apapun di tanah Israel!
Jelaslah, bahwa apa yang disuguhkan Yohanes tentang dugaan pemenuhan nubuat di atas, tidak lain adalah sebuah distorsi pesan yang sangat jauh menyimpang!
Catatan:

Sebetulnya persoalan "keledai Yesus" ini persoalan yang sederhana sekali. Perhatikan baik-baik pernyataan Yesus dalam dua kitab berbeda yang kontradiktif berikut ini:
VERSI MARKUS:
"Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini." (Markus 11:2-3)
VERSI MATIUS:
"Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya." (Matius 21:2-3)
Menyolok sekali perbedaan "keledai" di antara Markus dan Matius di atas. Manakah dari kedua "pernyataan Yesus" di atas yang benar? Salah satu dari keduanya PASTI salah!
Perbedaan keledai di atas, lebih disebabkan oleh ketidakmampuan Matius dalam memahami paralelisme Ibrani dalam Zakharia 9:9-10, yang menduga ada dua ekor keledai. Padahal, keledai yang dimaksud dalam Zakharia tersebut sebenarnya ada satu.
Dalam kasus ini, mungkin saja Yesus memasuki Yerusalem dengan menunggang seekor keledai, akan tetapi, hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pemenuhan nubuat Zakharia 9:9-10. Lebih jauh, keledai yang dimaksud Zakharia adalah seekor keledai induk, sedangkan keledai yang ditunggangi Yesus adalah seekor anak keledai (kecuali laporan Matius: keduanya). Karenanya, Markus tidak perlu menghubungkan naiknya Yesus ke atas seekor keledai ini sebagai hal pemenuhan nubuat Zakharia. Menunggang seekor keledai di tanah Israel pada masa itu adalah hal biasa bagi kebanyakan orang Israel. Dengan demikian, maka pernyataan Yesus dalam Markuslah yang bisa dianggap sebagai "orisinal".
Oleh karenanya, bisa dipahami, para sarjana alkitabiah menjadikan Markus (atau mungkin proto Markus) sebagai salah satu sumber penulisan kitab Matius dan Lukas, mungkin juga Yohanes (Jerald F. Dirks [2001]).
Referensi:
Diterjemahkan dari New Rivised Standard Version & New American Bible.


Post

Distorsi Nubuat Lukas


Distorsi Surat Lukas
Kebangkitan Yesus
Kebangkitan Yesus
 Ketika murid-murid Yesus sedang bercakap-cakap dengan teman-teman mereka di Yerusalem, konon, Yesus tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka. Kontan saja, murid-murid dan orang-orang menjadi takut, karena mereka menyangka melihat hantu. Akan tetapi, Yesus berusaha meyakinkan mereka bahwa apa yang mereka lihat bukanlah hantu, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya. Untuk lebih meyakinkan mereka, Yesus menanyakan makanan kepada mereka, kemudian mereka memberi Yesus sepotong ikan goreng dan Yesuspun memakannya di depan mata mereka. Setelah itu, Yesus berkata kepada mereka:
  Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." (Lukas 24:44)
Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (Lukas 24:45)
Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, (Lukas 24:46) Lukas mengklaim, bahwa seluruh nubuat Perjanjian Lama harus digenapi oleh Yesus, sebagaimana pernyataannya yang dinisbahkan ke dalam mulut Yesus dalam Lukas 24:44 di atas. Namun demikian, hanya diselingi satu ayat pendek saja (Lukas 24:45), Lukas, melalui mulut Yesus, membuat pernyataan yang menimbulkan pertanyaan besar, yakni pernyataan Yesus dalam Lukas 24:46.
Terlepas dari persoalan kontroversi tentang penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus, di sini secara tegas Lukas, dalam Lukas 24:46, menyatakan bahwa kebangkitan Yesus dari antara orang mati pada hari yang ketiga merupakan pemenuhan nubuat. Tentu saja, bagi orang awam hal ini bisa semakin menebalkan keyakinan mereka, akan tetapi, yang patut dipertanyakan bersama, dari manakah Lukas mengutip ayat nubuat tersebut, atau, di manakah ada tertulis ayat nubuat tersebut?
Lukas 24:46 memberikan legitimasi yang kuat akan keyakinan adanya kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Akan tetapi, sungguh sangat ironis, ayat nubuat yang dikutip Lukas tersebut, sama sekali tidak ada dalam seluruh naskah Perjanjian Lama! Mungkin sekali, Lukas mengada-adakan sendiri ayat nubuat tersebut yang seolah-olah telah digenapi oleh Yesus untuk dijadikan legitimasi adanya peristiwa khayal kebangkitan Yesus dari dalam kubur.
Pembaca dapat membandingkan sendiri, betapa ironisnya, antara pernyataan Yesus dalam Lukas 24:44 yang konon seluruh nubuat Perjanjian Lama harus digenapi oleh Yesus, dengan pernyataan Yesus dalam Lukas 24:46 yang tidak ada rujukannya sama sekali.
Singkatnya, Lukas memiliki nubuat yang "dikutip" yang sama sekali tidak ada!
Catatan:

Ada sekitar 50 injil tentang Yesus. Empat diantaranya menyebutkan penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus, yakni: Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes, yang kemudian dikenal dengan sebutan Injil Kanonik; sedangkan empat lainnya membantah penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus, yakni: Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung, Perbuatan-Perbuatan Yohanes, dan Barnabas, yang kemudian dikenal dengan sebutan Injil Apokrif.


Post

Mazmur Bukanlah Zabur


Zabur
ayat-Ayat Mazmur Bukanlah ayat Zabur
Wahyu Zabur Kepada Nabi Daut as
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.(QS 4:163)
Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.(QS.17:55)
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya,( QS. 34:10)
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. ,( QS. 6:84)
  Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zaburdan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna. (QS.3:84)
Wahyu Yang Di NODAI
• Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?( QS. 2:75))
• Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. ([QS. 2:79)
• Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui. (QS. 3:78)
Kitab Wahyu yang Diberikan kepada Daud
Daud menjadi raja suku Israel Yehuda sekitar tahun 1013 hingga 1008 SM, dan ditahbiskan sebagai raja Israel, yaitu dari 12 suku Israel, kira2 pada tahun 1006 hingga 1001 SM. Ia melanjutkan kekuasaannya sebagai raja Israel kedua hingga kematiannya pada sekitar 973-969 SMTradisi alkitabiah dan Talmud Babilonia menisbatkan Kitab Mazmur dalam Alkitab kepada Daud Sebagaimana Al-Qur'an merujuk pada salah satu kitab wahyu, yaitu Zabur, yang diberikan kepada Daud orang sering menyamakan bahwa Mazmur adalah Zabur. Bagaimanapun, penyamaan ini agaknya keliru, meskipun boleh jadi Mazmur memasukkan bagian2 tertentu dari Zabur.
Daud dan Baju Besi
Sebagai lanturan sekilas sebelum meneliti kepaduan struktural Mazmur, dinyatakan bahwa Al-Qur'an secara khusus merujuk pada Nabi Daud sebagai pembuat baju besi, yaitu sejenis pakaian untuk pertahanan tubuh. Kronologi tradisional arkeologi Timur Tengah bertentangan dengan klaim tersebut, karena kronologi tradisional menempatkan pemerintahan Daud di garis batas antara Zaman Besi IB dan Zaman Besi IIA, yang mengisyaratkan bahwa penggunaan besi sudah dikenal baik pada zaman Daud. Namun demikian, kronologi tradisional arkeologi Timur Tengah mendapatkan serangan intelektual yang signifikan dari generasi sarjana baru, dan kini diajukan hipotesis bahwa pemerintahan Daud bersesuaian dengan garis2 antara Zaman Perunggu Akhir IIA dan Zaman Perunggu Akhir IIB. Revisi ilmiah mutakhir dalam kronologi arkeologi Timur Tengah ini sesuai dengan Nabi Daud yang menjadi pembuat baju besi dan pelindung tubuh, dan karenanya memberikan dukungan sirkumstansial dan arkeologis bagi pernyataan2 Al-Qur'an dalam hal tersebut.
Struktur Mazmur
Seperti yang muncul dalam Alkitab berbahasa Inggris kontemporer, Mazmur terdiri atas lima "kitab". "Kitab" pertama berhubungan dengan 41 bab pertama atau himne2 individual. "Kitab" kedua mencakup Bab 42 hingga Bab 72. "Kitab" ketiga mencakup Bab 73 hingga bab 89. Dan "kitab" keempat mencakup Bab 90 hingga Bab 106. Akhirnya, "kitab" kelima mencakup Bab 107 hingga Bab150. Masing2 bab yang berjumlah 150 itu dibagi lebih lanjut menjadi ayat-ayat tersendiri. Dalam lima bab yang tersebar ini, seseorang bisa menemukan himnepujian, himne- himne zion, himne- himne penobatan himne, ratapanindividual, ratapan komunitas himne- himne kepercayaan, himnesyukur , himnekerajaan, himnekearifan, liturgy himne- peziarahan, dan sebagainya.
Pembagian dasar menjadi lima "kitab", yang dirangkaikan dengan penisbahan kepada penyuntingan yang dilakukan para pengarang kemudian untuk himne individual, memberikan petunjuk signifikan untuk menguraikan proses kompilasi orisinal Kitab Mazmur. Karena petunjuk2 inilah kita dapat mengidentifikasi empat kitab himne yang berbeda, yaitu kumpulan himne2 individual, yang telah dipadukan pada tahap awal kompilasi Mazmur. Ada empat kitab himne yang dimasukkan:
(1) kitab himne yang dinisbahkan kepada kepengarangan Daud, yang merujuk Allah sebagai Yahweh, karenanya mengikuti tradisi sumber J dari Taurat-yang-diterima
(2) kitab himne yang dinisbahkan kepada para keturunan Korah
(3) kitab himne kedua yang dinisbahkan kepada kepengarangan Daud yang merujuk pada Allah sebagai Ellohim, karenanya mengikuti sumber E dari Taurat-yang-diterima, dan oleh karenanya menunjukkan pengarang yang berbeda dari himne kitab pertama yang dinisbahkan kepada kepengarangan Daud; dan
(4) kitab himne yang dinisbahkan kepada Asaph
Keempat kitab himne-berbeda yang masih ada ini dapat dilihat dari fakta bahwa kitab himne pertama dan kedua yang dinisbahkan kepada kepengarangan Daud ternyata tumpang-tindih: Mazmur 14 diulang sebagai Mazmur 53, dan Mazmur 40:13-17 diulang sebagai Mazmur 70. Oleh karenanya, kita sekarang dapat memahami bahwa "kitab" pertama Mazmur pada dasarnya sama dengan kitab himne pertama yang dinisbahkan kepada Daud, yang dirangkaikan dengan tambahan dari salah satu prolog kemudian, yaitu Mazmur 1. "Kitab" kedua Mazmur pada dasarnya sama dengan kombinasi kitab himne dari para keturunan Korah dan kitab himne kedua yang dinisbahkan kepada Daud. Akhirnya, sebagian besar "kitab" ketiga Mazmur terdiri atas kitab himne Asaph
Tahap awal dalam kompilasi Mazmur ini menghasilkan sebuah kitab yang pada dasarnya sama dengan Mazmur 2-83. Kemudian, dalam tahap kedua kompilasi yang tidak bertanggal, Mazmur 84-89 ditambahkan sebagai apendiks himne2 rakyat, yang belum digabungkan ke dalam kitab Mazmur yang berkembang. Tahap kedua kompilasi ini menggenapi "kitab" ketiga Mazmur. Pada tahap ketiga kompilasi, Mazmur 90-149 ditambahkan, dengan menciptakan "kitab" keempat dan seluruh kitab lain kecuali bab terakhir dari "kitab" kelima Mazmur. Dengan mengelompokkan Mazmur 90-149 menjadi dua "kitab", penyunting tak-dikenal menciptakan sebuah ilusi sejarah untuk lima kitab dari Taurat-yang-diterima, dengan menunjukkan bahwa tahap2 proses kompilasi ini belum genap hingga setelah kompilasi awal Taurat-yang-diterima kira2 pada 400 tahun SM. Dan pada tahap keempat kompilasi, penyunting tak-dikenal menambahkan prolog (Mazmur 1) dan doksologi penutup (Mazmur 150). Singkatnya, kompilasi dari ulasan awal atas Kitab Mazmur yang lengkap ini belum selesai hingga antara 400 dan 200 tahun SM, yaitu, sekitar 570 sampai 770 tahun setelah kematian Daud
Ikhtisar Sangat jelas bahwa Mazmur bukanlah sebuah dokumen tunggal dan utuh. Sekalipun bukti adanya tambal-sulam tidak dapat ditunjukkan dengan cara yang sama ambigunya dengan Taurat-yang-diterima, kemungkinan adanya prosedur tambal-sulam yang digunakan tidak dapat diabaikan begitu saja. Namu demikian, analisis struktural atas Mazmur menyingkapkan bukti yang jelas mengenai adanya pelapisan dan pengombinasian dokumen2 sebelumnya. Lebih lanjut, redaksi dan keterangan editorial, yaitu Mazmur 1 dan 150, dibatasi dengan jelas.
Analisis struktural atas Mazmur menunjukkan bahwa kitab tersebut secara keseluruhan tentunya tidak bisa dinisbahkan kepada kepengarangan Daud. Lebih lanjut, dua bagian utama Mazmur yang dinisbahkan kepada kepengarangan Daud jelas sekali ditulis oleh orang yang berbeda, sebagaimana ditunjukkan oleh kitab himne pertama yang menyebutkan Allah sebagai Yahweh dan kitab himne kedua yang menyebutkan Allah sebagai Ellohim.
Oleh karenanya, sekalipun himne2 yang terisolasi dan individual mungkin sebelumnya diduga ditulis oleh Daud sendiri, analisis struktural atas Mazmur jelas sekali menolak kepengarangan Daud atas kitab itu. Lebih lanjut, terdapat 570 hingga 770 tahun tenggang waktu antara kematian Daud dan kompilasi awal seluruh kitab tersebut. Lebih jauh lagi, versi2 Mazmur yang berbeda, yaitu, teks Masoterik versus teks Aleksandria, baru eksis pada abad2 setelah kompilasi awal seluruh kitab tersebut. Jika kita menerima teks Masoterik yang kira2 muncul pada 895 M sebagai versi "otoritatif" final Mazmur, maka ada tenggang waktu sekitar 1.865 tahun antara kematian Daud dan versi "terakhir" Mazmur. Jelasnya, sumber Kitab Mazmur sebagian besar tidak dikenal, tidak lengkap, dan jelas sudah hancur.
Referensi
(1) A) Duncan GB (1971). B0 Leslie EA (1929a).
(2) Silberman LH (1971).
(3) QS. 4:163; 17:55; 21:105.
(4) QS. 21:79-80; 34:10-11.
(5) Rohl DM (1995).
(6) Mazmur, 8; 9:1-6; 33; 65; 100; 103-105; 111; 113-115; 117; 134-136; 145-150.
(7) Mazmur 46; 48; 76; 87.
(8) Mazmur 29; 47; 93; 95-99.
(9) Mazmur 3-7; 13; 17; 22; 25-26; 28; 31; 35; 38-39; 42-43; 51; 54-57; 59; 61; 63-64;
69-71; 86; 88; 102; 109; 120; 130; 140-143.
(10) Mazmur 12; 44; 58; 60; 74; 79; 80; 83; 90; 106; 123; 126; 137.'
(11) Mazmur 11; 16; 23; 62; 125; 129; 131.'
(12) Mazmur 30; 32; 34; 41; 65-67; 92; 116; 124; 138. (13) Mazmur 2; 18; 20-21; 45; 72; 89; 101; 110; 132; 144.
(14) Mazmur 1; 37; 49; 73; 112; 127-128; 133.
(15) Mazmur 15; 24; 50; 75; 85; 118; 121.
(16) Mazmur 84; 122.
(17) Misalnya, penyunting tidak dikenal menisbahkan Mazmur, 3-9, 11-32, dan 34-41
kepada Daud, Mazmur 42 dan 44-49 kepada keturunan Korah, Mazmur 51-56 dan 68-70 kepada Daud, dan Mazmur 73-83 kepada Asaph. Berkenaan dengan himne2 lainnya
dalam Mazmur, sebagian melakukan dan sebagian lagi tidak melakukan
penisbahan-kepengarangan sebagaimana yang dilakukan oleh penyunting tak-dikenal tersebut. Di
antara mereka yang ditunjuk sebagai pengarang adalah Sulaiman, Musa, Ethan orang Ezrahite, Heman orang Ezrahite, dan Yeduthun. Tiga
nama orang terakhir merupakan para pemimpin kur di kuil Yerusalem.
(18) Pada awalnya, bab2 dari Mazmur merupakan himne2 individual yang digunakan di
Kuil Yerusalem dan tempat2 suci keagamaan lainnya selama perayaan dan
peribadatan. Seiring berjalannya waktu, himne2 ini dikelompokkan menjadi pelbagai macam kumpulan kitab himne.
(19) Kitab himne ini pada dasarnya berkaitan dengan Mazmur 2-41.
(20) Kitab himne ini pada dasarnya berkaitan dengan Mazmur 42-50.
(21) Kitab himne ini pada dasarnya berkaitan dengan Mazmur 51-72.
(22) Kitab himne ini pada dasarnya berkaitan dengan Mazmur 73-83.
(23) Toombs LE (1971).
(24) Toombs LE (1971).


Post

Pengarang Taurat Israel


Ilustrasi
Penyusun J E P D
Orang Yahudi, Kristen, dan Islam sepakat bahwa ada satu kitab wahyu yang diberikan Allah kepada Musa. Kitab itu disebut Taurat. Namun demikian, terdapat beberapa perdebatan ilmiah dalam tradisi Yudeo-Kristen berkenaan dengan zaman Musa. Sebagian sarjana yang menempatkan Musa sebagai pemimpin eksodus bangsa Israel dari Mesir sekitar tahun 1250 SM (atau bahkan 1220 SM). Akan tetapi, bukti internal dari Alkitab menyatakan bahwa eksodus dari Mesir itu terjadi 480 tahun sebelum mulainya pembangunan Kuil Sulaiman pada tahun keempat pemerintahan Raja Sulaiman, semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya.Sebagaimana disepakati di kalangan sarjana bahwa pemerintahan Kerajaan Sulaiman kira2 dimulai pada pertengahan paruh pertama abad ke-10 SM, kerajaan ini menempati eksodus bangsa Israel dan Mesir sekitar tahun 1446 SM. Oleh karenanya, jika kita menerima proses penanggalan Alkitab, maka kehidupan Musa dan kitab wahyu yang diberikan kepadanya waktunya tidak lebih dari abad ke-15 SM.
  Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.(QS.Al-Baqarah 2:41)
Taurat-yang-Diterima
Harus dibedakan antara Taurat yang diberikan kepada Musa, dan Taurat yang terdapat dalam Alkitab kontemporer. Yang pertama, yang bisa disebut Taurat orisinal, merupakan komposisi tunggal dan utuh, meskipun ia mungkin bisa dibagi menjadi beberapa bagian seperti halnya Al-Qur'an. Yang kedua, yang bisa disebut Taurat-yang-diterima, merupakan kompilasi gabungan dan tambal sulam, yang tampil mendekati bentuknya sekarang kira2 pada abad ke-5 atau lebih awal pada abad ke-4 SM, yang seluruh naskahnya baru lengkap kira2 10 abad setelah masa kehidupan Musa. Lebih2, kompilasi Taurat-yang-diterima ini memerlukan waktu setidaknya lima abad, bahkan mungkin lebih.
Taurat-yang-diterima terdiri atas lima kitab biblikal, yang semuanya dikenal sebagai Pentateuch (lima kitab pertama dari Perjanjian Lama), yang masing2 dinamai Kitab Kejadian, Kitab Keluaran, Kitab Imamat, Kitab Bilangan, dan Kitab Ulangan. Kelima kitab ini bukan hanya merupakan komposisi yang tidak tunggal dan utuh, melainkan juga sering kali merupakan kompilasi tambal-sulam dari catatan2 tertulis atau untaian2 literer sebelumnya, yang dikenal oleh dunia kesarjanaan alkitabiah sebagai J, E, P, dan D. Selain itu, sebagian sumber yang tidak bisa diidentifikasi dan ditanggalkan (diidentifikasi dengan tanda "?" dalam hal ini) kadang2 digunakan untuk mengonstruksi Taurat-yang-diterima. Sifat kompilasi tambal-sulam Taurat-yang-diterima ini diikhtisarkan di bawah ini.
Kompilasi Taurat-yang-Diterima
KITAB Sumber-sumber Yang Digunakan
Kejadian J, E, P, ?, ditambah catatan-catatan editorial
Keluaran J, E, P, D, ?, ditambah catatan2 editorial
Imamat P, ditambah catatan2 editorial
Bilangan J, E, P, ditambah catatan2 editorial
Ulangan P, D, ?, ditambah catatan2 editorial
Untaian-untaian Literer
Sifat kompilasi tambal-sulam Taurat-yang-diterima tidak berakhir dengan informasi yang disuguhkan dalam Tabel 1 di atas. Masing-masing untaian literer -- J, E, P, dan D -- itu sendiri merupakan kompilasi tambal-sulam dari sumber2 sebelumnya, baik yang tertulis maupun lisan, yang tidak bisa lagi dipilah dan diidentifikasi secara jelas. Lebih lanjut, setidaknya berkenaan dengan P dan D, untaian2 literer ini telah mengalami perubahan selama rentang waktu yang sangat lama sebelum sampai pada bentuk finalnya, dan oleh karenanya menunjukkan sebuah proses kompilasi berlapis.
Biasanya relatif mudah untuk mengidentifikasi dan mengontraskan empat untaian literer ini atas dasar karakteristik2 literer mereka yang khas. J secara konsisten merujuk pada: Allah sebagai Jahweh; putra kedua Ishak sebagai Israel; gunung Musa sebagai Gunung Sinai; Mesopotamia utara sebagai Aram-naharain; para penduduk Palestina sebagai bangsa Kanaan; dan orang pertama dengan kata ganti bahasa Ibrani "Anokhi". Sebaliknya, E secara khusus merujuk pada: Allah sebagai Ellohim; putra kedua Ishak sebagai Yakub; gunung Musa sebagai Gunung Horeb; dan para penduduk Palestina sebagai bangsa Amori. Sementara itu, P merujuk pada: Allah sebagai Ellohim; Mesopotamia utara sebagai Paddan-aram; gunung Musa sebagai Gunung Sinai; dan orang pertama dengan kata ganti bahasa Ibrani "Ani". Akhirnya, D, yang menunjukkan persamaan-persamaan tertentu dengan E, secara khas merujuk pada: Allah sebagai Ellohim, dan kepada para penduduk Palestina sebagai bangsa Amori
Empat untaian literer yang kemudian menyusun Taurat-yang-diterima berasal dan dikombinasikan selama kurun waktu lebih dari lima abad. Lebih jauh, empat untaian literer tersebut memiliki asal-muasal geografis yang berbeda: J merupakan dokumen Yahudi, sedangkan E dan D pada awalnya muncul di Kerajaan Israel utara. Proses pemunculan dan kombinasi ini diikhtisarkan pada Tabel 2 di bawah ini. Tabel tersebut mengilustrasikan bahwa Taurat-yang-diterima tidak mewarisi sesuatu pun yang mirip dengan bentuknya sekarang hingga kira2 seribu tahun setelah kehidupan Musa.
Kronologi Untaian Taurat-yang-diterima
Waktu Pristiwa
Kira-Kira 950 SM Penyusunan J
Kira-kira 750 SM Penyusunan E
Akhir abad ke-8 SM J dan E dikombinasikan
Abad ke-7 SM Penyusunan Ahir D
Abad ke-6 hingga ke-5 SM Penyusunan P
Kira-Kira 400 SM Penyusunan Taurat Yg di terima
Beberapa Tinjauan atas Taurat-yang-diterima
Hingga kira2 400 tahun SM, proses evolusioner yang akhirnya menghasilkan Taurat-yang-diterima masih berlangsung. J, E, P, D, dan sumber tambahan lain telah dikombinasikan dalam satu kesatuan naskah yang jelas. Namun demikian, berbagai macam versi dari kesatuan naskah ini tetap mengalami perubahan selama abad2 berikutnya. Hingga zaman Yesus pada abad pertama Masehi, setidaknya ada empat versi Taurat yang beredar, termasuk Taurat proto-Masoterik, Samaritan, Aleksandria, dan Palestina.
Teks proto-Masoterik kemungkinan besar bisa ditelusuri hingga sekitar 440 tahun SM, dan agaknya memiliki asal-muasal Babilonia, atau setidaknya banyak dinisbahkan kepada orang2 Yahudi yang nenek moyangnya terlibat dalam peristiwa pembuangan Babilonia pada abad ke-6 SM. Teks ini, yang sudah tidak ada lagi, berubah menjadi teks Masoterik di bawah pengaruh sekte Yahudi Farisi yang dimulai setelah kejatuhan Yerusalem pada tahun 70 M. Ia belum lengkap hingga pengembangan sistem vokal Tiberia yang muncul antara 780 dan 930 M. Manuskrip tertua yang masih eksis dari teks Masoterik adalah teks yang ditulis oleh Musa bar Asher di Tiberias, Palestina, kira-kira pada 895 M, yaitu, kira2 24 abad setelah kehidupan Musa. Teks Masoterik inilah yang digunakan oleh orang2 Yahudi kontemporer sebagai versi Taurat mereka.
Teks Samaritan bisa ditelusuri tidak lebih dari abad ke-4 SM, hingga saat terjadinya skisma antara kaum Samaritan dan kaum Yahudi. Namun demikian, banyak sarjana alkitabiah yang mengemukakan bahwa abad ke-2 SM lebih mungkin sebagai permulaannya. Variasi2 antara teks Masoterik dan Samaritan secara dramatis diilustrasikan oleh fakta bahwa keduanya berbeda satu sama lain di 6.000 (enam ribu) tempat, dimana teks Samaritan sesuai dengan teks Aleksandria (lihat di bawah) dalam kira2 sepertiga tempat dari tempat2 tersebut. Sebagian besar manuskrip kuno dari teks Samaritan yang masih eksis bisa ditelusuri tidak lebih dari abad ke-13 M, yang artinya kira2 28 abad setelah kehidupan Musa.
Teks Aleksandria merupakan teks berbahasa Ibrani yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, dengan maksud menciptakan Septuaginta Yunani yang dimulai pada abad ketiga SM. Teks asli Aleksandria tidak lagi eksis, demikian juga dengan terjemahan awal bahasa Yunaninya. Versi2 kemudian Septuaginta dilestarikan oleh gereja2 Kristen awal, yang menunjukkan bahwa banyak revisi yang dilakukan atas teks tersebut selama 1.000 (seribu) tahun pertama eksistensinya. Seluruh salinan Septuaginta berbeda dalam beberapa rincian penting dari teks Masoterik, Samaritan, maupun Palestina, dan seluruh salinan dari Septuaginta sendiri berbeda antara satu dengan lainnya.
Teks Palestina tidak lagi eksis seluruhnya, dan bahkan belum tentu eksis hingga penemuan Naskah2 Laut Mati di Khirbet Qumran, pada tahun 1940-an. Penemuan2 arkeologis di Qumran telah menyingkapkan sejumlah fragmen teks Palestinian, yang berbeda dalam banyak hal dari teks Masoterik, Samaritan, maupun Aleksandria. Teks Palestinian kadang2 sesuai dengan teks Samaritan, tetapi juga kadang2 sesuai dengan teks Aleksandria.
Ketika menyajikan Taurat-yang-diterima dalam Alkitab berbahasa Inggris kontemporer, yaitu New Revised Standard Version, para sarjana alkitabiah memerhatikan keempat teks tersebut. Para sarjana alkitabiah berusaha merekonstruksi Taurat "orisinal" yang diterima, yaitu Taurat-yang-diterima sekitar 400 tahun SM. Rekonstruksi hipotetik ini didasarkan pada sebuah proses yang menggunakan keempat teks tersebut, kadang2 mengikuti teks yang satu tetapi juga kadang2 mengikuti teks yang lainnya. Pemilihan teks didasarkan pada pertimbangan2 historis, linguistik, dan "dugaan terbaik".
Ikhtisar
Taurat-yang-diterima bukanlah sebuah dokumen tunggal dan utuh. Ia kompilasi tambal-sulam (utamanya J dan E) dengan pelapisan2 tambahan (utamanya D dan P). Sementara Musa, penerima wahyu asli, yang diduga merepresentasikan Taurat, hidup tidak lebih kemudian daripada abad ke-13 SM, dan kemungkinan hidup pada abad ke-15 SM, sementara Taurat yang diterima bisa ditelusuri waktunya pada masa yang jauh lebih kemudian. Substrata tertua Taurat-yang-diterima yang bisa diidentifikasi yaitu J, bisa ditelusuri waktunya tidak lebih dari abad ke-10 SM. Substrata lain Taurat-yang-diterima bisa ditelusuri waktunya hingga abad ke-8 SM, yaitu E, abad ke-7 SM, yaitu D, dan abad ke-6 hingga ke-5 SM, yaitu P. Lebih jauh, substrata2 yang berbeda ini belum dikombinasikan menjadi Taurat-yang-diterima hingga kira2 400 tahun SM, yang berarti sekitar 1.000 (seribu) tahun setelah kehidupan Musa.
Selanjutnya, Taurat-yang-diterima tidak pernah distandardisasi secara total, setidaknya dengan empat teks berbeda yang eksis pada abad pertama Masehi, yang berarti sekitar 1.500 tahun setelah kehidupan Musa. Selain itu, jika kita menerima teks Masoterik sebagai teks paling "resmi" Taurat-yang-diterima, maka manuskrip tertua bisa ditelusuri waktunya hingga kira2 tahun 895 M, yang berarti sekitar 2.300 tahun setelah kehidupan Musa. Singkatnya, meskipun Taurat-yang-diterima mungkin mengandung beberapa bagian dari Taurat asli, tetapi sumber Taurat-yang-diterima itu telah hancur, sebagian besar tidak diketahui, dan dengan cara apa pun tidak bisa ditelusuri kembali hingga ke zaman Musa.
Catatan Kaki:
1. Duncan GB (1971)
2. Leslie EA (1929a)
3. Raja-raja I, 6:1
4. A) Simpson DC (1929). B) Leslie EA (1929a). C) Rohl DM (1995). D) Duncan GB (1971). E) Herbert G
(1962). F) Finegan J (1952). G) Terrien (1964). H) Wright GE (1960). I) Beck HF (1971). J) Asimow (1968). K)
Noth M (1960).
5. A) Duncan GB (1971). B) Leslie EA (1929a). C) Hyatt JP (1971).
6. Sumber2 yang digunakan untuk mengonstrusi Tabel 1 adalah: A) Marks JH (1971). B) Gray J. (1971).
C) Milgrom J. (1971). D) Guthrie HH (1971). E) Gottwald NK (1971).
7. A) Milgrom J. (1971). B) Gottwald NK (1971).
8. A) Marks JH (1971). B) Robinson TH (1929). C) Eiselen FC (1929). D) Gottwald NK (1971).
9. Sumber2 yang digunakan untuk mengonstruksi Tabel 2 adalah: A) Duncan GB (1971). B) Hyatt JP (1971).
C) Mark HJ (1971). D) Robinson TH (1929). E) Eiselen FC (1929). F) Leslie EA (1929a).
10. A) Reumann J. (1971). B) Sarna NM (1998).
11. A) Reumann J. (1971). B) Sarna NM (1998).
12. Reumann J. (1971).
13. Stegemann H (1998).
Sumber: "Salib di Bulan Sabit", karya: DR. Jerald F. Dirks, 2003.


Translate

© Copyright 2013 ujan tampear powered by Blogger |