Post

Kristenisasi Warisan Paulus Crew

ROMA 16: 1 Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea, 2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri. 3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. 4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. 5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.
  6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu. 7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku. 8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. 9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi. 10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus. 11 Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan. 12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. 13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu. 14 Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka. 15 Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka. 16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus. 17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. 19 Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. 20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu! 21 Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa. 22 Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini. 23 Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. 24 (Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.) 25 Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, --menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, 26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman-- 27 bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin. Inilah warisan yang coba dijalankan oleh para mesionaris untuk untuk merubah manusia menuju kesesatan,atas dasar apa ayat-ayat tersebut bisa dikatakan sebagai wahyu tuhan?yang tidak lebih dr sepucuk surat dengan tujuan menjalankan misi terorganisasi dalam menyesatkan manusia pada waktu itu,banyak sekali link/website/blog yg coba memberikan gambaran akan sosok paulus,dihadirkan dengan gambaran gambaran meyakinkan tentang keberadaanya,kejujurannya,hidup dizaman yesus,misi kerasulan dan pengorbananya padahal itu semua (ANJING YG TERBUNGKUS DOMBA)jikalau kebenaran yg paulus crew bawah tentu mereka tidak berusaha menghindar terhadap orang-orang yg msh menjalankan risalah injil dibawakan oleh ISA ALMASI.Celakanya dari hampir semua Isi Karangan Paulus berusaha menghadirkan Pihak ke tiga sebagai pembenaran risalah setan yg ia bawakan tersebut dengan melibatkan "KATA YESUS" sungguh hal yg Menjijikan dr ayat ayat karangan paulus di coba dimasukan sebagai alat untuk melengkapkan injil dimana hampir semmua karangannya membantah semua wahyu yg di bawakan oleh mesias isa,Penolakan paulus/doktrin Paulus yg berusaha membatalkan isi taurat ternyata berhasil dan mampuh merubah masarakat pada waktu itu menuju kesesatan yg tidak lebih dr sekte Paganisme. Misi kristenisasi mulai merajalelah hampir semua muka bumi,Doktrin-Doktrin Paulus yg memberikan kemudahan kepada penganutnya sungguh mendapat antusias yg banyak,Misi misi kesesatan tersebut coba di jalankan dalam beberapa jamaat yg terorganisasi,sudah bukan hal yg rahasia lg misi kristenisasi itu bagi kaum muslimin karena beberapa bukti terucap dr mantan para Penginjil/Pendeta yg di panggil menuju jalan kebenaran "Kisah para Mualaf" Tahap-tahap Kristenisasi Untuk mewujudkan misi mereka,mendirikan gereja, mereka bisa melakukan apa saja. Sebagaimana sudah kita kenal, misi Kristen diemban dengan melakukan berbagai cara tipu muslihat,sumbangan sosial biasanya misi tersebut di arahkan kepada org-org miskin. dan kejahatan lainnya Untuk mengkristenkan seseorang, bahkan cara ‘Memacari–Menghamili–Menikahi’ sudah maklum bagi mereka. Seperti itu pula cara untuk membangun gereja. Mereka bisa memalsukan tandatangan, menyogok aparat, mengadu-domba ormas Islam dan memfitnah para tokoh. “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (Q.S. Al Baqarah [2] : 109)


Post

Kebohongan Paulus Tarsus

"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang (Yahudi & Kristen) yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: 'Ini dari Allah', untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS. 2:79) Paulus, seorang dari Tarsus (di Turki), kaki tangan penjajah Romawi dan Yunani atas bangsa Palestina, adalah PEMBOHONG nomor wahid dalam ajaran Yesus, yang telah menyesatkan sebagian umat manusia. Ajarannya, kemudian dikenal dengan sebutan "Kristen". Ajaran Kristen dan Gereja, sama sekali bukan dan tidak pernah diajarkan oleh Yesus! Seluruh surat2 Paulus yang berjumlah 14 kitab, yang tergabung dalam Perjanjian Baru, adalah BOHONG BESAR! Agama Kristen, kelahirannya dibidani oleh Paulus dalam GALATIA:
  2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. Paulus, sama sekali bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus! Bahkan, Paulus pun tidak pernah bertemu dengan Yesus! Paulus adalah seorang penyesat ajaran Yesus demi kepentingan penjajah Romawi dan Yunani yang menguasai Palestina. Ia bukanlah orang dimana Yesus mengemban misinya. Namun demikian, setelah terangkatnya Yesus ke langit, ia mengaku2 sudah bertobat dan mengaku2 sebagai rasul. Padahal, Yesus tidak pernah menyebut, menunjuk, mengenal, mengangkat, dan melihat manusia yang bernama Paulus dari Tarsus! Bahkan, ciri2nya pun Yesus tidak pernah menyebutkannya! Kecuali namanya dipromosikan melalui kitab propaganda karangan pengarang "Lukas" yang diberi nama "Kisah Para Rasul" (nama versi Alkitab Indonesia). Seluruh ajaran Paulus bertentangan dengan misi dan tugas kerasulan Yesus yang terbatas hanya untuk umat Israel. Jika kita bahas seluruh ajaran Paulus ini, rasanya terlalu membuang2 waktu, karena akan memakan tulisan yang sangat melelahkan untuk dibaca. Di sini, kami hanya menyuguhkan beberapa ajaran Paulus saja yang kami rasa cukup mewakili atas semua kebohongan ajaran Paulus Tarsus. Berikut ini kami suguhkan kebohongan fundamental ajaran Paulus terhadap ajaran Yesus dalam GALATIA: 1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. 1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. 1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. 1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. 1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. 1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. 1:19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. 1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. 1:21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. 1:22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. 1:23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. 1:24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku. Dari tulisan tangan Paulus di atas, terdapat tiga fakta fundamental kebohongan Paulus: 1. Paulus mengaku menerima Injil bukan dari manusia, tetapi dari Yesus (ayat 12). Injil yang bagaimanakah yang diterima Paulus dari Yesus ini? Mengapakah Paulus tidak menunjukkannya kepada umat manusia? Jika injil yang dimaksud adalah keempat injil kanonik, bukankah keempat injil kanonik ini ditulis oleh masing2 pengarangnya jauh setelah terangkatnya Yesus ke langit? Pernyataan Paulus ini tidak lain hanyalah isapan jempol semata, tanpa bukti, dan mengada2 !!! 2. Paulus mengaku2 menerima wahyu dari Yesus untuk memberitakan ajarannya kepada bangsa2 non Yahudi (ayat 16). Sebagaimana tersurat dalam injil2 kanonik, Yesus diutus Allah hanya untuk umat sesat Israel. Jadi, bagaimana mungkin Paulus menerima wahyu dari Yesus, sementara Yesus sendiri hanya seorang rasul utusan Allah? Pernyataan ini juga tidak lain hanyalah isapan jempol, tanpa bukti, dan mengada2! Silahkan baca: Misi Kerasulan Yesus! 3. Lebih jelas, Paulus sendiri mengakui kalau rupanya tidak dikenal oleh orang2 Kristen Yudea (ayat 22), yaitu sebuah wilayah di Palestina selatan yang dihuni oleh orang2 Israel keturunan Yehuda, tempat dimana Yesus mengemban misinya. Bagaimana mungkin seorang rasul utusan Yesus tidak dikenal oleh umat Israel dimana Yesus dibesarkan dan mengajarkan ajarannya? Lebih jauh, kecuali hanya sedikit, umat Israel tidak pernah mengakui Yesus sebagai nabi atau pun Tuhan! Bahkan, saking jengkelnya mereka, Yesus pun diburunya dan "dibantai" di tiang salib! Dari sini, kita bisa melihat bahwa umat Israel tidak mungkin menerima Paulus, oleh karena ia bukan dari golongan umat Israel, melainkan seseorang dari bangsa lain. Pernyataan Paulus ini membuktikan bahwa ia sama sekali bukan dan tidak pernah bahkan tidak mungkin menjadi murid Yesus! Lebih jauh lagi, sebenarnya Paulus telah mengada2kan sendiri kesaksiannya yang seolah2 orang2 Yudea tersebut beragama Kristen, padahal orang2 Yudea adalah orang2 Israel yang beragama Yahudi yang lantang menolak Yesus! Kalau begitu, siapakah yang mengajarkan Kristen kepada orang2 Yudea? Bukankah Paulus sendiri ditolak? Benar2 isapan jempol! Terlalu jelas, bagaimana Paulus mengada2kan sendiri ajarannya dengan mengaku2 menjadi rasul yang diutus oleh Yesus. Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa seluruh ajaran Paulus ini bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus, yakni menegakkan hukum Taurat dengan menggenapinya dengan Kitab Suci Injil. Berikut pernyataan Yesus menurut MATIUS: 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Menurut ayat2 di atas, Yesus datang bukan untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi hanya untuk menggenapinya (melengkapinya). Bahkan, Yesus mengancam kepada umat Israel, jika kehidupan agama mereka tidak lebih baik dari ahli2 Taurat dan orang2 Farisi, mereka tidak akan masuk kerajaan surga. Perlu dijelaskan, bahwa ahli2 Taurat dan orang2 Farisi adalah kelompok masyarakat Israel yang selalu menentang dan mencari2 kesalahan Yesus, karena mereka menolak kerasulan Yesus. Untuk mempersingkat, berikut ini kami suguhkan beberapa kebohongan ajaran Paulus yang nyata2 bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus: 1. KEBOHONGAN PAULUS 1: Yesus adalah Tuhan. 1 KORINTUS 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. Menurut ayat karangan Paulus di atas, Yesus adalah Tuhan. Padahal, Yesus sama sekali bukan dan tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan! Kata2 Yesus dalam injil2 kanonik justru menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang utusan Allah kepada umat Israel. Silahkan baca: Bantahan Ketuhanan Yesus 1. ULANGAN 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. MATIUS 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." MARKUS 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. 2. KEBOHONGAN PAULUS 2: Sunat tidak penting. GALATIA 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. 1 KORINTUS 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. Menurut ajaran Paulus di atas, sunat itu tidak penting dan tidak punya arti, yang penting adalah iman dan mentaati hukum2 Allah. Hukum2 Allah yang bagaimanakah yang dimaksud Paulus ini? Menurut Kitab Kejadian berikut ini, sunat adalah salah satu hukum Allah yang paling penting bagi umat Israel, dan WAJIB dilaksanakan oleh umat Israel terhadap seluruh orang laki2. Jika menolak, maka orang itu harus dibunuh! Bahkan, Yesus pun disunat (LUKAS 2:21). KEJADIAN 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku." 3. KEBOHONGAN PAULUS 3: Salib menebus dosa. GALATIA 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Yesus disalib adalah untuk menebus dosa2 manusia. Ajaran yang sangat sesat dan tak berdasar! Ajaran Paulus ini bertentangan dengan ajaran Taurat dan Yesus berikut ini: YEHEZKIEL 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. MARKUS 10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga MATIUS 19:14). Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing2. Bahkan menurut Yesus sendiri, anak2 adalah pemilik kerajaan surga, yang berarti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Bagaimana mungkin anak2 yang suci tanpa dosa harus ditebus dosanya? Ini adalah ajaran Paulus yang paling ngawur! 4. KEBOHONGAN PAULUS 4: Segala sesuatu halal. 1 KORINTUS 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun. Pernyataan Paulus di ataslah yang menjadi dasar pola hidup freesex dan mabuk2an di negara2 Barat. Padahal, Tuhan mengharamkan zinah dan memerintahkan agar para pelakunya dilempari batu sampai mati (IMAMAT 20:1-27 dan ULANGAN 22:13-30); Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras (IMAMAT 10:9); Tuhan mengharamkan beberapa binatang termasuk babi (IMAMAT 11:1-47 dan ULANGAN 14:3-21); Tuhan mengharamkan darah (IMAMAT 17:12); Beberapa hal termasuk sperma adalah najis (IMAMAT 15:1-34); Laki2 yang keluar sperma atau campur dengan istri, keduanya harus mandi wajib (IMAMAT 15:16-18); Tuhan mengharamkan riba (ULANGAN 23:19-20); Yesus memerintahkan potong tangan/kaki bagi pencuri (MATIUS 5:30; 18:8 dan MARKUS 9:43,45); Yesus memerintahkan cungkil mata bagi laki2 yang yang mengingini perempuan bukan istrinya (MATIUS 5:29; 18:9 dan MARKUS 9:47); Yesus memerintahkan rajam bagi pelaku zinah (YOHANES 8:7); dan lain-lain.


Post

Tipu Daya Paulus Tarsus 1

Saul (Hakham Yahudi) ataukah Paulus sang Rasul? Paulus sang Rasul (3 M - 62 M): Nama Ibraninya adalah Saul. Seorang penduduk Roma yang beragama Yahudi, lahir pada tahun 3 masehi di kota Tarsus di sebelah selatan Turki, dari kedua orang tua Yahudi keturunan Ibrahim. Ayahnya adalah orang Persia keturunan Benyamin anak Yakub (Israel) (Roma 11:1). Paulus sendiri tidak meyakini ketuhanan Al-Masih. Dia juga memandang para pengikut Al-Masih hanya sebagai ancaman agama dan politik terhadap negara. Oleh karena itu dia menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat pedih dan mengusir mereka baik di dalam ataupun di luar Yerusalem (Al-Quds). Dalam perjalanannya dari Yerusalem menuju Damaskus untuk menangkap orang-orang Kristen yang kabur dari Yerusalem, dia berkata bahwa Al-Masih telah menampakkan diri kepadanya dan menuntunnya ke jalan iman kepadanya (Kisah Para Rasul 22:1-11), dan sejak saat itu Paulus memikul tugas menyebarkan ajaran Kristen, yang mana dia menulis empat betas surat (dengan asumsi bahwa dia adalah penulis surat kepada kaum Ibrani) yang seluruhnya dimasukkan ke dalam Alkitab dan dijadikan landasan di masa yang akan datang -melalui keputusan Dewan Gereja Umum- pembentukan agama Kristen seperti formatnya yang sekarang ini. Sampai-sampai julukan agama Kristen berubah menjadi Al-Masihiyyah Paulus (Kristen Paulus).
  Paulus berpindah-pindah tempat pada saat penyebaran ajaran Kristen ke beberapa negara (Cyprus, Antiokhia, Yerusalem, Syria, dan Roma), hingga dia mati terbunuh di Roma pada 22 Februari 62 Masehi (Ensiklopedia Encarta). Pendapat lain mengatakan bahwa dia mati pada peristiwa terbakarnya Roma di masa pemerintahan Nero pada bulan Juli 64 Masehi (Kamus Alkitab. Kamus Alkitab juga menyebutkan pendapat Ensiklopedia di atas). Pada saat itu, kota Tarsus, kota di mana Paulus dibesarkan, merupakan pusat perkembangan ilmu dan filsafat Stoicisme (ketenangan), yang memfokuskan ajaran-ajarannya pada akhlak, dan aliran Panteisme (Wihdatui wujud). Pengaruh aliran pemikiran tersebut tampak jelas dalam berbagai ungkapan Paulus tentang dasar-dasar ajaran Kristen, seperti yang dijelaskan dalam kamus Alkitab (Halaman: 196). Ini berarti bahwa Paulus memiliki latar belakang budaya filsafat Yunani, dan juga budaya Yahudi (Perjanjian Lama) karena dia orang Yahudi. Kami akan memulai dengan menggambarkan Paulus tentang dirinya dalam suratnya kepada penduduk Roma, dia berkata: [1] Dan Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul (apostle) dan dikuduskan (separated) untuk memberitakan Injil Allah. (Roma 1:1) Dapat kita perhatikan ayat di atas, bahwa ungkapan Yang dipanggil menjadi rasul berarti bahwa kata rasul adalah ungkapan Paulus sendiri. Ini tidak sama artinya dengan kata Rasul untuk Nabi Musa. Bisa jadi maksudnya apostle dalam bahasa Inggris yang juga berarti murid (hawariy) bukan seorang nabi -seperti yang disebutkan dalam teks King James dalam bahasa Inggris- ini merupakan kata yang tepat di dalam menggambarkan hakekat Paulus yang menyatakan bahwa dia adalah seorang murid dan bukan seorang nabi. At-Tafsir At-Tathbiqi li Al-Kitab Al-Muqaddas, halaman 2373 menjelaskan arti ayat di atas, "Ketika Paulus seorang Yahudi yang fanatik dan yang suka menindas orang-orang Kristen itu beriman maka Allah menggunakannya untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia." Demikianlah! Sebenarnya Paulus tidak memiliki risalah khusus. Bahkan tugas utamanya hanya terbatas (menurut pemahamannya) dalam penyebaran kabar gembira dan Injil, seperti yang dikatakannya: [19] Oleh kuasa tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat dan oleh kuasa roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem ke llirikum, aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. (Roma 15:19) Arti tersebut dipertegas kembali dalam ayat berikut ini: [16] Kuulangi lagi: Jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya aku pun boleh bermegah sedikit. [17] Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai orang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. (2 Korintus 11:16-17) Seperti yang kita lihat, bahwa ini adalah ayat yang menegaskan bahwa Paulus bukanlah seorang rasul atau nabi, namun dia berusaha untuk masuk ke dalam golongan nabi, tanpa wahyu. Paulus pun mengakuinya secara terang-terangan (Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai orang bodoh) maksudnya adalah bahwa perkataannya bukanlah wahyu, tapi hanya sekadar kebodohan dirinya, dan dia berhak untuk bangga dengan kebodohannya, seperti yang tertulis dalam terjemahan modern dari ayat tersebut [16] Aku mengatakannya sekali lagi: Jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya aku bisa berbangga diri sedikit. (2 Korintus 11:16) Paulus berusaha mengangkat dirinya sendiri, dengan mengaku bahwa dia tidak jauh berbeda dengan seorang rasul yang memiliki keistimewaan, meskipun dirinya sendiri tidak berarti apa-apa, dan meskipun dia membanggakan kebodohannya secara terang-terangan. [11] Sungguh aku telah menjadi bodoh, tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu. (2 Korintus 12:11) Terjemahan terbaru Alkitab memperjelas arti ayat tersebut, [11] Sungguh aku telah menjadi bodoh, tetapi kamulah yang memaksa aku. Sebenarnya kamu harus memujiku. Karena aku tidak berbeda dalam segala hal dengan rasul-rasul yang luar biasa itu. (2 Korintus 12:11) Seperti yang kita lihat bahwa Paulus mengakui kebodohannya secara terang-terangan, meskipun demikian dia berusaha untuk mendapatkan simpati dan pujian dari masyarakat (Sebenarnya kamu harus memujiku...). Tidak hanya itu, bahkan terkadang dia berbicara seperti orang gila, ketika dia menjelaskan bahwa dia adalah pelayan utama Al-Masih dan terbaik, karena dia lebih banyak memikul beban. [22] Apakah mereka orang lbrani? Aku juga orang Ibran. Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham. [23] Apakah mereka pelayan Kristus? -Aku berkata seperti orang gila- aku lebih lagi! Aku banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. (2 Korintus 11:22-23) Tidaklah benar bahwa Paulus terpaksa mengatakan hal itu, karena orang-orang ragu dengan risalah yang dibawanya. Dalam kondisi apa pun, seorang rasul tidak dibenarkan berbicara seperti orang gila. Bagaimana mungkin orang-orang akan mempercayai perkataan orang gila? Paulus berpendapat bahwa dirinya tidak jauh berbeda -sama sekali- dengan para rasul yang memiliki kelebihan, meskipun dia mengakui bahwa dirinya bodoh dan tidak berarti apa-apa! Dan Paulus terus meyakini hal itu, meskipun dia tidak pandai dalam berkata-kata. [5] Tetapi menurut pendapatku sedikit pun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu. [6] Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan dalam segala hal. (2 Korintusl 1:5-6) Paulus berusaha mencari dukungan orang-orang, meskipun harus membayar mahal, rneskipun dia harus melepaskan keyakinan Kristennya, dia rnengatakan: [19] Sungguhpun aku bebas dari semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. [20] Demikianlah bagi orang Yahudi aku seperti orang Yabudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. [21] Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup diluar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. (1 Korintus 9:19-21) Ini merupakan ayat yang merefleksikan filsafat Paulus secara umum, dia membaca dengan cara apa saja, dan melalui agama apa saja, demi mendapatkan daya tarik masyarakat dan popularitas mereka (Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat), dia berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan semua resiko, meskipun dia harus tampil seperti penyembah berhala! Secara jelas terlihat bahwa pemikiran tersebut bukanlah wahyu Tuhan, jika hal itu ditinjau dari segala aspek. Wahyu Tuhan yang benar (Perjanjian Terbaru) haruslah terbebas dari penerimaan dan penolakan manusia terhadap rasul. Yang wajib dilakukan oleh rasul, hanyalah membawa agama yang benar saja, tanpa melihat apakah agama yang dibawanya diterima oleh masyarakat atau tidak. Bukanlah sikap yang dapat dibenarkan, jika seorang rasul membaca sesuai dengan keinginan suatu kelompok, karena hal yang demikian itu dapat menghilangkan esensi agama dalam tabligh Ilahi. Inilah firman Allah yang khusus diberikan kepada setiap rasul, "Jika kamu berpaling, maka sungguh telah kusampaikan kepadamu petunjuk yang aku diutus untuk menyampaikannya. Dan Tuhanku akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain dan kamu tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 57) Maksud ayat di atas adalah, jika mereka berpaling atau menantang para nabi dan rasul, maka hendaknya nabi/rasul itu mengatakan kepada mereka, "Aku telah menyampaikan apa yang telah ditugaskan kepadaku untuk kalian semua, jika kalian mengambilnya, maka itu adalah sebuah keberuntungan bagi kalian, dan jika kalian meninggalkannya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menggantikan kalian dengan sebuah kaum yang lain, lalu mengadzab kalian, kalian juga tidak akan pernah membuat mudarat kepada-Nya, meskipun kalian meninggalkannya." Ayat-ayat Al-Qur'an yang berkenaan dengan hal tersebut silih berganti, untuk menjelaskan kepada kita, bahwa ketika manusia menantang sesuatu yang disampaikan oleh rasul, maka tidak ada kewajiban bagi rasul itu, kecuali menyampaikan saja. Firman Allah, "Dan jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan dengan terang." (An-Nahl: 82) Pemikiran matematis dan redaksi hokum pun terus menetang hal yang terkait dengan maksud di atas, Allah berfirman, "Jika mereka berpaling, maka katakanlah: Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian terus terang. Dan aku tidak mengetahui apakah ancaman itu sudah dekat atau masih jauh? Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan. Dan aku tiada mengetahui boleh jadi hal itu (penundaan adzab) cobaan bagi kamu atau menjadi kesenangan sampai kesuatu waktu. (Muhammad) berkata: Ya Tuhanku berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami adalah Tuhan yang Maha Pemurah lagi yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan. "(AI-Anbiyaa': 109-112) "Jika mereka berpaling, maka katakanlah: Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian terus terang" Artinya: Jika mereka menantangmu, maka katakanlah kepada mereka -sekarang juga- kita akan berpisah setelah sama-sama mengetahui kebenaran, agar mereka memikul dosa-dosa mereka sendiri. Saya berharap para agamawan Kristen membandingkan redaksi ini dengan redaksi yang yang dikatakan oleh Paulus sang rasul yang bodoh, plin-plan, dan munafik, yang berbicara seperti orang gila, menurut pengakuan dirinya sendiri. Di dalam Al-Qur'an, kata "berpaling" disebutkan sebanyak 33 kali. Kata tersebut telah membuat diri kita tertunduk menangis kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena kita lalai dalam melaksanakan hak-Nya. Oleh karena itu misi yang dibawa oleh rasul, hanyalah sebatas melaksanakan perintah Allah semata, dan hanyalah melaksanakan tugas tersebut dengan ketekunan dan kekhusyu'an, hingga pada tingkatan bergetarnya jiwa dan raga secara bersamaan, seperti firman Allah kepada rasul-Nya, "Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik." (Al-Hijr: 94) Inilah sebuah perintah yang dapat menggetarkan rasul dan para pengikutnya, sehingga hati dan lisan pun sulit mengungkapkan kalimat "Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan", yang tidak mungkin bagi kita memahami arti kalimat tersebut, kecuali setelah menghubungkannya dengan firman Allah, yang menggambarkan refleksi turunnya wahyu kepada gunung-gunung, firman Allah, "Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur 'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpainaan-perurnpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berftkir." (Al-Hasyr: 21) Biarkanlah para agamawan Kristen merenungi kalimat "supaya mereka berfikir" maksud ayat tersebut! Pertanyaan yang terlontar sekarang! Apakah Nabi Muhammad berusaha mencari kemuliaan diri dan menarik simpati orang lain, seperti yang Paulus lakukan? Inilah firman Allah di dalam Al-Qur'an, "Katakanlah: Upah yang aku minta kepadamu, adalah untuk kamu. Upahku hanya dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Saba': 47) Seperti yang telah kita ketahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta'alalah yang langsung memberikan ganjaran pahala kepada para rasul. Adapun ganjaran orang yang beriman akan kembali ke dirinya sendiri. Dialah orang yang akan memanfaatkan ganjaran keimanannya dan keselamatan akhirat yang diharapkannya, yaitu dengan tercapainya tujuan dari penciptaan makhluk di dunia ini, yang tercermin dari: Iman yang didasari oleh akal. Maksudnya adalah Iman orang yang berakal dan melaksanakan aturan/syariat (pentingnya melaksanakan amal saleh). Pelaksanaan syariat bukanlah sesuatu yang dibuat oleh manusia, namun itu adalah perintah dan hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala yang wajib kita ikuti, bagi setiap hamba yang beriman kepada-Nya. Inilah perkataan Allah kepada Musa Alaihis Salam: [16] Pada hari ini Tuhan, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. (Ulangan26:16) Kita kembali membahas Paulus sang Rasul (atau Paulus seorang hawari [murid Isa]), dia berupaya menolak segala tuduhan kebohongan terhadap dirinya dalam berbagai surat. [31] Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. (2 Korintus 11:31) [20] Di hadapan Allah kutegaskan: Apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. (Galatia 1:20) [7] Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul -yang kukatakan benar dan aku tidak berdusta- dan sebagai pengajar orang-orang yang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran. (Timotius 2:7) Beginilah Paulus membela dirinya sepanjang surat yang telah dibuatnya, dia mengaku bahwa dia tidak berbohong sama sekali, dia pun mempertahankan kebodohannya, seperti yang kita lihat pada ayat-ayat sebelumnya, sebagaimana Paulus meminta kepada orang-orang tentang prediksi kebodohannya. [1] Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil ini. Memang kamu sabar terhadap aku! (2 Korintus 11:1) Jadi, risalah menurut Paulus hanyalah sekadar persaingan dan perlombaan dalam menafsirkan teks-teks Injil, dengan para pendusta lainnya, seperti dalam teks berikut ini: [12] Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan/dibanggakan. [13] Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. (2 Korintus 11:12-13) Oleh karena itu, Paulus selalu menuduh orang lain berdusta, dan nabi palsu, dengan tujuan -masih menurut pandangannya- membanggakan dan mengaktualisasikan diri sendiri menurut pandangan kontemporer. Maka dari itu, risalah/misi menurut pandangan Paulus hanyalah sekadar perang pemikiran dengan orang lain, untuk mengaktualisasikan dirinya sendiri (apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan/dibanggakan}. Inilah sekilas pandang mengenai Paulus sang Murid (bukan sang rasul), sosok pembentuk akidah Kristen, seperti yang kita lihat sekarang ini. Lihadah bagaimana dia menggambarkan diri dan sifatnya. Nah, adakah seorang rasul yang berkata kepada kaumnya, "Sungguh aku telah menjadi bodoh tetapi kamu yang memaksa aku!" "Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku!" "Aku berkata seperti orang gila!" "Namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itui" "Meskipun aku tidak berarti sedikit pun!" "Aku tidak berdusta!" Dia pun berupaya untuk mendapatkan kemuliaan dirinya sendiri, "Sebenamya aku harus kamu puji!" Dia juga senantiasa bertindak munafik di hadapan manusia agar menguasai mereka, sampai-sampai dia rela menampilkan dirinya seakan-akan dia seorang penyembah berhala, "Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat!" Dia ingin menaklukkan orang-orang sekalipun harus membayar mahal, sekalipun harus berpura-pura menjadi penyembah berhala, kafir dan hidup tanpa hukum/syariat! Mungkinkah orang seperti Paulus ini dapat dikategorikan sebagai seorang rasul? Firman Allah, "...Tidak adakah di antara kamu yang berakal?" (Hud: 78) Lalu, apakah konpensasinya? Di dalam Al-Qur'an Allah menjelaskan risalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Dan dia tidak menuturkan (Al-Qur'an) menurut hawa nafsunya. la (Al-Qur'an) tiada lain kecuali wahyu yang di wahyukan. Yang mengajarinya (Jibril) yang sangat kuat." (An-Najm: 3-5) Saya berharap sekali agamawan Kristen membaca lagi ayat-ayat di atas beberapa kali, agar mereka dapat memahami artinya. Sadarkah para agamawan Kristen itu, bahwa seorang rasul tidak menuturkan menurut hawa nafsunya? Bahwa yang dibicarakannya itu tiada lain kecuali wahyu yang di wahyukan, dan agama adalah ilmu yang mengajarinya (Jibril) yang sangat kuat, bukan dengan takhayul, mitos, kebodohan, kejahilan dan bukan upaya untuk mengaktualisasikan diri. Jika kita berbicara mengenai surat Paulus, kita tidak menemukan kata "wahyu", kecuali hanya sekali (Roma 11: 4). Itu pun karena dia berbicara tentang Nabi Elia, bukan tentang dirinya sendiri. Apakah para pembohong ini memperhatikan hal tersebut? Ketahuilah, bahwa seorang rasul sudah seharusnya dibimbing oleh wahyu Tuhan yang benar dalam setiap ucapannya. Firman Allah, "Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Maka apakah kamu tidak menukirkan(nya)?" (Al-An'am:50) Saya sangat berharap para pembohong ini mau membaca ayat-ayat di atas berulang kali, sehingga mereka sadar akan kebenaran yang mereka yakini dan mengetahui apa sebenarnya esensi wahyu Tuhan yang benar itu. Oleh karena itu, permasalahan agama adalah permasalahan ilmiah yang dapat dicerna oleh akal dan logika, bukan permasalahn yang dipenuhi dengan kebodohan dan kejahilan. "Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" Renungan Seperti yang telah kita lihat -pada alenia-alenia di atas- bahwa Paulus, hanyalah salah seorang penyebar Injil, atau malah merupakan salah seorang penafsir Injil perdana. Dia pun mengakui hal itu secara terang-terangan, dan juga mengakui bahwa dia tidak berbicara atas nama wahyu yang turun dari langit, melainkan berbicara atas dasar kebudayaan yang dianutnya yang berkembang pada saat itu (tanpa melihat kebodohannya, yang diakuinya sendiri). Dan, yang kita ketahui -sekarang ini- bahwa Paulus telah menulis empat belas surat (jika kita menganggap dialah penulis surat kepada kaum Ibrani itu), yang telah dimasukkan seluruhnya ke dalam Alkitab, yang nantinya -melalui keputusan Dewan Tinggi Gereja- dinyatakan sebagai dasar ajaran Kristen dalam formatnya sekarang ini. Pauluslah yang menentukan ketuhanan Al-Masih, dia juga yang menyatakan Al-Masih anak Tuhan (Trinitas), dia juga yang mengatakan adanya kesalahan fatal, serta yang mengatakan tentang pengorbanan dan salib, dan pemyataan lainnya. Inilah bentuk ajaran Kristen yang tidak lagi bersandarkan pada Al-Masih, akan tetapi bersandarkan pada Paulus. Pertanyaan yang terlontar sekarang! Pertama: Bagaimana mungkin seorang agamawan Kristen membiarkan Tafsiran Paulus (surat-surat Paulus) itu menyusup ke dalam Alkitab (tanpa melihat kebenarannya) dan menganggap tafsiran tersebut (surat-surat Paulus itu) sebagai bagian pelengkap dan penyempuma agama Kristen? Kedua: Bagaimana mungkin para agamawan Kristen membiarkan pandangan Paulus terhadap agama Kristen, sebagai satu-satunya pandangan yang benar bagi ajaran Kristen, serta memaksakannya kepada semua orang (pandangan yang memformat ajaran Kristen seperti sekarang ini). Bahkan pandangan Paulus tersebut melarang orang-orang memandang Al-Masih dengan pandangan yang sebenamya! Ketiga: Apakah pandangan Paulus itu benar dalam memahami dan menafsirkan ajaran Kristen? Kita perhatikan disini, seandainya para ulama Islam mengikuti konsep tersebut di atas, maka sudah bisa dipastikan tafsir-tafsir Al-Qur'an perdana (seperti: Tafsir AthThabari, Qurthubi, Ibnu Katsir dan lainnya) dinyatakan sebagai bagian dari Al-Qur'an itu sendiri. Ini berarti, mencampur-adukkan wahyu Ilahi dengan teks buatan manusia. Namun hal tersebut tidak pernah terjadi dalam ajaran Islam. Begitu juga dengan sunah nabawiyah (segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik berupa perkataan, perbuatan atau diamnya beliau), bukanlah termasuk dari ayat-ayat Al-Qur'an. Bahkan sunah nabawiyah tersebut telah digolongkan dalam suatu cabang ilmu terpisah yang dapat diteliti, diperdalam dan diuji keabsahannya. Sampai-sampai sunah nabawiyah itu dapat digolong-golongkan berdasarkan kepada mutawatir atau tingkatan lainnya oleh para ulama dan agamawan Islam. Pada umumnya, kejadian seperti ini bukanlah sebuah keanehan dalam pemikiran Kristen. Karena Injil-injil itu sendiri ditulis tanpa adanya wahyu dari langit (karena kata "wahyu" tidak disebutkan sama sekali dalam keempat Injil yang menyatakan cara penulisan Injil-injil tersebut). Bahkan Injil-injil ini ditulis dalam bentuk cerita yang mencerminkan pandangan sang penults terhadap kejadian yang berlangsung pada saat kehidupan Yesus. Ini dapat terlihat dengan jelas dalam surat Lukas (Injil Lukas). Injil Lukas, tak ubahnya seperti sebuah surat yang ditulis oleh "Lukas" kepada seseorang yang bernama Teofilus (At-Tafsir At-Tathbiqi tidak menyebutkan hubungannya dengan Lukas) untuk menceritakan kepadanya kejadian yang dilihat pada saat itu, seperti yang ada dalam pembukaan Injilnya yang mengatakan, [1] Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang persitiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita. [2] Seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. [3] Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, [4] supaya engkau dapat mengetabui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. [5] Pada Zaman Herodas, Raja Yudea, adalah seorang imam bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. (Lukas 1:1-5) Bahwa Injil Lukas (Injil ketiga dari Alkitab) mirip dengan sebuah cerita (yang diriwayatkan oleh Lukas) atas kejadian yang terjadi pada saat itu tentang kehidupan Yesus. Inilah bentuk penulisan Injil yang sama dengan injil lainnya -yang diriwayatkan oleh Matius, Markus, dan Yohanes- yaitu penulisan kisah suatu kejadian yang berlangsung pada saat Yesus hidup, sesuai dengan riwayat sang penulis, tanpa melalui wahyu. Dan tidak disebutkan kata "wahyu" secara jelas di keempat Injil tersebut, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Telah sama-sama diketahui bahwa penulisan injil dimulai antara tahun 70 dan tahun 115, dan tidak seorang pun dari para penulis Injil itu mengenal Yesus Al-Masih atau mendengar pembicaraannya. Begitu pula, Injil pertama kali ditulis dengan bahasa Yunani, padahal Yesus berbicara dengan bahasa Aramaik. Di sisi lain, saat kita melihat ke wahyu dalam pemikiran Al-Qur'an (Perjanjian Terbaru), maka kita akan mendapatkan bahwa wahyu teriihat sangat jelas. Tidak ada percampuran ayat dan misteri di dalamnya. Allah Azza wa Jalla berfirman kepada Rasul-Nya, "Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Ahzab: 2) Konsep wahyu bukanlah pemikiran yang baru dalam agama Islam, akan tetapi merupakan bentuk hubungan antara Allah dan para Rasul-Nya, sama seperti hubungan antara langit dan bumi. Oleh karena itu, Allah berfirman kepada Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam agar mengatakan kepada umat manusia, "Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang terang." (Al-Ahqaf:9) Arti rasul dan risalah itu sendiri berbeda di dalam Al-Qur'an, Allah berfirman, "Dan Kami turunkan Al-Qur 'an dengan sebenar-benamya dan Al-Qur'an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." (Al-Israa': 105)


Post

Tipu Daya Paulus Tarsus 2

Ilmu Paulus Berkenaan dengan Ilmu yang dimiliki Paulus, kita dapat melihat dia mengaku terus terang bahwa dia belajar ilmu kepada orang-orang bodoh, orang-orang bijak dan kepada filosof-filosof Yunani: Aku berhutang baik kepada orang Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang yang tidak terpelajar." (Roma 1:14) Bahwa suratnya -seperti yang terlihat dalam teks di atas- adalah percampuran budaya juga kekacauan penulisan dan pemikiran. Bersarnaan dengan itu Paulus saling bertentangan dengan "Tuhan Yesus" yang menolak hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak. [19] Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." [20] Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1 Korintus 1:19-20)
  Seperti yang kita lihat, bahwa Paulus menerima hikmah dan kebodohan secara bersamaan, sedangkan Tuhannya Yesus menolak hikmah dan tidak menerima kecuali dengan kebodohan. Maka, Tuhan Yesus tidak melihat hikmah alam ini kecuali kebodohan. Paulus menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan tidak memberikan pilihannya kecuali kepada kebodohan, bahkan lebih memuliakan kebodohan daripada orang yang memiliki hikmah. [27] Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat. (1 Korintus 1:27) Sudah dapat dipastikan, bahwa seandainya Paulus menganggap dirinya pilihan Tuhan, berarti sebenamya dia bodoh -menurut teks di atas- bukan termasuk golongan orang yang bijak. Dan Paulus memberikan ringkasan kepada kita bahwa "pengorbanan dan penyaliban" -poros ajaran Kristen- tidak akan berhasil mendominasi ajaran tersebut, kecuali dengan hilangnya hikmat/ilmu dan lenyapnya pemahaman bersamaan dengan hadirnya kebodohan. [18] Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan, pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. [19] Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." [20] Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1 Korintus 1:18-20) Paulus telah menjelaskan bahwa Tuhan Yesus hanya melihat jalan kebodohan dan kedunguan, ini merupakan jalan yang terbaik untuk lebih mengenalnya. [21] Oleh karena dun/a, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleb hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. (1 Korintus 1:21) Artinya, bahwa sang Khalik menganggap baik, seandainya jalan yang ditempuh menuju kepada-Nya melalui jalan kebodohan dan kedunguan! Oleh karena itu, Paulus mensucikan kebodohan dan mengangkatnya melampaui hikmah. [18])anganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, blarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. [19] Karena hikmat dunia itu adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "la yang menangkap orang yang berhidmat dalam kecerdikannya." [20] Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesunggubnya semuanya sia-sia belaka. (1 Korintus 3:18-20) Inilah pemikiran Tuhan Yesus tentang hikmat dan orang-orang yang bijak. Dia melihat bahwa pemikiran orang-orang yang bijak adalah kesalahan. Berkenaan dengan wahyu Ilahi yang benar (Perjanjian Terbaru), kata "hikmah" disebutkan bersamaan dengan pemahaman ilmu dan wahyu, seperti yang ada pada firman Allah, "Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul (Muhammad.) di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Qur'an dan hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui." (Al-Baqarah: 151) Kata hikmah dalam pemikiran Islam selalu bergandengan dengan kebaikan (semua kebaikan) bagi manusia, karena hal ini merupakan pemberian dan anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Firman Allah, "Allah menganugerahkan hikmah (kemampuan mendalami dan memahami ajaran Allah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi kebajikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berakal." (Al-Baqarah: 269) Inilah Firman Allah tentang Isa putra Maryam dan risalah yang dibawanya, "Dan Dia mengajarkannya Alkitab, Hikmah, Taurat, dan Injil." (Ali Imran: 48) Sedangkan Paulus (sang rasul) -pembuat ajaran Kristen- mengatakan (Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai orang bodoh) artinya perkataan itu bukanlah wahyu. Dia berbicara (seperti orang gila) dialah yang mempertahankan kebohongannya dan mempertahankan kebodohannya serta menolak ilmu di setiap perkataannya (yang suci). Dialah yang mengangkat kebodohan di atas hikmah, bahkan meminta seluruh umat Kristen untuk bersikap bodoh, agar mereka menjadi orang bijak. Sesungguhnya akidah Trinitas tidak akan sempurna, kecuali dengan kebodohan dan kedunguan. Maka, dengan semua yang dilakukan Paulus ini, orang-orang Kristen mengkategorikan Paulus ke dalam golongan para nabi yang benar. Dan, mengkategorikan Muhammad SAW yang membawa kebenaran, ilmu dan logika ke dalam golongan nabi palsu! Mereka, bukanlah orang yang pertama kali melakukan hal seperti ini, karena sebelum mereka, telah ada kaum Tsamud -kaum Nabi Shaleh- yang lebih menyukai kesesatan daripada petunjuk, sehingga turun firman Allah atas mereka, "Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk, maka mereka disambar petir (sebagai) adzab yang menghinakan desebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa." (Fushshaat:17-18)


Post

Tipu Daya Paulus Tarsus 3

Paulus dan Hukum Taurat Sebenarnya Paulus sang rasul, atau yang lebih tepat Paulus sang murid, telah menghilangkan moral dan meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Dia juga telah menyebarkan kerusakan dan melanggar ajaran Musa dan Isa secara terang-terangan. Tidak hanya sebatas ini saja, bahkan dia telah merusak sendi-sendi agama itu sendiri. Sebelum kami menjelaskan pemahaman ini, izinkanlah kami rnemulai penjelasan firman Tuhan kepada Musa Alaihissalam seperti yang terdapat dalam Kitab Ajaran (Taurat Musa): [26] Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat (An-Namus) ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! (Ulangan 27:26) Bahkan Tuhan mereka telah memberi peringatan kepada Musa dan bangsa Yahudi yang tidak melaksanakan hukum. Juga, mengancarn dengan siksaan, jika mereka tidak melaksanakannya. [58] Jika engkau tidak melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat yang tertulis dalam kitab ini, dan engkau tidak takut dengan Nama yang mulia dan dahsyat ini, yakni akan TUHAN, Allahmu. [59] Maka Tuhan akan menimpakan pukulan-pukulan yang ajaib kepadamu dan kepada keturunanmu, yakni pukulan-pukulan yang keras lagi lama dan penyakit-penyakit yang jahat lagi lama. [60] la akan mendatangkan pula segala wabah Mesir yang kau takuti itu kepadamu, sehingga semuanya itu melekat kepadamu. [61] Juga berbagal-bagai penyakit dan pukulan yang tidak tertulis dalam kitab Taurat ini, akan ditimbulkan Tuhan menimpa engkau, sampai engkau punah. [62] Daripada kamu hanya sedikit orang yang tertinggal, padahal kamu dulu seperti bintang-bintang di langit banyaknya -karena engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu. (Ulangan 28:58-62)
  Seperti yang kita lihat dari ayat ini bahwa syariat (hukum Taurat) adalah suara Tuhan. Maka terkutuklah orang yang tidak melaksanakannya. Namun, apakah syariat yang dimaksud itu? Maksud dari syariat (hukum Taurat) dalam perkataan yang singkat adalah: Bertauhid dan berakhlak mulia yang disebutkan oleh Tuhan dan dilaknat orang yang tidak melaksanakannya, Dia berkata: [15] Terkutuklah orang yang membuat patung pahatan atau patung tuangan, suatu kekejian bagi Tuhan, buatan tangan seorang tukang dan yang mendirikannya dengan sembunyi... [16] Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu bapanya... [17] Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesamanya manusia... (**) [18] Terkutuklah orang yang membawa seorang buta ke jalan yang sesat... [19] Terkutuklah orang yang memperkosa hak orang asing, anak yatim dan janda... [20] Terkutuklah orang yang tidur dengan istri ayahnya, sebab ia telah menyingkap punca kain ayahnya... [21] Terkutuklah orang yang tidur dengan binatang apa pun... [22] Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah dan anak ibunya... [23] Terkutuklah orang yang tidur dengan mertuanya perempuan... [24] Terkutuklah orang yang membunuh sesamanya manusia dengan bersembunyi... (Ulangan 27:15-24) Beginilah hukum syariat senantiasa menyerukan nilai-nilai akhlak yang mulia. Tuhan pun turun ke bumi (dalam bentuk Yesus menurut ajaran Kristen) dalam Perjanjian Baru untuk menegaskan pentingnya pelaksanaan syariat (Hukum Taurat) secara berkesinambungan, Dia mengatakan: [17] Janganlah kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. [18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:17-18) Inilah sikap Tuhan dalam dua perjanjian, baik yang lama ataupun yang baru. Lalu, bagaimanakah sikap Paulus terhadap pelaksanaan hukum ini? Sebenarnya Paulus telah mencampakkan syariat (hukum Taurat) ke neraka, sebelum langit dan bumi ini binasa, seperti yang telah Tuhan firmankan. Paulus sendiri menganggap bahwa syariat (Hukum Taurat) dan cara pelaksanaannya adalah perbuatan terlaknat yang tidak wajib untuk dilaksanakan. Dia berkata: Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklab orang yang digantung pada kayu salib!" (Galatia 3:13) Ini berarti, bahwa Tuhan mengingkari dirinya sendiri! Hanya dengan satu ayat saja, Paulus telah menghancurkan syariat beserta segala isinya. Dia berkata bahwa syariat itu kutukan, bahkan mengatakan bahwa Tuhan itu sendiri terkutuk [dengan jalan menjadi kutuk karena kita], karena manusia telah menggantungkan Tuhannya di kayu (salib). Maka dari itu, Paulus berkata bahwa Tuhan telah melaknat dirinya sendiri, dan dia mengatakan terkutuklah orang-orang yang berpegang kepada hukum Taurat dan melaksanakannya. [9] Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. [10] Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada dibawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." (Galatia 3:9-10) At-Tafsir At-Tathbiqi li Al-Kitab Al-Muqaddas menjelaskan arti yang berkenaan dengan maksud ayat di atas hlm. 2502: [Yesuslah yang telah mengambil sendiri kutukan hukum Taurat tersebut, saat dia rela dirinya digantung di kayu disalib (Galatia 3:13). Dia telah melaksanakannya, agar kita tidak menanggung derita itu. Beginilah cara yang dimungkinkan kita dapat selamat bersamanya. Satu-satunya syarat adalah dengan menerima perbuatan Yesus, yang dilakukannya diatas kayu salib (Kolose 1:20-23)]. Syarat yang dimaksudkan -sebagaimana yang telah kita ketahui- adalah nilai-nilai moral. Artinya, agama Kristen mengutuk orang-orang yang berakhlak mulia! Beginilah "Tuhan telah wafat" oleh tangan manusia dalam Perjanjian Baru. Dan, Paulus mencampakkan hukum Taurat ke neraka! Atas dasar inilah, di dalam ajaran Kristen tidak ada pencegahan bemuansa religius terhadap suatu kejahatan! Tidak ada aturan, tidak ada norma dan tidak ada akhlak! Inilah cara Paulus membebaskan hawa nafsu manusia, agar melakukan apa saja yang mereka inginkan. Dan, Paulus pun mengumumkan bahwa syariat tidak lagi dibutuhkan oleh umat Kristen, setelah manusia menyalib Tuhan dan membunuhnya di kayu salib, dia mengatakan: [24] Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. [25] Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. (Galatia 3:24-25) Maksudnya, kita sudah tidak memiliki penuntun lagi. Dan, Paulus telah menghapuskan seluruh hukum Taurat. [15] Sebab dengan mati-Nya (tubuh Yesus yang disalib) sebagai manusia la telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya dan dengan itu mengadakan damai sejahtera. (Afesus 2:15) [16] Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya o/en iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "Tidak ada seorangpun dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat." (Galatia 2:16) Maksud ayat di atas adalah bahwa melaksanakan syariat tidak dapat mengarahkan seseorang kepada kebaikan! Bahkan, Paulus menegaskan bahwa orang yang berambisi melaksanakan syariat (hukum Taurat) akan kehilangan nikmat Tuhan. [4] Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia [kehilangan nikmat]. (Galatia5:4) Paulus pun melanjutkan lagi pembicaraannya, bahwa tidak dibutuhkan lagi amal saleh, dia mengatakan: [27] ...Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! [28] Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat (Roma 3:27-28) Terlihat jelas sikap Paulus yang membebaskan manusia dari nilai kemanusiaan dan agama. Dan, Paulus menjadikan keimanan kepada Yesus, jalan yang cukup untuk keselamatan dan ketaatan tanpa membutuhkan amal saleh. Hal ini sangat bertentangan sekali dengan perkataan Yesus (Tuhan menurut pandangan Kristen): [36] Tetapi aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. [37] Karena menurut ucapanmn engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum. (Matius 12:36-37) Beginilah! Tuhan telah berseteru dengan dirinya sendiri! Akibat dari perbuatan Paulus sang rasul dan amal saleh tidak lagi dibutuhkan dalam ajaran Kristen. [9] Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya [nikmat-Nya] sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman. [10] dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (2 Timotius 1:9-10) Hal tersebut ditegaskan kembali pada ayat lainnya: [4] Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, [5] pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh kudus. (Titus 3:4-5) Ayat-ayat lain pun terus bergulir. Sehingga hanya dengan beriman kepada Yesus -tanpa melihat amal saleh yang dilakukannya- seorang penganut Kristen dapat selamat. [9] Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia di antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. [10] Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan (Roma 10:9-10) Oleh karena itu, Milankton berkata dalam bukunya Al-Amakin Al-Lahutiyah (Tempat-tempat Ketuhanan), "'Jika kamu mencuri, berbuat zina, atau berbuat fasik, maka janganlah risaukan perbuatan itu! Akan tetapi, janganlah kamu lupa, bahwa Allah adalah seorang kakek yang banyak memiliki kebaikan, dan Dia telah terlebih dahulu mengampuni segala kesalahanmu -beberapa waktu lamanya- sebelum kamu melakukan kesalahan itu." Seperti yang dikatakan Martin Luther seorang pendiri aliran Protestan, "Bahwa Injil tidak meminta kita untuk melakukan amal saleh (agar kita termasuk golongan orang yang taat), bahkan sebaliknya, justru menolak segala amal perbuatan kita. Sebenarnya, agar kita tampak saleh, kita harus memperbesar dan memperbanyak dosa." Jika kita tambahkan dari uraian di atas, bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk menikmati segala yang ada di dunia. Di sini terlihat, bahwa agama Kristen menyerukan ajaran yang hina. Teks-teks tersebut memiliki dampak yang sangat besar terhadap hukum Taurat dalam ajaran Kristen. Para perintis agama Kristen telah mengetahui -sebelum yang lainnya- bahwa semua larangan berubah menjadi halal. Oleh karena itu, agama Kristen dan agama sebelumnya yaitu Yahudi telah melepaskan diri dari belenggu hukum dan semua pesan moral yang terkandung di dalamnya, sehingga kondisi tersebut -sebagaimana yang disimpulkan oleh para peneliti- terealisasi dalam masyarakat Kristen di zaman modem sekarang ini: menyebarnya zina dan perbuatan keji / banyaknya kejahatan / perbedaan ras / perpecahan keluarga / hubungan masyarakat yang buruk / tersebarnya minuman keras / kehidupan tanpa agama / bersikap kejam terhadap bangsa lainnya. Kekejaman terhadap bangsa lain terliha tjelas dalam pembasmian masyarakat dunia ketiga, terutama negara Islam. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan CIA (Central Intelligence of America) mengatakan, "Jumlah penduduk dan kedaulatan dunia ketiga harus dibatasi dengan cara apa pun, seperti: peperangan, penyakit dan epidemi. Atau, dengan cara lainnya, baik yang legal ataupun yang illegal, agar negara-negara tersebut tidak dapat menikimati sumber daya alam yang mereka miliki, karena surnber tersebut dianggap milik Amerika dan Iriggris (negara Eropa secara umum). Adapun negara-negara 'yang rnenjadi sasaran utama hasil perielitian mereka adalah Mesir, Iran, dan seluruh negara-negara Arab, juga negara-negara di benua Afrika dan Asia. Bencana peperangan tersebut dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel, dengan bukti adanya 12 pusat penelitiari ilmiah di Amerika yang merampungkan pembuatan virus dan penyakit yang diambil dari gen manusia, yang dapat menular ke populasi tertentu yang sama gennya, dan tidak akan menular ke populasi yang berlainan gen. Begitulah caranya Kristen Eropa menghidupkan kembali -berlandaskan Alkitab sebagai rujukan- komunitas Darwin yang suka bunuh-membunuh saudaranya sesama manusia. Dan, menganggap nukum rimba nierupakan hukum alam yang berlaku, karena kebenaran agama telah musnah.Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa bencana dan kehancuran moral yang mendominasi dunia Eropa dan Barat Kristen secara umum (yang sengaja mereka ekspor kepada kita saat ini), disebabkan oleh Alkitab yang mereka anggap -meskipun rnemiliki banyak nilai negatif- sebagai kata-kata Tuhan yang memberikan petunjuk dan kebaikan serta surga dan keagungan Tuhan. Saya ingin -untuk terakhir kalinya- menunjukkan berita di internet yang mengatakan bahwa Paulus berusaha menghilangkan akhlak dan norma-norma agama yang ada di agama Kristen, begitu juga kebohongan dan propaganda umat Kristen terhadap Islam. Di antaranya, mengekspos jawaban para pelayan Tuhan dari pertanyaan yang diajukan oleh seorang Muslim: "Apakah menurut Anda diselamatkannya umat manusia oleh Yesus, berarti tidak adanya hisab, dan memberikan peluang kepada umat Kristen untuk melakukan kemaksiatan, karena Yesus telah menyelamatkan mereka? Dengan demikian tidak ada hisab dan neraka!" Para pelayan Tuhan itu menjawab sambil tercengang dan kaget: "Kami tidak tahu dari manakah anda mendapatkan informasi yang aneh seperti ini? Apakah anda membacanya dari Alkitab yang diyakini oleh umat Kristen, lalu menyampaikannya? Seandainya anda baru membacanya sekali, maka janganlah membuat tuduhan yang tidak mendasar seperti ini!" Inilah cara mereka menipu yang lainnya. Mereka memanfaatkan kebodohan pendengar atau pembaca agar dapat menipu dan membohonginya. Keterangan: (**) Bandingkanlah dengan apa yang dilakukan oleh bangsa Israel sekarang ini, yang menghancurkan bangsa Palestina dan menguasai tanah mereka, tanpa ada alasan yang benar.


Post

Yesus Terkutuk,Ucapan Paulus

Kitab Galatia: 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Kitab Ulangan: 21:22 “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang, 21:23 maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.” Lucunya dimana ? Orang yang tergantung pada kayu salib yang diduga bernama Yesus, benar-benar dipuja dan dianggap Tuhan oleh orang Kristen, padahal ia adalah orang terkutuk menurut Kitab Galatia dan Ulangan (katanya sih firman Tuhan).

Penyimpangan Kristen ini tidaklah terlalu mengherankan, karena berdasarkan doktrin dari sang pendiri Kristen, yang mengangkat dirinya sendiri sebagai rasul Tuhan, Paulus Tarsus, berikut ini. 1Korintus: (9:2-3) Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku. Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku. 2Korintus: (1:1)Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya. (10:5) Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu. (12:12) Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa. Orang yang terkutuk di mata Tuhan, ketika doktrin Paulus Tarsus tersebut ditelan bulat-bulat oleh orang Kristen, bisa menjadi orang yang paling mulia dan bahkan bisa menjadi Tuhan segala.


Post

Doktrin Trinitas Sang Penyesat Paulus

"Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru Perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah[2] dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (QS. At Taubah, 9: 30-31) "Dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena Ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda'wakan Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan yang Maha Pemurah selaku seorang hamba." (QS. Maryam, 19: 88-93) Kitab Perjanjian Baru adalah suatu Kitab Greka (Yunani), dialek Koine, yang dikarang dan ditulis di luar Palestina; jadi bukannya dalam bahasa Aramiya yang digunakan dan dimengerti di Palestina pada masa itu oleh Yesus Kristus, para hawarinya dan awam.
Semula Perjanjian Baru tidak merupakan suatu Kitab, tapi hanya karangan-karangan, surat-surat kiriman dan catatan-catatan terpisah dalam bahasa Yunani dan Aramiya hingga menimbulkan aneka tafsir yang bertentangan; teristimewa sekitar oknum Yesus Kristus, dan bukan ajarannya. Misalnya, surat-surat dari Paulus ditulis antara tahun 50 dan 54 dari Korintus dan Epesus kepada orang-orang Tesalonika, orang-orang Korintus, orang-orang Galatia dan orang-orang Rum. Pada tahun 58 dari Roma kepada orang Pilipi dan Kolose. Pada tahun 65 surat kepada orang-orang Ibrani (katanya oleh Paulus). Pada tahun 75 disiarkan bentuk awal Injil karangan Markus. Pada tahun 79 disiarkan Injil Matius. Pada tahun 90 Synode di YAMNIA mengakui Kitab Suci Yahudi, yakni Wasiat Yang Lama menurut tradisi (orang Yahudi Diaspora). Pada tahun 95 disiarkan Kitab Wahyu. Pada tahun 105 disiarkan Kitab Kisah Perbuatan Rasul-rasul karangan Lukas yang terdiri dari 2 jilid dan kemudian dijadikan satu karya. Terdorong oleh Kitab Kisah Rasul-rasul tersebut, mungkin juga dimulai oleh Gereja Epesus, dihimpunlah pada tahun 110 surat-surat kiriman Paulus. Muqadimah penyusun ditulis atas nama Paulus, oleh karenanya kemudian disebut Surat kepada orang Epesus. Pada tahun 115 disiarkan Surat Yang Pertama dan Kedua kepada Timotius dan Titus atas nama Paulus, dan barangkali juga dalam tahun itu Surat yang Pertama dari Yohanes. Pada tahun 117 mungkin disiarkan Surat Yang Kedua dan Ketiga dari Yohanes- Pada tahun 135 disiarkan Injil karangan Yahya dan Surat dari Barnabas. Antara tahun 145 hingga 155 terdapat banyak tulisan suci yang tak diketahui atau diragukan pengarangnya dan yang kemudian disisihkan, disingkirkan (APOCRYPHA). Bahasa dari aneka tulisan-tulisan di atas adalah dalam bahasa Greka dan/atau dalam bahasa Aramiya, hal yang menimbulkan perbedaan tafsir, faham dan keyakinan antara para Uskup Barat dan Timur. Oleh karena permusuhan yang timbul dan perbedaan keyakinan sebagaimana terurai di atas, terasa perlu benar oleh Kaisar Konstantin I demi ketenteraman untuk menyelenggarakan suatu muktamar, yaitu suatu ECUMENICAL COUNCIL (yang pertama kali) pada tahun 325 di NICAEA (kini Isnik di Istambul). Kemudian banyak lagi council atau synode menyusul; yang "Ecumenical" jumlahnya hingga tahun 1869 ada 20 atau 21 kali. Gereja Timur Ortodox Yunani mengakui 7 yang pertama (dari tahun 325 s/d 787), dan Gereja Roma Katolik mengakui 14 Ecclesiastical/Ecumenical Council dari yang pertama. Council Nicaea dihadiri oleh 220 Uskup dari Barat dan Timur. Yang dibicarakan hanyalah soal-soal mengenai lman, Kebaktian, dan sebagainya. Yang terpenting adalah soal Ke-Esaan Tuhan menurut faham Yudaisme dan Syirk, yaitu kepercayaan Goyim (yakni bukan-Yahudi, maksudnya Hellenisme dan aneka mytology bangsa-bangsa Jahiliya), dan kemudian antara Unitarisme dan Trinitarisme. Paulus yang berbicara Greka dan tidak faham Aramiya, mengakibatkan ia memberi bentuk baru pada ajaran Yesus yang mudah dan indah dengan memasukkan aneka unsur gnostic, sakramen dan mystic dari agama dan kebudayaan Yunani Kuna (Hellenisme); seperti misalnya soteriology-faham pembebasan penebusan dosa. Synthese inilah yang kemudian menjadi pertengkaran antara Uskup-uskup di mana aneka gereja (Paulinisme) ke luar sebagai pemenang. Menurut theolog A. Powell Davies dalam bukunya "The First Christian," terbitan "The New American Library" - A Mentor Book: "Paul reshaped the faith of the early Messianic believers into a gospel of salvation for the Gentiles." Paulus dibenci oleh Ummat Yahudi sebagai pengkhianat bangsa, dituduh oleh orang-orang Romawi sebagai pengkhianat Kekaisaran dan tidak dipercaya lagi, baik oleh para hawari maupun apostel (Rasul); tetapi ia merupakan seorang yang menentukan perkembangan ajaran Gereja-gereja. Semula anggota Timur lebih banyak, kemudian anggota Barat lebih banyak pada aneka council atau Synode dan untuk beberapa waktu putusan-putusannya tidak diterima oleh kedua belah pihak. Pada tahun 341 dalam suatu Rapat di Antioch (Antakia) Monotheisme diterima, dan kembali jadi agama resmi sebagai tafsir yang benar dari Iman Nasrani. Pendapat ini dikuatkan oleh suatu Muktamar pada tahun 351 yang terjadi pada masa Paus St. Julius I (337 - 352). Paus Honorius I (625 - 638) menolak faham Trinitas. Pada tahun 680, jadi setelah wafatnya, beliau di-anathema (yakni dilaknat) dalam suatu Muktamar di Konstantinopel. Photius, Uskup Sirmium, diturunkan karena menolak Ketuhanan Yesus di Konstantinopel pada tahun 869.10 Ada Paus dan Kaisar yang menganut faham Keesaan Tuhan, tetapi ada juga yang menganut faham Trinitas. Para Uskup yang menolak Trinitas dianiaya, dipenjarakan, dibuang, dibunuh dan lain sebagainya; perpustakaannya, aneka manuscriptnya dibakar habis, apalagi yang berbahasa Aramiya. Hal ini sama dengan buku-buku ilmu lain yang berbahasa atau berhuruf Arab yang dijadikan abu ketika orang-orang Spanyol menang atas kaum Muslimin di semenanjung Iberia pada abad ke-XIV dan ke-XV. Asli dari pada Septuaginta, Kitab Ezra, Talmud, dan bergerobak-gerobak codices yang berisi Monotheisme dibakar habis. Begitu pula jika penganut Unitarisme menang, dimusnahkan segala yang menyebut Trinitarisme. Sedikit yang ada kini adalah sisa-sisa dari salinan-salinan. Antara yang lolos selamat adalah Injil karangan Barnabas, seorang Apostel yang monotheist dan yang menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad S.A.W.; Injil ini pada tahun 383 oleh Paus St. Damasus I (366 - 384) disimpan di perpustakaan pribadinya. Toland berkata dalam bukunya "MISCELLANEOIJS WORKS" yang diterbitkan pada tahun 1747, Juz I halaman 380, bahwa Injil Barnabas masih ada. Dalam Bab XV disebut bahwa GLASIAN (Gladian) DECREE tahun 496 memasuki "Evangelium Barnabe" ke dalam daftar buku-buku yang terlarang dibaca. Sebelumnya Paus Innovent telah mengharamkan pada tahun 465; juga keputusan Gereja-gereja Barat pada tahun 382. Tidak disebut apakah Injil Barnabas yang aseli itu tertulis dalam bahasa Aramiya atau Greka. 2KorintusPenyebutan Trinitas Karangan PaulusLaknatullah (13-13) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian


Post

Paulus dan Injil Agnostik

Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? (Galatia 3:1) Apakah Paulus menyaksikan Yesus disalib? Apakah Paulus pernah melihat wajah Yesus sebelum ia mengaku telah dipilih Yesus dalam penampakan? Paulus tidak punya pengetahuan yang dapat dipertanggung-jawabkan dalam hal ini. Pengetahuan Paulus atas penyaliban Yesus adalah pengetahuan yang meragukan, karena dia sebenarnya tidak menyaksikan penyaliban Yesus. Dia tidak benar-benar tahu apakah Yesus itu benar disalib atau tidak. Dia hanya mendengar kabar saja bahwa Yesus disalib. Tetapi dia tidak menghiraukan kabar lainnya bahwa Yesus tidak disalib. Siapakah pembawa kabar (injil) yang lain itu? Siapakah yang dituduh telah menipu orang Galatia dengan mengajarkan bahwa Yesus tidak disalib? Para murid Yesus. Para murid Yesus telah mengajarkan ajaran Yesus, yang tentunya berbeda dengan pekabaran yang dibawa Paulus si Farisi dari Tarsus.
Pengetahuan yang bagaimana yang diajarkan Paulus? Pengetahuan yang diajarkan Paulus merupakan pengetahuan gnostik. Di dalam peradaban Yunani, Mesir, dan Romawi Kuno memang terdapat aliran misteri (école de mysterés) yang bertemu pada konteks suatu ilmu tertentu, gnosis, atau pengetahuan rahasia. Anggota dari aliran misteri ini diterima hanya setelah suatu periode kajian yang panjang dan berbagai upacara inisiasi. Di antara aneka aliran ini, yang dianggap paling awal adalah aliran “Osiris” yang didasarkan pada peristiwa seperti kelahiran, masa muda, pertarungan melawan kegelapan, kematian dan kebangkitan dari dewa ini. Tema-tema ini didramatisasi secara ritual di dalam berbagai upacara yang diselenggarakan oleh pendeta. Dengan cara ini berbagai ritual dan simbol yang ditampilkan jauh lebih efektif karena partisipasi aktual. Gnostikisme semacam ini diteruskan oleh Kristen dengan menganggap Yesus sebagai Putera Tuhan yang lahir, bertarung melawan kegelapan dan maut, dan mengalami kebangkitan, layaknya Horus putera Osiris, sang Kristus bangsa Mesir Kuno. Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. [Kolose 1:25-26] Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. [Kolose 4:3] Bagaimanakah bentuk ajaran Paulus itu? Dalam suratnya kepada orang Korintus, Paulus berkata: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” [1Korintus 15:3-4] Kitab Suci di sini jelas bukan Kitab Suci yang telah umum diketahui orang Yahudi. Kitab Suci di sini adalah Kitab Suci yang menurut Paulus diberikan kepadanya, suatu kitab rahasia yang tersembunyi. Bukan kitab karangan Yesaya, bukan karangan para Nabi. Injil Paulus merupakan Injil yang belum diketahui manusia pada umumnya. Bukan Injil yang manusia lain ajarkan kepadanya karena manusia lain belum ada yang mengetahui Injil tersebut. Injil Paulus bukanlah Injil yang telah diajarkan kepada para murid Yesus. Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.(Galatia 1:11-12) Paulus berkata, “Yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.” (Efesus 3:3-7) Jelaslah bahwa Paulus memegang suatu Injil yang berisi rahasia Kristus (mystery of Christ). Dalam Injil yang dipegang Paulus ada terdapat perkataan, “bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, dikuburkan, dan dibangkitkan, pada hari yang ketiga”. Maka pahamlah kita bahwa Injil yang dipegang Paulus adalah Injil yang berbeda dengan Injil yang diturunkan kepada Yesus. Injil Paulus yang berisi pengajaran gnostik itu mungkin Kitab Suci dari Ordo Salib Mawar Mesir Kuno (AMORC). Suatu Injil gnostik yang menjelaskan tentang Horus Kristus yang lahir, tumbuh dewasa, mati, dan bangkit pada hari yang ketiga. Lalu Paulus menafsirkan bahwa Yesus adalah Kristus yang dimaksudkan oleh Kitab Suci atau Injil yang ia pegang itu. Remember that Jesus Christ of the seed of David was raised from the dead according to my gospel (Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku )[II Timotius 2:8] Paulus berkata, “Injilku”. Jelaslah bahwa Injil Paulus adalah Injil yang berbeda dengan Injil yang dipegang para murid Yesus (Hawariyun). Injil Paulus penuh dengan ajaran gnostik Mesir Kuno.


Translate

© Copyright 2013 ujan tampear powered by Blogger |