Post

ILLUMINATI

Illuminati sebuah organisasi yang berada di bawah kendali Zionisme, yaitu Illuminati atau Kelompok Cahaya.
Illuminati adalah organisasi rahasia yang didirikan oleh Adam Weischaupt di Bavaria, pada 1 Mei 1776. Illuminati adalah satu perkumpulan rahasia, sebuah sekte religius yang telah melewati waktu panjang dan juga menamakan dirinya dengan sebutan
Illuminati, yang berarti tercerahkan. Illuminati juga biasa disebut sebagai Kelompok Cahaya. Kelompok ini, dituding oleh banyak kalangan sebagai dalang dari berbagai peristiwa yang terjadi di dunia.
  Anggota Illuminati diharuskan menjaga rahasia dengan ketat, dan mereka yang bergabung dalam organisasi ini harus menjalani ba'iat untuk tidak akan pernah membocorkan rahasia apapun yang ada dalam organisasi. Jika terjadi sesuatu, maka para anggota Illuminati diharuskan untuk tidak memberi tahu siapa atasan mereka.
Pada masa Hindia Belanda, kelompok Illuminati masuk ke Indonesia melalui orang-orang Belanda keturunan Yahudi. Mereka datang ke Indonesia menyusupkan paham Marxisme dan Komunisme. Diantara tokoh-tokohnya adalah Fransiscus Marie Sneevliet, P.Bergsma, dan H.W Dekker. Sneevliet sukses menyusupkan kader-kader komunis seperti Semaun untuk menyusup masuk ke dalam Syarikat Islam (SI), sehingga organisasi ini terpecah menjadi dua: SI Putih dan SI Merah.
Jocobus Cornelis Matthieu Radermacher, orang yang membawa Freemasonry ke Indonesia juga berasal dari kelompok Illuminati atau Kelompok Cahaya. Kata "cahaya" juga banyak digunakan oleh organ-organ Theosofi dan Freemasonry sebagai nama loji, nama lembaga, bahkan nama penerbitan yang mempropagandakan doktrin-doktrin mereka. Selain Radermacher, tokoh Illuminati yang pernah masuk ke Indonesia adalah Thomas Stanford Raffless, seorang anggota Freemasonry yang sempat menjadi Gubernur Jenderal di Bengkulu.
illuminati mengajak masyarakat untuk mempelajari okultisme (ilmu sihir), sebuah ilmu yang berasal dari ajaran Kabbalah Yahudi yang banyak diajarkan dalam Freemasonry, Theosofi.
Dalam Kabbalah ajaran-ajaran itu disampaikan secara rahasia lewat lisan dan menggunakan ritual-ritual mistis. Kabbalah berakar dari tradisi Mesir Kuno yang menganut paganisme.
Kabbalah adalah kepercayaan tertua dan paling dihormati oleh bangsa Yahudi. Nama Kabbalah diambil dari bahasa Ibrani 'qibil' yang berarti menerima. Maksudnya adalah menerima doktrin okultisme secara rahasia. Salah seorang pendeta Kabbalah adalah Samir atau Samiri orang yang mengajak bangsa Israil yang baru saja keluar dari Mesir untuk menyembah sebuah patung anak sapi yang terbuat dari emas, saat mereka ditinggalkan oleh Nabi Musa'alaihissalam pergi berkhalwat di bukit Tursina untuk menerima "wahyu sepuluh" dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kabbalah juga sudah digunakan para petinggi pada zaman Raja Fir'aun untuk menentang dakwah Nabi Musa 'alaihissalam. Karenanya, Kabbalah bisa jadi merupakan induk dari segala ilmu sihir yang ada di dunia, termasuk ilmu-ilmu sihir yang berkembang di Asia Timur dan yang sangat erat kaitannya dengan peninggalan-peninggalan pagan.
PADA DASARNYA FREEMASONRY DAN ILLUMINATI,RITUAL KABBALAH KEPANJANGAN TANGAN DARI DAJJAL
WARISAN BANGSA KUNO MESIR,ROMAWI,YUNANI(BERKIBLAT PADA SETAN MATA SATU[DAJJAL])

LIHAT VIDEONYA DISINI


Post

Kabbalah Modern Tetap Berakar Pada Yahudi

Amon Seperti kita ketahui, Ilmu sihir telah dipraktikkan oleh bangsa Kanaan sebelum pendudukan Palestina oleh bani Israel; Mesir, India, dan Yunani juga memiliki tukang tenung dan peramal. Walaupun di dalam Hukum-Hukum Musa terkandung pelarangan atas ilmu sihir, bangsa Yahudi, dengan mengesampingkan peringatan ini, tertular dan mencampurkan tradisi suci yang mereka warisi dengan pemikiran-pemikiran yang sebagian dipinjam dari bangsa lain dan sebagian karangan mereka sendiri. Secara bersamaan, sisi spekulatif dari Kabbalah Yahudi meminjam dari filsafat Persia Magi, Neo-Platonis, dan Neo-Phytagorean. Maka, terdapat

 justifikasi bagi pendapat kelompok anti-Kabbalah bahwa apa yang kita kenal sebagai Kabbalah saat ini tidaklah murni asli dari Yahudi
Ada ayat di dalam Al Quran yang merujuk kepada topik ini. Allah berfirman bahwa bani Israil mempelajari ritual persihiran setan dari sumber-sumber di luar agama mereka sendiri.
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir".
Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Baqarah, 2: 102) !
Ayat ini memperlihatkan bahwa kalangan tertentu bangsa Yahudi, walau mengetahui bahwa akan celaka di hari akhirat, mempelajari dan mengambil praktik-praktik sihir. Dengan demikian, mereka menyimpang dari hukum yang telah diturunkan Allah kepada mereka. Karena telah menjual jiwa mereka sendiri, terperosoklah mereka ke dalam paganisme (doktrin-doktrin sihir). “Mereka telah menjual diri” untuk sesuatu yang jahat, dengan kata lain, meninggalkan keimanan mereka.
Kabbalah Modern
Plato, Pythagoras, dan Sir Isaac Newton adalah beberapa pemikir progresif Kaum Materialist .Kabbalah digunakan untuk mengungkap sifat dasar dari dunia ini. Kabbalah Publishing adalah divisi penerbitan resmi Kabbalah Centre International, Inc adalah distributor dari kebijaksanaan Kabbalah kuno. Yang didirikan oleh Rav Ashlag pada tahun 1922,mereka beralibi menggunakan kitab pembentukan yg di tulis oleh Abraham/Ibrahim as 4000 tahun yang lalu, Rav Ashlag yg merupakan kabbalist master pertama kali mencoba memodernisasi kebijaksanaan dan memperkenalkan kekalangan masyarakat lewat muridnya Rav Brandwein/Rav Berd dengan menerbitkan naskah-naskah kuno di bawah jejak”The Learning Kabbalah centre: These include the Zohar, The Writings of the Ari, The Ten Luminous Emanations.
Rav Berg memutuskan hubungan dengan tradisi menjaga kebijaksanaan eksklusif kabbalah yang hanya diajarkan kepada kaum laki-laki , ketika ia mulai mengajar istrinya, Karen berg’ Bersama-sama, pada tahun 1971, mereka membuka The Kabbalah Centre untuk semua orang. Kabbalah Centre International, tumbuh menjadi lebih dari 20 Pusat di seluruh dunia dengan berbagai kelompok belajar. Pada tahun 1977 Kabbalah Publising menerbitkan buku bukunya : An Entrance to the Zohar, An Entrance to the Tree of Life, Kabbalah for the Layman, To the Power of One, Secret Codes of the Universe, Time Zones, and Wheels of a Soul,dan terjual hampir 20.000 eksemplar. Dogma kabbalah bukan saja dilakukan oleh suami istri ini saja,karena Putra mereka, Yehuda dan Michael, juga telah mengabdikan hidup mereka untuk mengajar Kabbalah, dan basis mahasiswa sekarang mencakup seluruh dunia.,dengan konten online.
Yahudi Satu Keluarga Pengembang Kabbalah Centre
:
Amon Amon Amon
Buku-Buku Kabbalah

Amon Amon Amon
Amon Amon Amon
Amon Amon Amon
Amon Amon Amon
Amon Amon Amon
Amon Amon Amon
"Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi menyerahkan diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang yang musyrik.Sesungguhnya orang yang paling dekat kepaa Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad) serta orang-orang yan beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orangh-orang yang beriman."(QS Ali Imran 67-68).


Post

Yahudi:Pengemis Tak Tahu Diri

Tepatnya pada 14 Mei 1948 silam, kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri, tercapai. Mereka berhasil melaksanakan "amanat" yang disampaikan Theodore Herzl dalam tulisannya Der Judenstaat (Negara Yahudi) sejak 1896. Tidaklah mengherankan jika di tengah-tengah negara-negara Timur Tengah yang mayoritas menganut agama Islam, ada sekelompok manusia yang berkebudayaan dan bergaya hidup Barat. Mereka adalah para imigran Yahudi yang didatangkan dari berbagai negara di dunia karena mengalami pembantaian oleh penguasa setempat.
Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong-bondong datang ke Palestina. Imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ini terjadi sejak akhir tahun 1700-an. Akibat pembantaian diderita, maka mereka merasa harus mencari tempat yang aman untuk ditempati. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda, atau Palestina untuk ditempati, tapi Herzl lebih memilih Palestina.
 
Herzl adalah The Founding Father of Zionism. Dia menggunakan zionisme sebagai kendaraan politiknya dalam merebut Palestina. Kemampuannya dalam melobi para penguasa dunia tidak diragukan lagi. Sederetan orang-orang terkenal di dunia seperti Paus Roma, Kaisar Wilhelm Jerman, Ratu Victoria Inggris, dan Sultan Turki di Istambul telah ditaklukkannya. Zionisme adalah otak dalam perebutan wilayah Palestina dan serangkaian pembantaian yang dilakukan Yahudi.
Dengan berdatangannya bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, menyebabkan kemarahan besar penduduk Palestina. Gelombang pertama imigrasi Yahudi terjadi pada tahun 1882 hingga 1903. Ketika itu sebanyak 25.000 orang Yahudi berhasil dipindahkan ke Palestina. Mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Bentrokan pun tidak dapat dapat dihindari. Kemudian gelombang kedua pun berlanjut pada tahun 1904 hingga 1914. Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak.
Berdasarkan hasil perjanjian Sykes Picot tahun 1915 yang secara rahasia dan sepihak telah menempatkan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris. Dengan berlakunya sistem mandat atas Palestina, Inggris membuka pintu lebar-lebar untuk para imigran Yahudi dan hal ini memancing protes keras bangsa Palestina.
Aksi Inggris selanjutnya adalah memberikan persetujuannya melalui Deklarasi Balfour pada tahun 1917 agar Yahudi mempunyai tempat tinggal di Palestina. John Norton More dalam bukunya The Arab-Israeli Conflict mengatakan bahwa Deklarasi Balfour telah menina-bobokan penguasa Arab terhadap pengkhiatan Inggris yang menyerahkan Palestina kepada Zionis.
Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi Palestina menjadi tiga bagian. Hal ini mendapat protes keras dari penduduk Palestina. Mereka menggelar demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan PBB ini. Lain halnya yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka mengadakan perayaan atas kemenangan besar ini. Bantuan dari beberapa negara Arab dalam bentuk persenjataan perang mengalir ke Palestina. Saat itu pula menyusul pembubaran gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan pembunuhan terhadap Hasan al-Banna yang banyak berperan dalam membela Palestina dari cengkraman Israel.
Apa yang dilakukan Yahudi dalam merebut Palestina tidaklah terlepas dari dukungan Inggris dan Amerika. Berkat dua negara besar inilah akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui begitu panjang dan sulit. Palestina menjadi negara yang tercabik-cabik selama 30 tahun pendudukan Inggris. Sejak 1918 hingga 1948, sekitar 600.000 orang Yahudi diperbolehkan menempati wilayah Palestina. Penjara-penjara dan kamp-kamp konsentrasi selalu dipadati penduduk Palestina akibat pemberontakan yang mereka lakukan dalam melawan kekejaman Israel.
Tahun 1956, Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan Islam di kawasan Arab dipukul dan Abdul Qadir Audah, Muhammad Firgholi, dan Yusuf Thol'at yang terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina dihukum mati oleh rezim Mesir. Dan pada tahun 1967, semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Israel. Peristiwa itu terjadi setelah penggempuran terhadap Gerakan Islam dan hukuman gantung terhadap Sayyid Qutb yang amat ditakuti kaum Yahudi. Tahun 1977, terjadi serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David yang disponsori oleh mendiang Anwar Sadat dari Mesir.
Akhirnya pada Desember 1987, perjuangan rakyat Palestina terhimpun dalam satu kekuatan setelah sekian lama melakukan perlawanan secara sporadis terhadap Israel. Gerakan Intifadhah telah menyatukan solidaritas rakyat Palestina. Intifadhah merupakan aksi pemberontakan massal yang didukung massa dalam jumlah terbesar sejak tahun 1930-an. Sifat perlawanan ini radikal revolusioner dalam bentuk aksi massal rakyat sipil.
Adanya kehendak kolektif untuk memberontak sudah tidak dapat ditahan lagi. Untuk tetap bertahan dalam skema transformasi masyarakat yang menghindari aksi kekerasan, maka atas prakarsa Syekh Ahmad Yassin dibentuklah HAMAS (Harakah al-Muqawwah al-Islamiyah) pada bulan Januari 1988, sebagai wadah aspirasi rakyat Palestina yang bertujuan mengusir Israel dari Palestina, mendirikan negara Islam Palestina, dan memelihara kesucian Masjid Al-Aqsha. HAMAS merupakan "anak" dari Ikhwanul Muslimin karena para anggotanya berasal dari para pengikut gerakan Ikhwanul Muslimin. Perlawanan terhadap Israel semakin gencar dilakukan dan mengakibatkan kerugian material bagi Israel berupa kehancuran pertumbuhan ekonomi, penurunan produksi industri dan pertanian, serta penurunan investasi. Kerugian lainnya yaitu hilangnya ketenangan dan rasa aman bangsa Israel.
Hingga hari ini Israel masih berdiri kokoh di atas bumi Palestina. Para pemuda Islam tidak akan tinggal diam. Perlawanan akan tetap dilancarkan demi musnahnya bangsa Yahudi. Dengan kekuatan yang dimiliki maka Israel akan dihancurkan dari bumi ini dengan sehancur-hancurnya. Ini bukan hal yang mustahil dilakukan. Bukankah Israel telah mundur dari Libanon akibat gempuran Hisbullah? Perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Palestina tidak akan sia-sia, Insya Allah seluruh wilayah Palestina akan kembali ke pangkuan Islam dan Yahudi laknatullah akan musnah dari bumi ini


Post

Fremasonry dibalik Ksatria Templar

Oleh Harun yahya
Ksatria Templar, ordo militer Kristen terbesar dan paling kuat yang dikenal sebagai ‘Para Perwira Miskin Kristus dan Bait Salomo’, tak lain adalah cikal-bakal gerakan freemason.
Pernah menontong film “Kingdom of Heaven”? film perebutan kota Jerusalem karya sutradara film Gladiator, Ridley Scott?. “Kingdom of Heaven” bercerita mengenai suasana Jerusalem pada masa Perang Salib di abad ke-12, dimana Raja Jerusalem saat itu, King Baldwin (Edward Norton), memilih untuk menjalin dan mempertahankan perjanjian damai dengan pihak kerajaan Islam yang dipimpin oleh “Saladin” (sebutan orang Barat terhadap Salahuddin Al-Ayyubi. Pejuang legendaris Islam).
 
Alkisah, karena melihat sejarah buram berbagai korban yang ditimbulkan oleh akibat Perang Salib itulah, King Baldwin (dari pihak Kristen) ingin mengadakan perjanjian damai dengan pihak Islam (yang diwakili Salahuddin Al-Ayyubi).

Perjanjian damai yang diinginkan Baldwin adalah terciptanya Jerusalem sebagai suatu kerajaan surgawi yang tentram dan makmur, tanpa peperangan dan kebencian, yang dia istilahkan dengan, “A kingdom of concious, peace instead of war, love instead of hate”.
Sayangnya, rencana perjanjian indah itu ternoda oleh ambisi dan kerakusan oleh segolongan kecil orang dari kubu pasukan Kristen. Golongan ini dikepalai oleh Guy de Lusignan (Marton Csokas), suami dari adik raja, sekaligus calon raja Jerusalem.
Ia, lebih memilih melakukan konfrontrasi dengan pasukan Islam secara terang-terangan. Guy de Lusignan lah (dalam cerita film tersebut) yang digambarkan sebagai sosok pemimpin pasukan ksatria Templar (Knights Templar).
Disaat pihak raja Kristen dan Islam sedang mencari jalan damai, justru para Kesatria Templar-lah, yang melakukan pembantaian sekelompok masyarakat Islam dengan sangat keji, termasuk adik dari Panglima Islam kala itu, yakni Salahuddin Al-Ayyubi. Begitu kejinya, sampai-sampai utusan yang dikirim Salahuddin untuk meminta jasad adiknya, justru Guy membunuh sang kurir dari Saracen (sebutan untuk kaum Muslim) dengan memotong kepalanya.
Ksatria Templar adalah sebuah ordo militer Kristen terbesar dan paling kuat. Dia lahir sebagai dengan sebutan ‘Para Perwira Miskin Kristus dan Bait Salomo’, yang berpusat di Yerusalem. Ksatria Templar dibentuk pada 1118, setelah Perang Salib Pertama 1096 dibawah pimpinan Paus Urban II.. Tadinya, ia hanya bertugas membantu Kerajaan Yerusalem melindungi kerajaannya, dan untuk melindungi keamanan para peziarah Eropa yang ingin pergi ke Yerusalem. Para Ksatria Templar, ibarat pasukan khusus yang hanya tunduk pada perintah kepausan.
Dalam perkembangannya, Kaum Templar begitu cepat berkembang. Bahkan menjadi penggerak utama dalam politik internasional di masa Perang Salib. Karena itu, Kepausan memberinya tugas istimewa (lihat Omne Datum Optimum) dengan mengijinkan mereka mengumpulkan pajak dan menerima sumbangan, yang sebagian hasil yang dikumpulkan saat Perang Salib dari kaum Muslim.
Kepercayaan yang luar biasa pada para Ksatria Templar menyebabkan ordo ini semakin menggurita, terutama dalam hal keuangan. Tak heran pundi-pundi uang disimpan di kantor-kantor cabang dan gereja-gereja mereka. Begitu besarnya uang yang dimiliki, sampai-sampai, sutradara Holywood pernah membuat film berjudul, “National Treasure”, yang berceita tentang legenda harta karun para Ksatria Templar. Konon, harta karun ini sangat besar, bahkan mungkin paling besar dalam sejarah manusia, dan tersembunyi di sebuah tempat di Amerika
Karena berjibunnya uang itu, tahun 1135 ordo ini memulai kegiatan baru berupa pinjam-meminjamkan uang kepada para peziarah Spanyol yang ingin berkunjung ke Tanah suci. Kelak kegiatannya ini k Mereka pula yang pertama kali menyelenggarakan sistem cek dan kredit, menyerupai yang ada pada sebuah bank. Menurut penulis Inggris, Michael Baigent dan Richard Leigh, mereka membangun semacam kapitalisme abad pertengahan, dan merintis jalan menuju perbankan modern dengan transaksi mereka yang kita kenal dengan istilah perbankan dan dunia riba.
Mereka pula yang pertama kali menyelenggarakan sistem cek dan kredit, menyerupai yang ada pada sebuah bank. Menurut penulis Inggris, Michael Baigent dan Richard Leigh, mereka membangun semacam kapitalisme abad pertengahan, dan merintis jalan menuju perbankan modern dengan transaksi mereka yang berbasis bunga.
Cikal-bakal Freemason
Sayangnya, di saat kekuatan dan kekayaanya semakin menggurita, ketamakannya dan kedoknya mulai terkuak. Para Templar, secara diam-diam justru hanya memanfaatkan gereja meski perilakunya jauh keluar dari iman Katolik.
Diantara penyimpangannya adalah; mereka melakukan ritual-ritual setan yang tak pernah diajarkan dalam Katolik. Para Templar, yang awalnya bersemboyan ‘Para Perwira Miskin Kristus” sesungguhnya adalah orang-orang superkaya. Para Templar menyebut dirinya “tentara miskin”, tetapi dalam waktu singkat mereka menjadi sangat makmur.
Sebagian kaum Templar mengaku mereka melakukan tindakan-tindakan homoseksual, dan bahwa mereka menyembah kepala manusia dan sebuah agama misteri yang dikenal sebagai Bafomet.
Para Templar juga melakukan ritual yang dianggap keluar dari iman Katolik karena meludahi Salib tiga kali, serta mencium bokong orang lain.
Tahun 1307, Raja Prancis Philip le Bel dan Paus Clement V memutuskan untuk menangkap dan membubarkan anggota-anggota ordo ini. Clevement V bahkan mengeluarkan keputusan kepausan dengan nama Vox in Excelso (suara dari langit). Sejak itu, para pemimpin Templar, yang dijuluki “pemimpin Besar (Grand Master)”, mulai dari yang terpenting dari mereka, Jacques de Molay, dihukum mati pada tahun 1314 atas perintah Gereja dan Raja. Kebanyakan mereka dijebloskan ke dalam penjara, namun sebagaian melarikan diri ke tempat yang aman.
Salah satunya mereka berlindung di satu-satunya kerajaan di Eropa yang tidak mengakui kekuasaan Gereja Katolik di abad keempat belas, yaitu Skotlandia. Di sana, mereka menyusun kekuatan kembali di bawah perlindungan Raja Skotlandia, Robert the Bruce. Mereka juga melakukan penyamaran dan melanjutkan gerakan rahasia mereka dalam bentuk gilda (serikat sekerja) di Kepulauan Inggris abad pertengahan lalu mereka menguasainya.
Mereka juga memilih Negara Swiss sebagai tempat pelarian dan penyusunan kembali kekuatannya. Pendeknya, para Templar tidak tertumpas, sebaliknya filsafat serta berbagai kepercayaan dan upacara mereka tetap berlangsung di balik samaran Freemasonry, yang kelak masih ada hubungannya dengan Yahudi dan Zionisme.
Sebuah buku yang ditulis oleh dua orang Mason, Christopher Knight dan Robert Lomas, yang berjudul the Hiram Key pernah mengungkapkan beberapa fakta penting tentang akar-akar gerakan Freemasonry. Menurut mereka, jelas sekali bahwa Masonry adalah kesinambungan dari para Templar.
Adalah penting bagi anda membaca buku yang tak kalah serunya dengan cerita dalam film ini. Ordo Templar, membuktikan pada kita semua bahwa teori konspirasi memang ada. Para Templar juga membuktikan bagaimana ada ‘negara dalam negara"


Post

22 Sifat Yahudi yang Disebutkan dalam Al Quran

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al-Maidah: 82). ALLAH swt secara jelas, melalui wahyunya dalam Alquran sudah menggambarkan sifat buruk orang-orang Yahudi yang zalim, membuat kerusakan di muka bumi, dan senang mengobarkan api peperangan dengan bangsa lainnya, terutama kaum Muslimin. Dalam Alquran sedikitnya disebutkan 22 sifat burum bangsa Yahudi, yakni:

1. Keras hati dan dzalim (Al-Baqarah:75,91,93,120,145,170; An-Nisa:160; Al-Maidah:41)

2. Kebanyakan fasik dan sedikit beriman kepada Allah SWT (Ali Imran:110; An-Nisa:55)

3. Musuh yang paling bahaya bagi orang-orang Islam (Al-Maidah:82)

4. Amat mengetahui kekuatan dan kelemahan orang-orang Islam seperti mereka mengenal anak mereka sendiri (Al-An’am:20)

5. Mengubah dan memutarbalikkan kebenaran (Al-Baqarah:75,91,101,140,145,211; Ali Imron:71,78; An-Nisa:46; Al-Maidah:41)

6. Menyembunyikan bukti kebenaran (Al-Baqarah:76,101,120,146; Ali Imron:71)

7. Hanya menerima perkara-perkara atau kebenaran yang dapat memenuhi cita rasa atau nafsu mereka (Al-Baqarah:87,101,120,146; Al-Maidah:41)

8. Ingkar dan tidak dapat menerima keterangan dan kebenaran AlQuran (Al-Baqarah:91,99; Ali Imron:70)

9. *****akan telinga kepada seruan kebenaran, membisukan diri untuk mengucapkan perkara yang benar, membutakan mata terhadap bukti kebenaran dan tidak menggunakan akal untuk menimbangkan kebenaran (Al-Baqarah:171)

10. Mencampuradukkan yang benar dan yang salah, yang hak dan yang batil (Ali Imran:71)

11. Berpura-pura mendukung orang Islam tetapi apabila ada di belakang orang-orang Islam, mereka mengutuk dengan sekeras-kerasnya (Al-Baqarah:76; Ali Imran:72,119)

12. Hati meraka sudah tertutup akan Islam karena dilaknat oleh Allah SWT yang disebabkan oleh kekufuran mereka sendiri (Al-Baqarah:88,120,145,146)

13. Kuat berpegang pada rasa kebangsaan mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah bangsa yang istimewa yang dipilih oleh Tuhan dan menyakini agama yang selain daripada Yahudi adalah salah (Al-Baqarah:94,111,113,120,135,145; Al-Maidah:18)

14. Tidak akan ada kebaikan untuk seluruh manusia jika mereka memimpin (An-Nisa:53)

15. Tidak suka, dengki, iri hati terhadap orang-orang Islam (Al-Baqarah:90,105,109,120)

16. Mencintai kemewahan dan kehidupan dunia, bersifat tamak dan rakus, menginginkan umur yang panjang dan mengejar kesenangan serta takut akan kematian (Al-Baqarah:90,95,96,212)

17. Berkata bohong, mengingkari janji dan melampaui batas (Al-Baqarah:100,246,249 Ali Imran:183,184; An-Nisa:46)

18. Berlindung di balik mulut yang manis dan perkataan yang baik (Al-Baqarah:204,246; Ali Imron:72; An-Nisa:46)

19. Mengada-ada perkara-perkara dusta dan suka kepada perkara-perkara dusta (Ali Imran:24,94,183,184; Al-Maidah:41)

20. Berlaku sombong dan memandang rendah terhadap orang-orang Islam (Al-Baqarah:206,212,247)

21. Tidak amanah dan memakan hak orang lain dengan cara yang salah (Ali Imran:75,76; At-Taubah:34)

22. Selalu melakukan kerusakan dan menganjurkan peperangan (Ali Imran:64).


Post

Kitab Hitam Yahudi laknatullah

“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolongmu, hingga mereka berhijrah kepada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka dimana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorang pun di antara mereka menjadi pelindung dan jangan (pula) menjadi penolong,” (QS. An-Nisa : 89). Tidak pernah terbantakan lagi tentang kesetan dan kedurkaan kaum yahudi dari beberapa gambaran dalam kitab suci injil atapun alqu'an. begaimana kerusakan yg diakibatkan oleh kaum Yahudi dalam menolak risalah2 wahyu yg di sampaikan oleh para nabi dan rasul,bahkan yahudi dengan terang-terngan merupakan kaum yg menghujat allah.swt di samping hobi melakukan melakukan pembunuhan kepada para nabi-nabi utusan allah.swt. yahudi slaluh tempil dengan keangkuhan padahal merupakan kaum pengcut serta laknatullah.(Bagaimana anda melihat turunan-turanan yahudi di indonesia?maupun diluar itulah gambaran dari kaum yahudi. Beberapa kutipan yang diangkat dari Kitab Tamud dalam uraian berikut ini merupakan dokumen asli yang tidak-terbantahkan, dengan harapan dapat memberikan pencerahan kepada segenap ummat manusia, termasuk kaum Yahudi, tentang kesesatan dan rasisme dari ajaran Talmud yang penuh dengan kebencian, yang menjadi kitab suci baik bagi kaum Yahudi Orthodoks maupun Hasidiyah di seluruh dunia.
  Beberapa Contoh Isi Ajaran Talmud
Erubin 2b, “Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka”. Moed Kattan 17a, “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana” Menganiaya seorang Yahudi Sama Dengan Menghujat Tuhan dan Hukumannya ialah Mati Sanhedrin 58b, “Jika seorang kafir menganiaya seorang Yahudi, maka orang kafir itu harus dibunuh”. Dibenarkan Menipu Orang yang Bukan-Yahudi Sanhedrin 57a, “Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya”. Orang Yahudi Mempunyai Kedudukan Hukum yang Lebih Tinggi Baba Kamma 37b, “Jika lembu seorang Yahudi melukai lembu kepunyaan orang Kanaan, tidak perlu ada ganti rugi; tetapi ,jika lembu orang Kanaan sampai melukai lembu kepunyaan orang Yahudi maka orang itu harus membayar ganti rugi sepenuh-penuhnya”. Orang Yahudi Boleh Mencuri Barang Milik Bukan-Yahudi Baba Mezia 24a, “Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya”. (Ayat ini ditegaskan kembali di dalam Baba Kamma 113b), Sanhedrin 57a, “Tuhan tidak akan mengampuni seorang Yahudi ‘yang mengawinkan anak-perempuannya kepada seorang tua, atau memungut menantu bagi anak-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir)’ …”. Orang Yahudi Boleh Merampok atau Membunuh Orang Non-Yahudi Sanhedrin 57a, “Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati, Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”. Baba Kamma 37b, “Kaum kafir ada di luar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan uang mereka kepada Bani Israel”. Orang Yahudi Boleh Berdusta kepada Orang Non-Yahudi Baba Kamma 113a, “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir”. Yang Bukan-Yahudi adalah Hewan di bawah Derajat Manusia Yebamoth 98a, “Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang”. Abodah Zarah 36b, “Anak-perempuan orang kafir sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”. Abodah Zarah 22a – 22b, “Orang kafir lebih senang berhubungan seks dengan lembu”. Ajaran Gila di dalam Talmud Gittin 69a, “Untuk menyembuhkan tubuh ambil debu yang berada di bawah bayang-bayang jamban, dicampur dengan madu lalu dimakan“. Shabbath 41a, “Hukum yang mengatur keperluan bagaimana kencing dengan cara yang suci telah ditentukan”. Yebamoth 63a, ” … Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika ia berada di Sorga”. Yebamoth 63a, “…menjadi petani adalah pekerjaan yang paling hina “. Sanhedrin 55b, “Seorang Yahudi boleh mengawini anak-perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari)”. Sanhedrin 54b, “Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan anak-perempuan, asalkan saja anak itu berumur di bawah sembilan tahun”. Kethuboth 11b, “Bilamana seorang dewasa bersetubuh dengan seorang anak perempuan, tidak ada dosanya”. Yebamoth 59b, “Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi”. Abodah Zarah 17a, “Buktikan bilamana ada pelacur seorangpun di muka bumi ini yang belum pernah disetubuhi oleh pendeta Talmud Eleazar”. Hagigah 27a, “Nyatakan, bahwa tidak akan ada seorang rabbi pun yang akan masuk neraka”. Baba Mezia 59b, “Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa rabbi itu memenangkan debat tersebut”. Gittin 70a, “Para rabbi mengajarkan, ‘Sekeluarnya seseorang dari jamban, maka ia tidak boleh bersetubuh sampai menunggu waktu yang sama dengan menempuh perjalanan sejauh setengah mil, konon iblis yang ada di jamban itu masih menyertainya selama waktu itu, kalau ia melakukannya juga (bersetubuh), maka anak-keturunannya akan terkena penyakit ayan”. Gittin 69b, “Untuk menyembuhkan penyakit kelumpuhan campur kotoran seekor anjing berbulu putih dan campur dengan balsem; tetapi bila memungkinkan untuk menghindar dari penyakit itu, tidak perlu memakan kotoran anjing itu, karena hal itu akan membuat anggota tubuh menjadi lemas “. Pesahim 11a, “Sungguh terlarang bagi anjing, perempuan, atau pohon kurma, berdiri di antara dua orang laki-laki. Karena musibah khusus akan datang jika seorang perempuan sedang haid atau duduk-duduk di perempatan jalan “. Menahoth 43b-44a, “Seorang Yahudi diwajibkan membaca doa berikut ini setiap hari, ‘Aku bersyukur, ya Tuhanku, karena Engkau tidak menjadikan aku seorang kafir, seorang perempuan, atau seorang budak belian’ “. Inilah sebagian kecil dari ayat-ayat hitam Talmud. Setiap hari Sabtu yang dianggap suci (Shabbath), mereka mendaras Talmud sepanjang hari dan mengkaji ayat-ayat di atas. Mereka menganggap Yahudi sebagai ras yang satu-satunya berhak disebut manusia. Sedangkan ras di luar Yahudi mereka anggap sebagai binatang, termasuk orang-orang liberalis yang malah melayani kepentingan kaum Zionis. Pengakuan Talmud Abodah Zarah 70a, “Seorang rabbi ditanya, apakah anggur yang dicuri di Pumbeditha boleh diminum, atau anggur itu sudah dianggap najis, karena pencurinya adalah orang-orang kafir (seorang bukan-Yahudi bila menyentuh guci anggur, maka anggur itu dianggap sudah najis). Rabbi itu menjawab, tidak perlu dipedulikan, anggur itu tetap halal (‘kosher’) bagi orang Yahudi, karena mayoritas pencuri yang ada di Pumbeditha, tempat dimana guci-guci anggur itu dicuri, adalah orang-orang Yahudi”. (Kisah ini juga ditemukan di dalam Kitab Gemara, Rosh Hashanah 25b). Ibadah Orang Farisi Erubin 21 b, “Rabbi Akida berkata kepadanya, ‘Berikan saya air untuk mencuci tangan saya’. Ia menjawab, ‘Air itu tidak cukup bahkan untuk diminum, apalagi untuk membasuh tanganmu’ keluhnya. ‘Lalu apa yang harus saya perbuat ?’ tanya seseorang lainnya, ‘padahal engkau tahu menentang ucapan seorang rabbi diancam dengan hukuman mati?’ ‘Saya lebih baik mati daripada menentang pendapat kawan-kawan saya’ ” (Ritual cuci tangan ini terekam dikutuk Nabi Isa a.s. dalam Injil Matius 15 : 1- 9). Genosida Dihalalkan oleh Talmud Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaidah 10, “Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon ben Yohai, ‘Tob shebe goyyim harog’ (“Bahkan orang kafir yang baik sekali pun seluruhnya harus dibunuh”). Orang-orang Israeli setiap tahun mengikuti acara nasional ziarah ke kuburan Simon ben Yohai untuk memberikan penghormatan kepada rabbi yang telah menganjurkan untuk menghabisi orang-orang non-Yahudi [2]. Di Purim, pada tanggal 25 Februari 1994 seorang perwira angkatan darat Israel, Baruch Goldstein, seorang Yahudi Orthodoks dari Brooklyn, membantai 40 orang muslim, termasuk anak-anak, tatkala mereka tengah bersujud shalat di sebuah masjid. Goldstein adalah pengikut mendiang Rabbi Meir Kahane, yang menyatakan kepada kantor berita CBS News, bahwa ajaran yang dianutnya mengatakan orang-orang Arab itu tidak lebih daripada anjing, sesuai ajaran Talmud”.[3] Ehud Sprinzak, seorang profesor di Universitas Jerusalem menjelaskan tentang falsafah Kahane dan Goldstein, “Mereka percaya adalah teiah menjadi iradat Tuhan, bahwa mereka diwajibkan untuk melakukan kekerasan terhadap ‘goyyim’, sebuah istilah Yahudi untuk orang-orang non-Yahudi”. [4] Rabbi Yizak Ginsburg menyatakan, “Kita harus mengakui darah seorang Yahudi dan darah orang ‘goyyim’ tidaklah sama”. [5] Rabbi Jacov Perrin berkata, “Satu juta nyawa orang Arab tidaklah seimbang dengan sepotong kelingking orang Yahudi”.[6] Doktrin Talmud : Orang non- Yahudi Bukanlah Manusia Talmud secara spesifik menetapkan orang non-Yahudi termasuk golongan binatang, bukan-manusia, dan secara khusus menyatakan bahwa mereka bukan dari keturunan Nabi Adam a.s. Ayat-ayat yang berkaitan itu ditemukan bertebaran di dalam Kitab Talmud, antara lain sebagai berikut : Kerihoth 6b, “Menggunakan minyak untuk mengurapi. Rabbi kita mengajarkan, ‘Barangsiapa menyiramkan minyak pengurapan kepada ternak atau perahu, ia tidak melakukan dosa; bila ia melakukannya kepada ‘goyyim’, atau orang mati, dia tidak melakukan dosa. Hukum yang berhubungan dengan ternak dan perahu adalah benar, karena telah tertulis: terhadap tubuh manusia (Ibrani: Adam) tidak boleh disiramkan (Exodus 30:32); karena ternak dan perahu bukan manusia (Adam)’ “. “Juga dalam hubungan dengan yang meninggal (sepatutnya) ia dikecualikan, karena setelah meninggal ia menjadi bangkai dan bukan manusia lagi (Adam). Tetapi mengapa terhadap ‘goyyim’ juga dikecualikan, apakah mereka tidak termasuk kategori manusia (Adam) ? Tidak, karena telah tertulis: ‘Wahai domba-domba-Ku, domba-domba di padang gembalaan-Ku adalah manusia (Adam)’ (Ezekiel 34:31): Engkau disebut manusia (Adam), tetapi ‘goyyim’ tidak disebut sebagai manusia (Adam)’ “. Pada ayat-ayat terdahulu para rabbi membahas hukum Talmud yang melarang memberikan minyak suci bagi manusia. Dalam pembahasan itu para rabbi menjelaskan bukanlah suatu dosa untuk memberikan miyak suci itu kepada ‘goyyim’ (kaum non-Yahudi, seperti Muslim, Kristen, dan sebagainya), karena ‘goyyim’ tidak termasuk golongan manusia (harfiahnya: bukan keturunan Adam). Yebamoth 61a, “Telah diajarkan: Begitulah Simeon ben Yohai menerangkan (61a) bahwa kuburan orang ‘goyyim’ tidak termasuk tempat yang suci untuk mendapatkan ‘ohel’ (memberikan sikap ruku’ terhadap kuburan), karena telah dikatakan, wahai domba-domba-Ku yang ada di padang gembalaan-Ku, kalian adalah manusia (Adam)’, (Ezekiel 34:31); kalian disebut manusia (Adam); tetapi kaum kafir ltu tldak disebut manusia (Adam)’ “. Hukum Talmud menerangkan bahwa seorang Yahudi yang menyentuh bangkai manusia atau kuburan (Yahudi) menyebabkan ia ternajisi. Tetapi hukum Talmud mengajarkan, sebaliknya, jika seorang Yahudi menyentuh kuburan orang goyyim, hal itu membuat ia tetap suci, karena orang goyyim tidak termasuk golongan manusia (Adam). Baba Mezia 114b, “Dia (Rabbah) berkata kepadanya: ‘Apakah engkau bukan pendeta: mengapa engkau berdiri di atas kuburan ? Ia menjawab: ‘Apakah guru belum mempelajari hukum tentang kesucian? Karena telah diajarkan: Simeon ben Yohai berkata:‘Kuburan kaum ‘goyyim’ tidak menajisi. Karena telah tertulis, ‘Wahai gembalaan-Ku gembalaan di padang rumput-Ku adalah manusia (Adam), dan ia berdiri di atas kuburan kaum ‘goyyim’ “. Mengingat pembuktian berdasarkan nash Taurat (Ezekiel 34:31). disebut sampai berulang-kali pada ketiga ayat-ayat Talmud di atas tadi, padahal dalam kenyataannya Taurat tidak pernah menyebutkan bahwa hanya orang Yahudi saja yang termasuk golongan manusia. Para ‘hachom’ Talmud sangat menekankan kekonyolan ajaran mereka tentang kaum ‘goyyim’. Hal itu merupakan bukti bahwa mereka sebenarnya adalah rasis dan ideolog anti-kaum non-Yahudi, yang dalam kebuntuan nalarnya telah mendistorsikan ayat-ayat Taurat dalam rangka membenarkan kesesatan mereka. Berakoth 58a, “Shila seorang Yahudi memberikan hukuman cambuk kepada seseorang yang telah bersetubuh dengan seorang perempuan Mesir: Orang yang dicambuk itu pergi mengadukannya kepada pemerintah, dan berkata: ‘Ada seorang Yahudi yang memberikan hukuman cambuk tanpa izin dari pemerintah’. Seorang petugas memerintahkan untuk memanggilnya (Shila). Ketika ia (Shila) tiba, ia ditanya: ‘Mengapa engkau mencambuk orang ini?’ Ia (Shila) menjawab: ‘ Karena ia telah menyetubuhi keledai betina’ “. “Petugas itu berkata kepadanya: ‘Apakah engkau mempunyai saksi-saksi?’ Ia(Shila) menjawab ‘Saya mempunyainya’. Kemudian (nabi) Elijah turun dari langit dalam bentuk manusia dan memberikan bukti. Petugas itu berkata lagi kepadanya: ‘Kalau demikian halnya seharusnya orang itu dihukum mati!’ Ia (Shila) menjawab: ‘Karena kami telah diasingkan dari negeri kami, kami tidak mempunyai wewenang untuk menjatuhkan hukuman mati; lakukanlah terhadapnya sesuai kehendak kalian’ “ “Ketika mereka masih mempertimbangkan perkara itu Shila pun berteriak.• ‘Kepada-Mulah ya Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Kuasa’ (Kisah-kisah 29:11). ‘Apa kehendakmu? tanya petugas itu. Ia (Shila) menjawab.• ‘Apa yang kukatakan ialah: Terpujilah Yang Maha Pengasih yang telah menciptakan segala sesuatunya dari tanah serupa dengan Yang di Sorga, dan telah memberikan kepadamu sekalian tempat tinggal, dan membuat kalian mencintai keadilan’ “, “Petugas itu berkata kepadanya (Shila).• ‘Apakah engkau sedemikian membantu kepada kehormatan pemerintah?’ Petugas itu memberi Shila sebuah tongkat dan berkata kepadanya: ‘Engkau boleh menjadi hakim. ‘ Tatkala petugas (orang ‘goyyim’) itu telah pergi, orang-orang yang ada disana berkata kepadanya (Shila).• ‘Apakah Yang Maha Pengasih membuat mu’zizat bagi kaum pendusta?’. Ia (Shila) menjawab mereka (‘goyyim’) disebut keledai? Karena telah tertulis: Daging mereka adalah daging keledai’ (Ezekiel 23:30) Ia (Shila) memperhatikan orang-orang itu akan memberi-tahukan petugas-petugas itu bahwa ia (Shila) telah menyebut mereka sebagai keledai. Maka ia (Shila) berkata.• ‘Orang itu adalah penuntut hukum, dan Taurat telah mengatakan: Jika seseorang datang untuk membunuhmu, bangkitlah segera dan bunuh dia lebih dahulu. Begitulah tongkat yang diberikan kepadanya itu dipukulkannya kepada terdakwa dan membunuhnya.’ Kemudian ia berkata: ‘Karena sebuah mu’zizat telah terjadi melalui ayat ini, maka aku melaksanakannya’ “. Bagian ini terpaksa diutarakan agak panjang, tetapi agaknya terpaksa dikutip seluruhnya untuk memperlihatkan bagaimana kedzaliman kaum Yahudi. Sebagai tambahan bahwa nabi Elijah sampai perlu turun dari sorga ke bumi untuk menipu mahkamah kaum goyyim, disini Talmud mengajarkan, bahwa kaum ‘goyyim’ pada dasamya adalah binatang, sehingga karena itu Rabbi Shila (dan nabi Elijah) sama sekali tidaklah dapat disebut telah berdusta atau telah membuat dosa. Ceritera itu menjelaskan bahwa sekiranya seseorang (termasuk orang Yahudi) mengungkapkan ajaran Talmud pandangan tentang kaum ‘goyyim’ sama dengan keledai, maka ia akan menerima hukuman mati. Karena mengungkapkan hal itu akan membuat kaum ‘goyyim’ murka dan akan menindas agama Yahudi. Kutipan Talmud dari kitab Ezekiel ini merupakan “nash bukti” sangat penting, karena ayat itu menyatakan bahwa kaum ‘goyyim’ itu termasuk golongan binatang (keledai). Ayat dari kitab Ezekiel pada Kitab Perjanjian lama telah diubah dengan hanya mengatakan bahwa “orang Mesir memiliki kemaluan yang besar” (sindiran – sama dengan keledai). Hal ini tidak membuktikan atau menegaskan secara eksplisit bahwa orang Mesir yang dirujuk oleh Taurat sarna dengan binatang. Dalam hal ini Talmud memalsukan Taurat dengan cara mendistorsikan tafsir. Beberapa ayat Talmud yang lain yang mengkaitkannya dengan kitab Ezekiel 23:30 yang memperlihatkan watak rasis orang Yahudi ditemukan dalam Arakin 19b, Berakoth 25b, Niddah 45a, Shabbath 150a, dan Yebamoth 98a. Lagipula nash aseli Sanhedrin 37a hanya mengkaitkannya dengan persetujuan Tuhan untuk penyelamatan kaum Yahudi saja. [7] Moses Maimonides Membenarkan Pembantaian Begawan yang sangat dihormati, Moses Maimonides, mengajarkan tanpa tedeng aling-aling, bahwa kaum Kristen wajib dihabisi. Tokoh yang memberikan fatwa seperti itu memiliki kedudukan tertinggi dalam hirarki agama Yahudi. Moses Maimonides dipandang sebagai penyusun hukum dan filosuf terbesar sepanjang sejarah Yahudi. Ia acapkali dengan penuh rasa hormat disebut dengan nama Rambam, dan disapa dengan panggilan Rabenu Moshe ben Maimon, yang artinya ‘Rabbi Kami Musa anak Maimun”.[8] Inilah yang diajarkan oleh Maimonides tentang boleh tidaknya menyelamatkan nyawa kaum ‘goyyim’, atau bahkan’ orang Yahudi sekali pun yang berani menolak “inspirasi ilahiyah di dalam Talmud’. “Sesungguhnya bila kita melihat seorang kafir (‘goyyim’) sedang terhanyut dan tenggelam di sungai, kita tidak boleh menolongnya. Kalau kita melihat nyawanya sedang terancam, kita tidak boleh menyelamatkannya.” [9]. Naskah dalam bahasa Ibrani edisi Feldheim 1981 tentang Mishnah Torah menyebutkan hal yang sarna seperti itu. Dengan peringatan dari Maimonides itu, telah diwajibkan bagi kaum Yahudi untuk tidak boleh menyelamatkan nyawa atau memberikan pertolongan kepada seorang ‘goyyim’, ia sebenarnya menyatakan sikap kaum Yahudi yang sebenarnya yang dibebankan oleh Talmud terhadap kaum non-Yahudi.[10] “Hal itu telah merupakan ‘mitvah’ (kewajiban agama) untuk , menghabisi para pengkhianat kaum Yahudi, para ‘minnim’, dan “apikorsim” dan membuat mereka jatuh ke dalam lobang kehancuran, karena mereka telah menyebabkan penderitaan kepada kaum Yahudi, dan menipu manusia untuk menjauh dari Tuhan, sebagaimana yang dilakukan oleh Isa dari Nazareth dan para muridnya, dan Tzadok, Baithos dan murid-muridnya. Semoga terla’natlah mereka”. Komentar penerbit Yahudi itu memuat pernyataan Maimonides bahwa Nabi Isa a.s. adalah contoh seorang ‘min’ (“pengkhianat” majemuknya ‘minnim’). Komentar itu juga menerangkan bahwa murid-murid Tzadok, yaitu kaum Yahudi yang menolak kebenaran Talmud dan mereka yang hanya mengakui hukum tertulis, yakni Taurat. Menurut buku ‘Maimonides’ Principles’ pada h.5, Maimonides memerlukan waktu dua-belas tahun untuk menyimpulkan hukum dan keputusan dari Talmud, dan mensistemasikan kesimpulannya itu ke dalam 14 jilid. Karya itu akhirnya selesai pada tahun 1180 dan diberi judul ‘Mishnah Torah’, atau ‘Syari’at Taurat’. Maimonides mengajarkan pada bagian lain dari ‘Mishnah Torah’, bahwasanya kaum ‘goyyim’ bukanlah golongan manusia: “Hanyalah manusia (kaum Yahudi), dan bukannya perahu, yang dapat memperoleh najis bila bersentuhan … Bangkai dari seorang ‘goyyim’ tidak menyebabkan najis bila bersentuhan dengan bayang-bayang seorang Yahudi … seorang ‘goyyim’ tidak sampai menyebabkan penajisan; dan bila seorang ‘goyyim’ menyentuh, membawa, atau membayangi … ‘goyyim’ itu tidak menyebabkan najis … mayat seorang ‘goyyim’ tidak menyebabkan menjadi najis; dan sekiranya’” seorang ‘goyyim’ menyentuh, membawa, atau menjatuhkan bayangannya kepada mayat, ia dianggap tidak pernah menyentuh mayat tersebut.” .[11] Film ‘Schindlers List’ – Contoh Kebohongan Kaum Yahudi Teks Talmud (khususnya Talmud Babilonia) pada Sanhedrin 37a tidak mewajibkan orang Yahudi untuk menyelamatkan nyawa orang lain, terkecuali nyawa orang Yahudi. Moshe Maimonides memperkuat ajaran Talmud tersebut. Tetapi, beberapa buku yang ditulis oleh orang-orang Yahudi kontemporer (Hesronot Ha-shas) merujuk beberapa nash dari Talmud yang seolah-olah memuat frase nilai-nilai universal, seperti, “Barangsiapa membunuh kehidupan seseorang, hal itu sama dengan membunuh seluruh isi dunia; dan barangsiapa memelihara kehidupan seseorang ,,, hal itu seperti ia telah memelihara seluruh isi dunia”. Bandingkan dengan al-Qur’an 5:32, “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya”. Namun Hesronot Ha-ash mengakui ayat-ayat di atas tadi bukan katta-kata yang otentik dari Talmud yang asli. Dengan kata lain, ayat-ayat bemada universal tersebut bukanlah nash otentik dari Talmud. Jadi sekedar sebagai contoh, “versi universal” ini yang oleh Stephen Spielberg dituangkan ke dalam filmnya ‘The Schindler’s List’ yang terkenal itu (dan dikaitkan seolah-olah bersumber dari Talmud pada judul maupun iklan filmnya) adalah penipuan dan merupakan propaganda, yang dimaksudkan untuk memberikan polesan kemanusiaan kepada Talmud, yang pada hakekatnya adalah kitab yang penuh berisi semangat rasisme dan chauvinisme Yahudi. Dalam nash Talmud yang aseli tertulis pada ayat yang sama, “Barangsiapa memelihara bahkan satu nyawa orang Israeli, maka ia seperti memelihara seluruh isi dunia”. Sama seperti ayat-ayat yang lain, Talmud yang aseli hanya membicarakan perihal menyelamatkan orang-orang Yahudi. Tipuan Orang Yahudi Sanggahan para rabbi orthodoks bahwa tidak ada bukti dokumentasi otentik tentang rasisme dan semangat kebencian di dalam Talmud adalah bohong besar, karena di dalam Baba Kamma 113a, menyatakan bahwa “Orang Yahudi boleh berbohong untuk menipu kaum ’goyyim’ ‘. The Simon Wiesenthal Center, sebuah pusat propaganda ruhubiyah Yahudi yang didukung oleh dana multi-jutaan dolar terpaksa memecat Rabbi Daniel Landes pada tahun 1995, karena rabbi ini menentang ajaran dehumanisasi oleh Talmud terhadap orang non-Yahudi. “Sikap ini benar-benar busuk”, katanya. Buktinya ? “Ya, pernyataan-pernyataan di dalamnya”. Berdusta untuk menipu orang ‘goyyim’ telah lama menjadi panutan di dalam agama Yahudi. Ambil contoh sehubungan dengan debat pada abad ke-13 di Paris antara Nicholas Donin, seorang Yahudi yang telah memeluk agama Katolik –yang oleh Hyam Maccoby diakui mempunyai pengetahuan yang luas tentang Talmud”[12]- saat berkonfrontasi lawan Rabbi Yehiel. Pada waktu itu Yehiel tidak sedang berada di bawah ancaman hukuman, atau dicederai. Namun tanpa malu tetap saja berdusta sepanjang debat tersebut. Sebagai contoh ketika ditanya oleh Donin apakah ada ayat-ayat yang menghujat Jesus di dalam Talmud, Yehiel menyanggahnya. Donin, seorang ahli dalam bahasa lbrani paham benar jawaban itu dusta maka. Ryam Maccoby, seorang komentator Yahudi mengenai debat tersebut, yang hidup di abad ke-20, membela kebohongan Rabbi Yehiel seperti ini, “Pertanyaan itu mungkin diajukan, apakah Yehiel benar-benar percaya yang Jesus tidak disebut-sebut di dalam Talmud atau, bisa juga ia mengajukan pertanyaan ini sebagai suatu tipuan yang cerdik, untuk menciptakan keadaan mendesak Yehiel … tentu saja Rabbi Yehiel dapat dimaafjkan bila ia tidak mengakui sesuatu yang tidak sepenuhnya dipercayainya, dalam rangka mencegah proses tiranik yang menghadapkan budaya dari suatu agama tertentu, terhadap agama yang lain”.[13] Beginilah cara orang Yahudi menyanggah sampai dengan hari ini tentang adanya nash Talmud yang mengandung ayat-ayat yang penuh dengan kebencian. Sebuah kata tentang “kebohongan Yahudi diplesetkan dan disulap menjadi “dapat dimaafkan”, sementara setiap penyelidikan terhadap kitab-kitab suci Yahudi oleh peneliti non-Yahudi dipandang sebagai “proses tiranik”. Sementara itu serangan kaum Yahudi terhadap kitab-kitab Injil Perjanjian Baru dan al-Qur’an tidak pernah dianggap sebagai “proses tiranik”. Hanya kritik kaum non- Yahudi yang dianggap tiranik, sedangkan cara mempertahankan diri bagi orang Yahudi adalah berdusta. Betapapun banyaknya sanggahan dan kebohongan yang keluar dari ‘The Anti-Defamation League’ (ADL – ‘Liga Anti-Penghinaan’ Yahudi) dan dari the Wiesenthal Center, dalam buku ini dikutip nash-nash baik dari Talmud maupun juga dari mufassir Talmud ‚paling’ terkemuka” di mata orang Yahudi sendiri, seperti Moses Maimonides, Pada tahun 1994 Rabbi Tzvi Marx, direktur pendidikan teknologi terapan pada ‘Shalom Hartman Institute’ di Jerusalem, telah menulis semacam pengakuan yang menakjubkan tentang bagaimana kaum Yahudi di masa yang silam telah membuat dua jenis kumpulan kitab: kitab Talmud yang otentik sebagai bahan pelajaran bagi para pemuda mereka di sekolah-sekolah (‘kollel’) Talmud, dan sebuah lagi kitab Talmud yang telah “disensor dan diamendemen” yang ditujukan bagi konsumsi para ‘goyyim’ yang tidak mengerti apa-apa. Rabbi Marx menjelaskan bahwa versi tafsir Maimonides yang dikeluarkan untuk konsumsi umum, tertulis misalnya, “Barangsiapa membunuh seorang manusia, ia telah melanggar hukum”. Tetapi Rabbi Marx menyatakan, nash yang asli berbunyi, ” Barangsiapa membunuh seorang Israeli, ia melanggar hukum”. [14] Buku Hesronot Ha-shas (“Yang Dihilangkan dari Talmud”) lalu menjadi penting dalam kaitan ini. Heshronot Ha-shas dicetak-ulang pada tahun 1989 oleh Sinai Publishing House, Tel Aviv. Heshronot Ha-shas menjadi sangat berharga bagi kita, karena buku ini menyusun suatu daftar panjang ayat-ayat Talmud yang diubah atau dihilangkan, dan daftar ayat-ayat yang dipalsukan dewasa ini, yang dibuat untuk konsumsi kaum ‘goyyim’ seolah-olah ayat-ayat itulah yang otentik. Popper (h.58-59) menjelaskan : “Tidak selalu yang disensor itu ayat-ayat panjang, tetapi acapkali satu kata pun dihapus. … Acapkali dalam hal seperti itu digunakan dalam rangka penghapusan dan penggantian”. [15] Sebagai contoh pentarjamah versi Talmud dalam bahasa Inggris terbitan Soncino menterjemahkan kata lbrani ‘goyyim’ dengan sejumlah kata-ganti samaran seperti, “kafir, Cuthean, Mesir, penyembah berhala”, dan sebagainya. Tetapi sebenarnya kata-ganti ini merujuk kepada kata-aseli ‘goyyim’ (semua yang non- Yahudi). Pada catatan-kaki no. 5 Talmud pada edisi Soncino dijelaskan bahwa, “Istilah orang Cuthea (Samaritan) disini adalah untuk menggantikan kata-aseli ‘goyyim’ … “ Hal itu merupakan praktek disinformasi yang lazim dipakai oleh kaum Farisi untuk menyangkal adanya ayat-ayat yang rasialistik di dalam Talmud yang telah diungkapkan terdahulu dalam buku ini, dalam rangka mengklaim bahwa ayat-ayat itu adalah “karangan dari orang-orang yang anti-Semit”, antara lain The Babylonian Talmud online Talmud versi Soncino dengan editor Rabbi Dr. Isidore Epstein of Jews’ College, London. Bandingkan penjelasan Seder ZERAIM (זרעים), MOED (מועד), NASCHIM (נשים ), NEZIKIN (נזיקין), KODASCHIM (קדשים), TOHOROTH (טהרות) oleh Rev. I. B. Pranaitis (Roman Catholic Priest) dalam buku The Talmud Unmasked, The Secret Rabbinical Teachings Concering Christians Pada tahun 1994, Lady Jane Birdwood (80 tahun), ditangkap dan diadili di depan pengadilan pidana di London, hanya karena "Kejahatannya" menerbitkan sebuah pamflet berjudul ‘The Longest Hatred’ (Kebencian yang Paling Lama), berisi seluruh pernyatan kebencian di dalam Talmud yang diangkatnya dari ayat-ayat yang berisi kebencian kepada kaum ‘goyyim’ dan Kristen. Sepanjang peradilan terhadapnya dia dituduh sebagai suatu kejahatan --sayang tidak mendapatkan perhatian dari media massa--, bahkan seorang Rabbi yg diundang sebagai saksi ahli pun menyanggah sepenuhnya bahwa kitab Talmud berisi ayat-ayat yang mengundang kebencian kepada kaum ‘goyyim’ dan Kristen, dan hanya karena kedudukan dan prestise rabbi tersebut, wanita tua yang malang itu dijatuhi hukuman “tiga bulan kurungan penjara dan denda senilai $ l000″ Dr. Israel Shahak dalam bukunya berjudul ‘Jewish History and Jewish Religion’, pada bab tentang Jesus di dalam Talmud pada h.57, dan h.105-106, menegaskan adanya ayat-ayat yang menganjurkan kebencian dan rasisme di dalam Talmud. Mereka yang menyangkal kenyataan ini adalah pembohong besar. Tanggapan Dunia ‘Judeo-Kristen’ terhadap Talmud Dewasa ini ada persekongkolan yang kuat antara dunia Kristen dan Yahudi. Anehnya di era modern ini tidak ada, bahkan tidak pernah ada, para Paus, Katolik serta tokoh-tokoh gereja Protestan yang menyerang atau mengecam ajaran rasisme di Talmud, atau kebencian mendarah-mendaging terhadap Kristen dan kaum ‘goyyim’ (muslim dan lain-lain) yang diajarkannya. Malah sebaliknya para pimpinan gereja Kristen, baik Katolik maupun Protestan, menganjurkan kepada para pengikut Jesus Kristus untuk mentaati, menghormati, bahkan membantu pengikut Talmud. Oleh karena itu kesimpulan kita tidak lain, para pemimpin gereja Katolik dan Protestan dewasa ini sebenarnya adalah pengkhianat paling nyata terhadap Jesus Kristus di muka bumi dewasa ini (periksa Perjanjian Baru Matius 23:13-15; I Thessalonika 2:14-16; Titus 1:14; Lukas 3:8-9; dan Kitab Wahyu 3:9). Kaum Non-Yahudi adalah ‘Sampah’ Semua orang non-Yahudi dari segala ras dan agama apa pun menurut Talmud adalah super-sampah’, begitu menurut pendiri Habad-Lubavitch, Rabbi Shneur Zalman. Analisanya ditemukan di dalam majalah Yahudi ‚The New Republic’, yang dalam analisisnya menyatakan bahwa, “… ada ironi besar dalam pandangan universalisme messianik yang baru pada gerakan Habad khususnya pandangannya tentang kaum ’goyyim’ yakni pernyataan Habad yang tanpa tedeng aling-aling berisi penghinaan bernada rasial terhadap kaum ‘goyyim ‘. …berdasarkan pendapat para theolog Yahudi pada abad pertengahan – terutama sekali pemikiran penyair dan filosuf Judah Ha-Levi pada pada abad ke-12 di Spanyol, dan tokoh mistik Yahudi Judah Loewe pada abad ke-16 di Praha – mereka mencari ketetapan mengenai keunggulan kaum Yahudi berdasarkan ras dan bukannya pada keunggulan kerohanian … menurut pandangan mereka, secara mendasar kaum Yahudi itu lebih unggul atas ras mana pun, dan mengenai hal itu ditegaskan berulangkali dalam bentuk yang sangat ekstrim oleh Shneur Zalman dari Lyadi. Pendiri Lubavitcher-Hasidisme itu mengajarkan, bahwa ada perbedaan hakiki antara jiwa orang Yahudi dengan jiwa kaum ‘goyyim’, bahwasanya hanyalah jiwa orang Yahudi yang di dalamnya terdapat dan memancarkan cahaya kehidupan ilahiyah. Sedangkan pada jiwa kaum ‘goyyim’, Zalman selanjutnya menyatakan, “sama sekali berbeda, karena terciptanya memang lebih inferior. Jiwa mereka sepenuhnya jahat, tanpa mungkin diselamatkan dengan cara apa pun.” Akibat rujukan tentang kaum ‘goyyim’ menurut ajaran Rabbi Shneur Zalman, tanpa kecuali menyebabkan adanya penyakit dalam jiwa mereka. Dzat darimana jiwa kaum ‘goyyim’ terbuat penuh dengan “sampah” rohani. Itulah sebabnya mengapa jumlah mereka lebih banyak daripada kaum Yahudi, karena jumlah gabah lebih banyak daripada berasnya. Semua kaum Yahudi secara hakiki baik, dan semua kaum ‘goyyim’ secara hakiki jahat. “Karakterisasi kaum ‘goyyim’ yang dinyatakan secara hakiki jahat dan dari segi kerohanian maupun biologis lebih inferior dari kaum Yahudi, belum pernah diralat dalam ajaran Habad masa kini”.[16] Syari’at Yahudi Menuntut bahwa Kaum Kristen Wajib Dihukum Mati Para ulama Taurat menetapkan, bahwa, “Taurat mewajibkan bahwa ummat yang benar akan mendapatkan tempatnya di Hari Kemudian. Tetapi, tidak semua kaum ‘goyyim’ akan memperoleh kehidupan yang abadi meskipun mereka taat dan berlaku shaleh menurut agama mereka … Dan meskipun kaum Kristen pada umumnya menerima Kitab Perjanjian Lama Ibrani sebagai kitab yang diwahyukan dari Tuhan, namun mereka (disebabkan adanya kepercayaan pada apa yang disebut mereka ketuhanan pada Jesus) sebenarnya kaum Kristen adalah penyembah berhala menurut Taurat, oleh karena itu patut dihukum mati, dan mereka kaum Kristen itu sudah dipastikan tidak akan memperoleh ampunan di Hari Kemudian.” Takhayul Kaum Yahudi Bukanlah mengada-ada bila edisi Talmud Babilonia dipandang sebagai kitab suci Yahudi yang paling otoritatif. Karena orang Kristen terperdaya oleh para pengkhotbah Yahudi, maka para Paus kian hari kian percaya dan meminta fatwa kepada rabbi Yahudi sebagai “nara sumber yang shahih” untuk mendapatkan keterangan bila berkaitan dengan kitab Perjanjian Lama, yang tanpa mereka sadari berkonsultasi dengan para okultis (juru-ramal). Yudaisme adalah agama kaum Farisi dan para pendeta Babilonia, yang menjadi sumber ajaran Talmud dan Qabala, yang di kemudian hari membentuk agama Yudaisme. Kitab suci Yudaisme Orthodoks lainnya, seperti ‘Kabbalah’, isinya penuh dengan ajaran tentang astrologi, ramal-meramal, gematria, nekromansi (sihir), dan demonologi (ilmu hitam). Jika seorang Yahudi ingin bertaubat ia cukup mengangkat seekor ayam, membaca mantera untuk keperluan itu, dan mengibas-kibaskannya di atas kepalanya untuk memindahkan dosa- dosanya kepada ayam tersebut. Yang dapat kita katakan mengenai hal ini tidak lain adalah takhayul dalam arti yang sebenar-benarnya. Selanjutnya lambang Israel yang mereka sebut sebagai “bintang Nabi Daud” sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Nabi Daud a.s. Bintang itu adalah hexagram (bersudut enam) supranatural yang melambangkan yantra dari androgen (kelenjar yang memberikan karakteristik pada kaum laki-Iaki), yang dihubungkan dengan para Khazar Bohemia pada abad ke-14. Penyesatan publik dengan penggunaan nama “negara Israel” yang didirikan pada tahun 1948, merupakan buah hasil persekongkolan antara kaum Bolshevik-Yahudi dengan kaum Zionis yang atheis; nama itu tidak ada sangkut-pautnya dengan kelanjutan kerajaan Nabi Daud, tetapi dikukuhkan melalui pcngakuan pertama di PBB yang diberikan oleh diktator komunis Uni Sovyet Joseph Stalin). Kaum Kristen akan lebih terbuka matanya bila berkunjung ke komunitas Yahudi Hasidik menonton acara ‘Purim’, dimana sebuah patung serupa Halloween meloncat-loncat (seperti ‘jailangkung’). Meskipun upacara ‘Purim’ itu merujuk kepada Kitab Esther yang disebutkan sebagai nash dasarnya, dalam prakteknya upacara ‘Purim’ tidak lain adalah sebuah tradisi kaum kafir Bacchan.[17] Para rabbi orthodoks menggunakan kutukan, mantra, imej, dan sebagainya, yang mereka anggap lebih besar kuasanya dari kuasa Tuhan. Kesesatan itu mereka ambil dari ajaran Sefer Yezriah, (sebuah buku tentang ilmu sihir kaurn Qabalis). Kaum non-Yahudi dapat menyaksikan ulangan perilaku paganisme Babilonia kuno setiap kali mereka mengamati ritual para rabbi agama Yudaisme.[18] Dengan mengetahui ajaran Talmud yang menjadi dasar konstitusi prinsip, dan arah kebijakan negara dan pemerintah Israel, mudah dipahami mengapa negara Israel sangat arogan dengan kebuasan yang melebihi Nazi Jerman. Untuk melihat isi Talmut Silakan Klik Disini Referensi : Loos Baudoin, “An Interview of Illan Pappe” Jewish Press, 9 Juni 1989, h.56B. Program CBS 60 Menit “Kahane”. The New York Daily News, 26 Februari 1994, h.5. The New York Times, 6 Juni 1989, h.5. The New York Daily News, 28 Februari 1994, h.6. The Heshronot Ha”shas’, Cracow, 1894. Aryeh Kaplan, ed., ‘Maimonides’ Priciples’, Union of Orthodox Jewish Congregation of America, h.3. Maimonides, Mishnah Torah’, Moznaim Publishing Corporation, Brooklyn, New York, 1990, Chapter 10, English version, h.184. Ibid., Chapter 10, h.184. Herbert Danby, translator, ‘The Code of Maimonides’, vo1.10, Yale University Press, New Haven, 1954, h. 8-9. Judaism on Trial’, h.26. Judaism on Trial’, h.28. Tikkun, ‘Bimonthly Jewish Critique, edisi May-June, 1994. William Popper, ‘The Censorship of Hebrew Book’, h.59. The New Republic’, Edisi 4 May 1992; juga Roman A.Foxbrunner, ‘Habad: The Hasidism of Shneur Zalman of Lyadi’, Jason Aronson, Inc., Northvale, New Jersey, 1993, h. 108-109. “Kepercayaan takhayul perayaan itu diwarisi dari nenek-moyang orang Yahudi’” Canadian Jewish News edisi November 16, 1989, h.58 Israeli Mcchon-Mamre Website, August 7, 1999; Hayyim Vital St., Jerusalem, (Mechon-Mamre adalah kelompok kecil sarjana Taurat di Israel cf. Indra Adil dan Bambang E.Budhiyono, eds., ‘Skenario Besar Penghancuran Bangsa-bangsa’, Mimeograf, barani.net, Jakarta, Desember 2000).


Post

Sejarah ILLuminati

Gerakan ini didirikan pada tanggal 1 Mei 1776 di Ingolstadt (Bavaria Atas) dengan nama Ordo Illuminati, dengan anggota awalnya sebanyak lima orang,[1] dan dipelopori oleh Adam Weishaupt (m. 1830) yang Yesuit.[2] Dia adalah profesor hukum kanon di Universitas Ingolstadt. Kelompok ini terdiri dari para pemikir bebas sebagai perwujudan Pencerahan dan nampaknya mencontoh Freemason. Anggota Illuminati melakukan sumpah rahasia dan berikrar untuk mengabdi kepada atasan mereka. Anggotanya dibagi menjadi tiga kelas, masing-masing dengan beberapa tingkatan, dan banyak cabang Illuminati menarik anggota dari loji Mason yang sudah ada. Pada awalnya Weishaupt berencana bahwa kelompok itu akan dinamai "Perfectibilists". Kelompok itu juga disebut Illuminati Bavaria dan ideologinya disebut "Illuminisme". Banyak intelektualis dan politisi progresif terkenal yang menjadi anngotanya, termasuk Ferdinand dari Brunswick dan diplomat Xavier von Zwack, yang menjadi orang kedua di organisasi. Organisasi ini memiliki cabang di banyak negara di Eropa. Dilaporkan bahwa ada sekitar 2.000 anggota dalam kurun waktu 10 tahun. Organisasi ini juga menarik kalangan sastrawan semacam Johann Wolfgang von Goethe dan Johann Gottfried Herder, serta para duke yang berkuasa di Gotha and Weimar.
  Pada tahun 1777 Karl Theodor menjadi penguasa Bavaria. Dia adalah seorang pendukung Despotisme Tercerahkan dan pemerintahannya melarang segala bentuk kelompok rahasia termasuk Illuminati. Perpecahan dan kepanikan Internal terjadi di dalam Illuminati sebelum akhirnya kelompok ini mengalami pembubaran, yang dipengaruhi oleh Dekrit Sekular yang dikeluarkan oleh pemerintah Bavaria. Dekrit pada tanggal 2 Maret 1785 tersebut "nampaknya menjadi pukulan mematikan bagi Illuminati di Bavaria." Weishaupt sendiri membawa kabur dokumen dan korespondensi internal Illuminati, namun kemudian berhasil diambil pada tahun 1786 dan 1787, lalu dipublikasikan oleh pemerintah pada tahun 1787.[6] Rumah Von Zwack digeledah untuk mencari lebih banyak dokumen mengenai kelompok tersebut. Anggota Illuminati diharuskan menjaga rahasia dengan ketat, dan mereka yang bergabung dalam organisasi ini harus menjalani baiat untuk tidak akan pernah membocorkan rahasia apapun yang ada dalam organisasi. Jika terjadi sesuatu, maka para anggota Illuminati diharuskan untuk tidak memberi tahu siapa atasan mereka. Pada masa Hindia Belanda, kelompok Illuminati masuk ke Indonesia melalui orang-orang Belanda keturunan Yahudi. Mereka datang ke Indonesia menyusupkan paham Marxisme dan Komunisme. Diantara tokoh-tokohnya adalah Fransiscus Marie Sneevliet, P.Bergsma, dan H.W Dekker. Sneevliet sukses menyusupkan kader-kader komunis seperti Semaun untuk menyusup masuk ke dalam Syarikat Islam (SI), sehingga organisasi ini terpecah menjadi dua: SI Putih dan SI Merah. Jocobus Cornelis Matthieu Radermacher, orang yang membawa Freemasonry ke Indonesia juga berasal dari kelompok Illuminati atau Kelompok Cahaya. Kata “cahaya” juga banyak digunakan oleh organ-organ Theosofi dan Freemasonry sebagai nama loji, nama lembaga, bahkan nama penerbitan yang mempropagandakan doktrin-doktrin mereka. Selain Radermacher, tokoh Illuminati yang pernah masuk ke Indonesia adalah Thomas Stanford Raffless, seorang anggota Freemasonry yang sempat menjadi Gubernur Jenderal di Bengkulu. Selain ajakan bergabung dengan Illuminati Indonesia, sebuah mailing list bernama masyarakat_okult@###########.com juga mengajak masyarakat untuk mempelajari okultisme (ilmu sihir), sebuah ilmu yang berasal dari ajaran Kabbalah Yahudi yang banyak diajarkan dalam Freemasonry, Theosofi, dan Illuminati. Dalam Kabbalah ajaran-ajaran itu disampaikan secara rahasia lewat lisan dan menggunakan ritual-ritual mistis. Kabbalah berakar dari tradisi Mesir Kuno yang menganut paganisme. Kabbalah adalah kepercayaan tertua dan paling dihormati oleh bangsa Yahudi. Nama Kabbalah diambil dari bahasa Ibrani ‘qibil’ yang berarti menerima. Maksudnya adalah menerima doktrin okultisme secara rahasia. Salah seorang pendeta Kabbalah adalah Samir atau Samiri orang yang mengajak bangsa Israil yang baru saja keluar dari Mesir untuk menyembah sebuah patung anak sapi yang terbuat dari emas, saat mereka ditinggalkan oleh Nabi Musa ‘alaihissalam pergi berkhalwat di bukit Tursina untuk menerima “wahyu sepuluh” dari Allah SWT. Kabbalah juga sudah digunakan para petinggi pada zaman Raja Fir’aun untuk menentang dakwah Nabi Musa ‘alaihissalam. Karenanya, Kabbalah bisa jadi merupakan induk dari segala ilmu sihir yang ada di dunia, termasuk ilmu-ilmu sihir yang berkembang di Asia Timur dan yang sangat erat kaitannya dengan peninggalan-peninggalan pagan. Dari penulusuran voa-islam.com, mailing list mayapranadana@@###########.com yang memuat ajakan untuk bergabung dalam illuminati dan masyarakat okultisme adalah sebuah milis yang banyak diikuti oleh para anggota Theosofi. Milis ini banyak membicarakan tentang ajaran-ajaran Theosofi, seperti re-inkarnasi, pantheisme, pluralisme, dan lain-lain. Selain itu, banyak email yang ditulis dalam milis ini yang berisi hujatan terhadap ajaran Islam. Bukan tak mungkin, maraknya pelecehan terhadap ajaran Islam di Indonesia adalah hasil kerja kaki tangan Zionis yang berusaha menghancurkan Islam. Ciri dari gerakan mereka adalah menebar proganda soal persaudaraan universal dan virus Sepilis (Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme). Di samping itu, mereka juga melakukan pelecehan terhadap ajaran Islam melalui tangan-tangan lain, seperti gerakan kiri, sufisme, aliran kebatinan, kejawen, dan lain-lain. Waspadalah!


Post

Awal Kelahiran Kabbalah

 Kabbalah atau Qibil dalam bahasa Ibrani awalnya adalah istilah yang netral, yang secara harfiah memiliki arti sebagai ‘lisan’. Namun belakangan, ketika kaum Yahudi menggunakan istilah ini untuk menyembunyikan dan memelihara kepercayaan mistis-esoteris kelompok mereka, maka istilah ini menjadi sangat politis.

Encarta Encyclopedia (2005) menuliskan bahwa istilah Kabbalah berasal dari bahasa Ibrani yang memiliki pengertian luas sebagai ilmu kebatinan Yahudi atau Judaism dalam bentuk dan rupa yang amat beragam dan hanya dimengerti oleh sedikit orang.

Kabbalah ini

  mempelajari arti tersembunyi dari Taurat dan naskah-naskah kuno Judaisme. Walau demikian, diyakini bahwa Kabbalah sesungguhnya memiliki akar yang lebih panjang dan merujuk pada ilmu-ilmu sihir kuno di zaman Fir’aun yang biasa dikerjakan dan menjadi alat kekuasaan para pendeta tinggi di sekitar Fir’aun.

Kabbalah ini sarat dengan berbagai filsafat esoteris dan ritual penyembahan serta pemujaan berhala, bahkan penyembahan iblis, yang telah ada jauh sebelum Taurat-Musa dan telah menyebar luas bersama Judaisme, yang seluruhnya berurat-berakar pada praktek-praktek kebatinan serta penyembahan dewa-dewi di zaman Mesir Kuno.

Hal tersebut diutarakan pakar sejarah Yahudi Fabre d’Olivet. “Kabbalah merupakan suatu tradisi yang dipelajari oleh sebagian pemimpin Bani Israil di Mesir Kuno, dan diteruskan sebagai tradisi dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi, ” jelas d’Olivet. Banyak kalangan percaya, Kabbalah adalah induk dari segala induk ilmu sihir yang ada di dunia hingga hari ini.
 Dianutnya Kabbalah oleh orang-orang Yahudi mengundang tanda tanya besar pada diri seorang Harun Yahya. “Ini sungguh aneh. Jika kita memandang Yahudi sebagai sebuah agama monoteistik, yang diawali dengan turunnya Taurat kepada Nabi Musa A.S. Tapi kenyataannya, di dalam agama ini ada sebentuk sistem yang disebut Kabbalah, yang mengadopsi praktik-praktik dasar sihir yang sebenarnya bertentangan dengan Taurat. Hal ini memperkuat apa yang telah disebutkan sebelumnya, dan menunjukkan bahwa Kabbalah sebenar nya merupakan elemen jahat dari luar yang menyusup ke dalam Yudaisme.”
Merunut akar Kabbalah bukanlah hal yang mudah dilakukan. Para sejarawan Barat menyepakati bahwa Kabbalah merupakan kepercayaan inti dari kelompok mistis tertua dunia yang dikenal dengan sebutan Broterhood of the Snake (Kelompok Persaudaraan Ular). Rezim Raja Namrudz di Babilonia dan Firaun di Mesir merupakan tonggak-tonggak awal yang amat penting bagi perjalanan kepercayaan ini. Di masa-masa pra dan awal Perang Salib, sekitar abad ke-11 Masehi, Kabbalah mulai menampakkan diri di daerah Perancis Selatan.
Peneliti Kabalah Barat, Olivia Prince dan Lynn Picknet, yang kemudian menulis The Templar Revelation, menyatakan bahwa pembawa ajaran ini salah satunya adalah kedatangan sepasukan ksatria Yohanit dari Calabria, Belgia, ke sebuah wilayah yang dikuasai Mathilda de Tuscany dan Godfroi de Boullion. Ksatria-ksatria Yohanit ini tidak lama tinggal di Perancis. Mereka pergi dan
meninggalkan Peter si Pertapa (Peter The Hermit) yang kemudian menjadi “murabbi” bagi Godfroi de Bouillon. Peter ini kemudian menyusup ke Vatikan dan menjadi provokator bagi Paus Urbanus II yang kemudian mengobarkan perang salib guna merebut Yerusalem dari kekuasaan umat Islam. Dalam serangan Tentara Salib pertama di tahun 1099, baik Peter maupun Godfroi menjadi panglima bagi pasukannya masing-masing. Di hari kejatuhan Yerusalem, Godfroi mendirikan Ordo Biarawan Sion dan 20 tahun kemudian membentuk ordo militer Knights Templar, yang kemudian pada 1307 di Skotlandia mengganti namanya menjadi Freemasonry. Terusir Dari Yerusalem Tahun 1188 Salahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Yerusalem dan mengusir pasukan
Salib dari seluruh wilayah Palestina. Semua tentara Salib kembali ke Eropa. Walau tidak ada catatan tertulis, sebagian besar Ksatria Templar dan Ordo Sion diyakini sejumlah peneliti-antara lain Picknett dan Prince—memilih Perancis Selatan sebagai rumah baru mereka. Seperti yang telah disinggung di atas, di wilayah ini telah berdiri banyak gereja yang didedikasikan kepada Santo Yohanes dan Maria Magdalena. Gereja-gereja ini tidak menginduk kepada Vatikan, tetapi memiliki kultur dan keyakinannya sendiri yang secara mendasar bertentangan dengan Tahta Suci Vatikan. Mereka juga dikenal sebagai Kaum Yohanit. Salah satu keyakinan kaum Yohanit adalah gereja warisan Yesus itu sendiri. Vatikan meyakini bahwa Yesus mewariskan gerejanya kepada Santo Petrus yang kemudian menjadikan Tahta Suci Vatikan—sebuah pusat kerajaan Roma Paganistis—sebagai pusat religi bagi umat Kristen dunia. Namun klaim Vatikan ini ditolak oleh kaum Yohanit yang meyakini Yesus tidak mewariskan gerejanya kepada Santo Petrus, melainkan kepada Maria Magdalena, seorang perempuan yang setia mengikuti Yesus hingga diperisterinya dalam satu pesta perkawinan di Qana, sebuah wilayah yang kini masuk dalam wilayah Lebanon. Kaum Yohanit juga tidak menganggap Yesus sebagai Tuhan, melainkan Rasul biasa yang hanya meneruskan ajaran Tuhan yang tidak tampak. Dan di akhir zaman, Sang Messiah (The Christ) yang akan turun ke bumi bukanlah Yesus, melainkan Yohannes The Christ. Ini menurut keyakinan kaum Yohanit asli. Hanya saja, kaum yang semula Unitarian ini menjadi tercampur-aduk dengan ajaran paganis-mistis Kabbalah. Sesungguhnya ini suatu perpaduan yang aneh. Namun benar-benar terjadi. Harun Yahya dan pengkaji masalah Kabbalah meyakini, awal pembelokkan ajaran Unitarian menjadi Kabbalis terjadi ketika Samiri—salah seorang tokoh Broterhood of the Snake—menipu Bani Israil ketika mereka ditinggalkan Musa saat Musa pergi ke Bukit Thursina.
Samiri membuat sebuah patung sapi betina yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa mengeluarkan suara ketika angin bertiup mengenainya. Patung sapi itu pun disembah Bani Israil dan mengacuhkan Nabi Musa a. S. Bermillenium tahun berjalan, ajaran Kabbalah berkembang dan merasuk ke dalam Yudaisme dan juga Taurat. Para pendeta Kabbalis bahkan membuat ayat-ayat palsu yang membuat Talmud—sebuah kitab yang awalnya sebagai penafsir Taurat dianggap lebih suci ketimbang Taurat. Dan sebagian besar kaum Yahudi pun menjadi kaum yang mendewakan Talmud. Mereka menjadi kaum yang begitu gandrung dengan Kabbalah dan merasa menjadi bangsa terpilih dengan adanya Kabbalah yang diwariskan secara turun-temurun dengan lisan. Dan ketika mereka berkumpul di Perancis Selatan di abad ke-12 inilah, ajaran Kabbalah dibukukan. Ini terjadi di Aix en Provence. Rennes Le Chateau www.rennes-le-chateau.tv Salah satu desa terpenting di Perancis Selatan yang memiliki banyak petilasan Kabbalah bernama Rennes le Chateau. Nama Pastor Berenger Sauniere tidak bisa dipisahkan dari nama Rennes le Chateau ini.  Tidak terlalu sulit jika suatu waktu Anda ingin berkunjung ke desa ini. Sejak histeria novel The Da Vinci Code, di Paris dan juga di beberapa negara Eropa dan juga Amerika, sejumlah biro perjalanan wisata telah memasukkan nama desa ini menjadi satu tujuan wisata unggulan. Tak heran jika desa ini yang sebelumnya sepi, kini menjadi sebuah desa yang begitu ramai dipenuhi turis. Jika Anda ingin bepergian sendiri, maka terbanglah ke Bandara Charles de Gaulle di  Paris. Dari The City of The Light Paris, tataplah matahari yang bersinar pada siang hari bolong. Ambillah jalan lurus ke selatan, menyusuri garis bujur, melewati Burgundy, Saint Philibert de Tournus, Sungai Rheine, Vienne dan katedralnya di mana pada tahun 1312 di tempat itu berawal gerakan penumpasan terhadap Ksatria Templar, lewat Carcassonne, terus berjalan ke selatan hingga Limoux dan Lembah Aude.
Di lembah ini Anda akan menjumpai Kastil Kathari yang terkenal dalam peristiwa Perang Salib Albigensian (Pembantaian yang dilakukan pasukan Paus terhadap orang-orang Kristen Kathar di Albi), lalu menyusuri jalan yang diapit pegunungan Pyrennes, dan tibalah di sebuah dataran tinggi, maka sampailah Anda di Rennes Le Château. Perjalanan dari Paris ke desa ini bagaikan sebuah perjalanan sejarah, napak tilas dari sejarah Eropa di abad pertengahan. Semua kisah dan misteri berawal dari desa ini, namun entah mengapa, Dan Brown sama sekali tidak menyinggung nama desa ini secuil pun dalam novel The Da Vinci Code.
Source:
Harunyahya.com
Swaramuslim.net


Post

Urutan sejarah Lahirnya Bani israil



DAFTAR URUT PERISTIWA-PERISTIWA PENTING YANG  BERSEJARAH
    TERHADAP LAHIRNYA BANI ISRAIL
    SAMPAI ZAMAN IMPERIUM ROMAWI
------------------------------------------------------------
 
3000 - 2700 S.M. Dynasti pertama di Mesir.
 
± 2400 S.M. Imperium Semitik pertama. Sargon I, raja Assyria.
 
2000 - 1500 S.M. Imperium-imperium Mesopotamia (kini Iraq)
            dan Mesir. Perpindahan-perpindahan besar di
            seluruh Hilal Subur (Fertile Cressent).
 
± 1750 S.M. Ibrahim di Kanaan (kini Palestina/Israel).
 
± 1700 S.M. "Code Hammurabi" (termasuk "lex talionis") dari
            Babilonia, dari mana terbit hukum Kanaanit dan
            sebagian dari "Syariat Musa."
 
1700 - 1550 S.M. Bangsa Hyksos dari Kanaan mengontrol Mesir
            dan mengizinkan Bani Israil mendiami muara
            (delta) sungai Nil; Bani Israil mulai menduduki
            Kanaan (Palestina).
 
± 1550 S.M. Bangsa Hyksos diusir dari Mesir. Bangsa Hittit
            menghancurkan Babilonia.
 
1500 - 1200 S.M. Masa paling jayanya Mesir. Kanaan adalah
            wilayah Mesir. "Armana Tablets" menceritakan
            tentang surat-surat kepada Firaun perihal
            serangan-serangan Bani Israil terhadap kota-
            kota di Kanaan.
 
± 1400 S.M. Yericho dihancurkan oleh "Yusak" yang membentuk
            konfederasi dari Bani Israil di Kanaan Utara.
            Ibukota Sechem (kini Nablus).
 
1377 - 1360 S.M. Pemerintahan Firaun IKHNATON (Armenophis IV),
            Monotheist. Aneka pembaharuannya disapuh setelah
            wafatnya.
 
± 1230 S.M. Keluarnya Bani Israil (suku Levi?) dari Mesir di
            bawah pimpinan Musa dan Harun a.s. Tahun
            tradisionil dari Decalogue (Kesepuluh Firman).
 
± 1200 S.M. Didudukinya negeri-negeri sebelah Timur sungai
            Yordan dan bagian-bagian Kanaan Selatan oleh
            suku-suku padang pasir, dipimpin oleh Bani Israil
            yang lolos dari Mesir.
 
1225 - 1020 S.M. Bani Israil menaklukkan bagian-bagian lebih
            banyak dari Kanaan. Pergulatan dengan bangsa
            Filistin. Pemerintahan oleh Syekh atau
            "hakim-hakim."
            Percampuran hidup Bani Israil dan orang-orang
            Kanaani, peradaban Kanaanit diserapnya.
 
± 1020 S.M. Sebagian suku-suku Bani Israil berpadu di bawah
            raja pertama: Saul.
 
± 1004 S.M. Daud a.s. menjadi raja dari Israel Selatan yang
            dinamakan Yudah.
 
± 998 S.M.  Daud menjadi raja dari seluruh Israel, dan merebut
            Yerusalem (kini Al-Qudus) yang menjadi ibukota.
            Perluasan daerah Israel hingga sebesar yang tidak
            pernah dicapainya, sedang keadaan internasional
            sangat menguntungkannya
 
965 - 926   S.M. Suleiman a.s., pemerintah dan kerajaan bersatu.
            Membangun Heikal pertama di Yerusalem.
            Pemerintahan sangat mewah, perdagangan maju,
            akan tetapi perpajakan berat menyebabkan kemarahan
            dan nyaris pemberontakan.
 
± 926 S.M.  Kerajaan pecah: Israel di Utara dan Yudah
            di Selatan.
 
926 - 721   S.M. Kerajaan Utara. Pembaharuan-pembaharuan
            (Reforms) dari nabi Elia (Ilyas a.s.).
            Nabi-nabi Amos dan Hosea dan Samaria jatuh,
            dan berakhirlah kerajaan Utara.
 
926 - 586   S.M. Kerajaan Selatan, Nabi-nabi Yesaya dan
            Mikha (725 - 697 S.M.). Senakharib menyerang
            hendak merebut Yerusalem (701 S.M.).
 
696 - 642   S.M. Dewa-dewa bintang bangsa Assyria disembah
            di Yerusalem. Kultur Pembiakan (Fertility).
            Pengorbanan anak. Krisis agama mendekat.
 
621 S.M.    Hukum Kitab Ulangan. Penerbitan pertama dari
           "Sepuluh Firman" (saduran Kitab Ulangan).
            Nabi-nabi Yerimia dan Yehezkiel.
            Bangunnya Babilonia.
 
586 S.M.    Yerusalem jatuh dan mulainya pengasingan
            di Babilonia.
 
538 S.M.    Firman Cyrus II yang mengizinkan kembalinya
            orang-orang dari Pengasingan. Saduran kedua
            dari "Sepuluh Firman" (Kitab Keluaran XX)
            disusun masa itu.
 
520 - 516   S.M. Heikal dibangun kembali oleh Zerubbabel.
 
458 - 444   S.M. Ezra (Uzair) dan Nehemya. Pemugaran Yudah
            dimulai, kini dinamakan Yudea.
 
444 S.M.    Diterbitkan dan diterima Hukum disusun pada masa
            Pengasingan dan dikatakan dari Musa a.s.,
            termasuk kedua saduran dari Sepuluh Firman.
 
333 S.M.    Iskandar Agung masuk Yerusalem.
 
320 S.M.    Palestina di bawah Ptolemy (Mesir).
 
198 S.M.    Palestina di bawah Seleucid (Syria).
 
168 S.M.    Antiochus IV (Epiphanes) berusaha menghilangkan
            agama Yahudi.
 
176 - 135   S.M. Pemberontakan Makkabe.
 
142 S.M.    Kemerdekaan Yahudi dari Syria; Pemerintahan oleh
            raja-raja serentak Imam.
 
65 S.M.     Pompeyus masuk Yerusalem dan Palestina menjadi
            wilayah Romawi.
PERJANJIAN BARU SUCI BAGI SEGALA AGAMA GEREJA,
        DITOLAK UMMAT YAHUDI DAN DIHORMATI OLEH MUSLIMIN
------------------------------------------------------------
 
1. DISUSUNNYA PERJANJIAN BARU DALAM BAHASA YUNANI
------------------------------------------------------------
 
Kitab Perjanjian Baru adalah  suatu  Kitab  Greka  (Yunani),
dialek  Koine,  yang dikarang dan ditulis di luar Palestina;
jadi  bukannya  dalam  bahasa  Aramiya  yang  digunakan  dan
dimengerti  di  Palestina  pada masa itu oleh Yesus Kristus,
para hawarinya dan awam.
 
Semula Perjanjian Baru tidak  merupakan  suatu  Kitab,  tapi
hanya    karangan-karangan,    surat-surat    kiriman    dan
catatan-catatan terpisah dalam  bahasa  Yunani  dan  Aramiya
hingga   menimbulkan   aneka   tafsir   yang   bertentangan;
teristimewa  sekitar  oknum   Yesus   Kristus,   dan   bukan
ajarannya.
 
Misalnya,  surat-surat  dari  Paulus ditulis antara tahun 50
dan  54  dari  Korintus  dan   Epesus   kepada   orang-orang
Tesalonika,  orang-orang  Korintus,  orang-orang Galatia dan
orang-orang Rum. Pada tahun 58 dari Roma kepada orang Pilipi
dan  Kolose.  Pada  tahun 65 surat kepada orang-orang Ibrani
(katanya oleh Paulus). Pada tahun 75 disiarkan  bentuk  awal
Injil karangan Markus. Pada tahun 79 disiarkan Injil Matius.
Pada tahun 90 Synode di YAMNIA mengakui Kitab  Suci  Yahudi,
yakni   Wasiat  Yang  Lama  menurut  tradisi  (orang  Yahudi
Diaspora). Pada tahun 95 disiarkan Kitab Wahyu.  Pada  tahun
105  disiarkan  Kitab  Kisah  Perbuatan Rasul-rasul karangan
Lukas yang terdiri dari 2 jilid dan kemudian dijadikan  satu
karya.  Terdorong  oleh  Kitab  Kisah  Rasul-rasul tersebut,
mungkin juga dimulai oleh Gereja  Epesus,  dihimpunlah  pada
tahun  110  surat-surat  kiriman  Paulus. Muqadimah penyusun
ditulis atas nama Paulus, oleh  karenanya  kemudian  disebut
Surat  kepada  orang  Epesus. Pada tahun 115 disiarkan Surat
Yang Pertama dan Kedua kepada Timotius dan Titus  atas  nama
Paulus,  dan  barangkali  juga  dalam  tahun  itu Surat yang
Pertama dari Yohanes. Pada tahun 117 mungkin disiarkan Surat
Yang Kedua dan Ketiga dari Yohanes- Pada tahun 135 disiarkan
Injil karangan Yahya dan Surat dari Barnabas.  Antara  tahun
145  hingga  155  terdapat  banyak  tulisan  suci  yang  tak
diketahui atau  diragukan  pengarangnya  dan  yang  kemudian
disisihkan,  disingkirkan  (APOCRYPHA).  Bahasa  dari  aneka
tulisan-tulisan di atas adalah dalam bahasa  Greka  dan/atau
dalam bahasa Aramiya, hal yang menimbulkan perbedaan tafsir,
faham dan keyakinan antara para Uskup Barat dan Timur.
 
Oleh karena permusuhan yang timbul dan  perbedaan  keyakinan
sebagaimana  terurai di atas, terasa perlu benar oleh Kaisar
Konstantin I demi ketenteraman untuk menyelenggarakan  suatu
muktamar, yaitu suatu ECUMENICAL COUNCIL (yang pertama kali)
pada tahun 325 di NICAEA (kini Isnik di Istambul).  Kemudian
banyak  lagi council atau synode menyusul; yang "Ecumenical"
jumlahnya hingga tahun 1869 ada 20 atau 21 kali.
 
Gereja Timur Ortodox Yunani mengakui 7  yang  pertama  (dari
tahun  325  s/d  787),  dan  Gereja Roma Katolik mengakui 14
Ecclesiastical/Ecumenical Council dari yang pertama. Council
Nicaea  dihadiri  oleh  220 Uskup dari Barat dan Timur. Yang
dibicarakan hanyalah soal-soal mengenai lman, Kebaktian, dan
sebagainya.  Yang  terpenting  adalah  soal  Ke-Esaan  Tuhan
menurut faham Yudaisme dan Syirk,  yaitu  kepercayaan  Goyim
(yakni bukan-Yahudi, maksudnya Hellenisme dan aneka mytology
bangsa-bangsa Jahiliya), dan kemudian antara Unitarisme  dan
Trinitarisme.
 
Paulus   yang  berbicara  Greka  dan  tidak  faham  Aramiya,
mengakibatkan ia memberi bentuk baru pada ajaran Yesus  yang
mudah  dan  indah  dengan  memasukkan  aneka  unsur gnostic,
sakramen dan mystic dari agama dan  kebudayaan  Yunani  Kuna
(Hellenisme);  seperti misalnya soteriology-faham pembebasan
penebusan  dosa.  Synthese  inilah  yang  kemudian   menjadi
pertengkaran   antara   Uskup-uskup  di  mana  aneka  gereja
(Paulinisme) ke luar sebagai pemenang.
 
Menurut theolog A. Powell Davies dalam  bukunya  "The  First
Christian,"  terbitan  "The New American Library" - A Mentor
Book: "Paul  reshaped  the  faith  of  the  early  Messianic
believers  into  a  gospel  of  salvation for the Gentiles."
Paulus dibenci oleh Ummat Yahudi sebagai pengkhianat bangsa,
dituduh   oleh   orang-orang   Romawi   sebagai  pengkhianat
Kekaisaran dan tidak dipercaya lagi, baik oleh  para  hawari
maupun  apostel  (Rasul);  tetapi  ia merupakan seorang yang
menentukan perkembangan ajaran Gereja-gereja.
 
Semula anggota Timur lebih banyak,  kemudian  anggota  Barat
lebih  banyak  pada  aneka  council  atau  Synode  dan untuk
beberapa waktu putusan-putusannya tidak diterima oleh  kedua
belah pihak.
 
Pada  tahun  341  dalam  suatu  Rapat  di  Antioch (Antakia)
Monotheisme diterima, dan kembali jadi agama  resmi  sebagai
tafsir  yang benar dari Iman Nasrani. Pendapat ini dikuatkan
oleh suatu Muktamar pada tahun 351 yang  terjadi  pada  masa
Paus St. Julius I (337 - 352).
 
Paus  Honorius  I  (625  - 638) menolak faham Trinitas. Pada
tahun 680, jadi setelah wafatnya, beliau di-anathema  (yakni
dilaknat)  dalam  suatu Muktamar di Konstantinopel. Photius,
Uskup Sirmium, diturunkan karena menolak Ketuhanan Yesus  di
Konstantinopel pada tahun 869.10
 
Ada  Paus  dan  Kaisar  yang  menganut  faham Keesaan Tuhan,
tetapi ada juga yang menganut  faham  Trinitas.  Para  Uskup
yang   menolak  Trinitas  dianiaya,  dipenjarakan,  dibuang,
dibunuh  dan   lain   sebagainya;   perpustakaannya,   aneka
manuscriptnya dibakar habis, apalagi yang berbahasa Aramiya.
Hal ini sama dengan buku-buku ilmu lain yang berbahasa  atau
berhuruf  Arab yang dijadikan abu ketika orang-orang Spanyol
menang atas kaum Muslimin di semenanjung  Iberia  pada  abad
ke-XIV  dan  ke-XV.  Asli dari pada Septuaginta, Kitab Ezra,
Talmud,   dan   bergerobak-gerobak   codices   yang   berisi
Monotheisme   dibakar   habis.  Begitu  pula  jika  penganut
Unitarisme  menang,   dimusnahkan   segala   yang   menyebut
Trinitarisme.  Sedikit  yang  ada kini adalah sisa-sisa dari
salinan-salinan.
 
Antara yang lolos selamat adalah  Injil  karangan  Barnabas,
seorang   Apostel   yang  monotheist  dan  yang  menubuatkan
kedatangan Nabi Muhammad S.A.W.; Injil ini  pada  tahun  383
oleh Paus St. Damasus I (366 - 384) disimpan di perpustakaan
pribadinya.
 
Toland berkata dalam  bukunya  "MISCELLANEOIJS  WORKS"  yang
diterbitkan  pada tahun 1747, Juz I halaman 380, bahwa Injil
Barnabas masih ada.  Dalam  Bab  XV  disebut  bahwa  GLASIAN
(Gladian)  DECREE tahun 496 memasuki "Evangelium Barnabe" ke
dalam daftar buku-buku  yang  terlarang  dibaca.  Sebelumnya
Paus  Innovent  telah  mengharamkan  pada  tahun  465;  juga
keputusan Gereja-gereja Barat pada tahun 382. Tidak  disebut
apakah  Injil  Barnabas yang aseli itu tertulis dalam bahasa
Aramiya atau Greka.


Translate

© Copyright 2013 ujan tampear powered by Blogger |